NIAS BARAT, kaldera.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan lima dokter untuk menempuh pendidikan spesialis guna memperkuat layanan di RSUD Pratama Nias Barat. Langkah ini dilakukan untuk menjawab krisis tenaga dokter spesialis yang selama ini membuat warga harus dirujuk ke luar daerah.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengatakan, kelima dokter tersebut sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan nantinya akan ditempatkan di RSUD Pratama Nias Barat. Selain itu, terdapat dua dokter yang menempuh pendidikan secara mandiri.
“Kita siapkan lima dokter spesialis untuk ditempatkan di sini. Ditambah dua dokter yang mandiri. Ini untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang,” ujar Bobby usai meninjau pembangunan RSUD Pratama Nias Barat di Desa Onolimbu, Kamis (12/2/2026).
Dokter-dokter tersebut diproyeksikan mengisi layanan spesialis untuk penyakit dengan tingkat kematian tertinggi seperti stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, serta layanan kesehatan ibu dan anak.
RSUD Pratama Nias Barat sendiri tengah ditingkatkan dari kelas D menjadi kelas C dalam program peningkatan fasilitas kesehatan.
Gedung baru tiga lantai sedang dibangun untuk menunjang layanan rawat inap, ruang tindakan, serta fasilitas penunjang medis lainnya.
Bobby memastikan progres pembangunan fisik rumah sakit berjalan sesuai jadwal meski sempat terkendala distribusi material akibat banjir dan longsor pada akhir 2025.
“Sejauh ini belum ada deviasi. Pekerjaan tambahan dalam adendum masih bisa dikejar dan diselesaikan tepat waktu,” katanya.
Selama ini, masyarakat Nias Barat harus menempuh perjalanan sekitar dua jam ke RSUD M. Thomsen di Gunungsitoli untuk mendapatkan layanan spesialis. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala, terutama bagi pasien penyakit kronis dan kasus darurat.
Herman Halawa, salah satu pasien, berharap peningkatan fasilitas dan kehadiran dokter spesialis di RSUD Pratama Nias Barat segera terwujud.
“Kalau nanti sudah lengkap dokternya dan alatnya, kami tidak perlu lagi ke Gunungsitoli. Jaraknya jauh dan sering antre,” ujarnya.
Penguatan tenaga dokter spesialis dan peningkatan kelas RSUD Pratama Nias Barat dinilai menjadi langkah krusial untuk memperbaiki akses layanan kesehatan di Kepulauan Nias, sekaligus mengurangi ketergantungan rujukan ke luar daerah. (Reza)