Sambut Tahun Baru 2026 di Posko Pengungsian Batuhula, Presiden Prabowo dan Bobby Nasution Kuatkan Mental Warga Terdampak Bencana

redaksi
1 Jan 2026 14:06
News Sumut 0 3
2 menit membaca

TAPANULI SELATAN, kaldera.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menghabiskan malam pergantian Tahun Baru 2025–2026 di posko pengungsian bencana Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (1/1/2026) dini hari. Kehadiran keduanya menjadi simbol kehadiran negara sekaligus suntikan semangat bagi warga terdampak bencana.

Tanpa perayaan meriah dan pesta kembang api, malam tahun baru dilalui secara sederhana bersama para pengungsi. Sejak Rabu (31/12/2025), Presiden Prabowo telah meninjau langsung kawasan terdampak bencana didampingi Gubernur Bobby Nasution. Kegiatan tersebut berlanjut hingga malam hari dengan agenda kebersamaan bersama warga di posko darurat.
Untuk mengurangi trauma, pemerintah menghadirkan hiburan ringan bagi anak-anak pengungsi. Sejumlah tayangan film keluarga diputar, disertai pembagian hadiah kecil yang disambut antusias. Suasana pengungsian pun terasa lebih hangat di tengah keterbatasan.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan bahwa pemerintah terus bekerja dalam penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pembangunan hunian bagi warga terdampak. Kehadiran Presiden di lokasi, menurutnya, menjadi dukungan moril yang sangat berarti bagi masyarakat.
“Proses mitigasi dan rehabilitasi terus berjalan. Malam ini kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana agar beban warga sedikit berkurang, terlebih Presiden RI hadir langsung di tengah masyarakat,” ujar Bobby Nasution usai berbincang dengan warga bersama Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu.

Selain menyapa warga, Bobby Nasution juga terlihat berdialog santai di warung kopi sekitar posko, mendengarkan langsung keluh kesah, harapan, serta doa warga untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk tetap tabah, bersatu, dan bergotong royong dalam menghadapi musibah. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah bekerja tanpa henti untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

“Kita harus kuat dan saling membantu menghadapi cobaan ini. Pemerintah akan terus hadir dan bekerja bersama rakyat,” tegas Presiden di hadapan para pengungsi.
Presiden juga mencontohkan percepatan pembangunan jembatan darurat yang mampu diselesaikan dalam waktu singkat sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana. Menjelang memasuki Tahun 2026, Prabowo mengajak masyarakat untuk tetap optimistis sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Negeri ini kaya, tetapi alam harus kita jaga bersama. Kita ingin ekonomi bangkit, lapangan kerja bertambah, dan bencana serupa tidak terulang. Selamat Tahun Baru 2026,” ujar Presiden, didampingi sejumlah menteri Kabinet.
Kebersamaan Presiden dan Gubernur Sumut di tengah pengungsian menjadi pesan kuat bahwa negara hadir di saat rakyat menghadapi masa sulit, sekaligus menandai awal tahun baru dengan harapan dan solidaritas. (Reza)