Gubermur Sumut Bobby Afif Nasution saat meninjau pengerjaan hunian tetap di Asrama Haji, Tapanuli Tengah, Minggu (1/3/2026)
TAPANULI TENGAH, kaldera.id – Bobby Afif Nasution mendesak percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di kawasan Asrama Haji, Tapanuli Tengah. Ia menargetkan minimal 50 unit rumah sudah rampung dan bisa ditempati sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Hal itu disampaikan Bobby saat meninjau langsung progres pembangunan di lokasi, Minggu (1/3/2026).
Dalam kunjungannya, ia meminta pemerintah kabupaten segera bergerak, terutama terkait penyelesaian infrastruktur pendukung di dalam kawasan hunian.
“Kita minta dipercepat dari Pak Bupati atau Wakil Bupati. Targetkan sebelum Lebaran sudah 50 yang selesai,” tegas Bobby di hadapan jajaran pemerintah daerah dan kontraktor.
Ia menjelaskan, total unit yang dibangun di lokasi tersebut mencapai 201 rumah, dengan 118 unit berada di kawasan yang ditinjau. Pembangunan rumah disebut tidak menggunakan dana APBN maupun APBD, melainkan dibangun oleh pihak swasta.
“Ini enggak pakai dana APBN, enggak pakai dana APBD. Dibangunkan oleh pihak swasta. Perjanjian kemarin, infrastruktur dalamnya ini dibangun kabupaten dan kota. Ayo dong, para bupati, wali kota, sudah dikasih uang, sudah dikasih rumah untuk warganya, turun ikut serta lah,” ujarnya.
Bobby menekankan, dukungan pemerintah daerah dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti drainase dan jalan lingkungan. Ia menyebut akses menuju kompleks hunian hanya sekitar 30 meter dan seharusnya bisa segera diselesaikan.
“Gak banyak paling kan untuk ngebangun drainase atau bangun jalan dalam kompleksnya. Jalannya dekat saja, masuk ke kompleksnya hanya 30 meter saja. Ayo sekalian lah, uang kabupaten itu ada kok, kita cek juga ada,” katanya.
Menurut Bobby, percepatan sangat penting agar warga korban bencana tidak terlalu lama berada di pengungsian. Ia meminta unit yang sudah selesai tidak menunggu seluruh proyek rampung untuk diserahkan.
“Jadi enggak harus nunggu serentak selesai. Kalau nunggu serentak selesai, satu hari saja menunggu berarti ada satu hari korban bencana yang rumahnya masih terlunta-lunta. Begitu selesai, target sebelum Lebaran ada 50 unit sudah selesai, silakan ditempatin. Bertahap diserahkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa saat kunjungan sebelumnya di awal Ramadan, progres pembangunan belum menunjukkan perubahan signifikan. Karena itu, ia meminta ada tindakan nyata di lapangan.
“Ayo dong, bisa. Saya minta ada action. Targetnya di sini 50 pokoknya. Ini kan untuk korban bencana, yang selesai kita masukkan dulu warganya,” ujarnya.
Dengan percepatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap para korban bencana di Tapanuli Tengah dapat segera menempati hunian yang layak dan tidak lagi bertahan di pengungsian saat Lebaran tiba. (Reza)