Dewan Desak Pasar Murah Diawasi Ketat, Usul Satu KK Satu Pembeli

redaksi
16 Feb 2026 12:55
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Anggota Komisi 3 DPRD Kota Medan, Sri Rezeki, mendesak pelaksanaan Pasar Murah Pemko Medan diawasi ketat agar tidak terjadi aksi borong dan dugaan permainan distribusi seperti tahun lalu.

Ia mengusulkan sistem satu Kartu Keluarga (KK) hanya satu pembeli demi memastikan bantuan tepat sasaran menjelang Ramadan.

Menurut Sri Rezeki, program Pasar Murah yang digelar di 151 kelurahan se-Kota Medan harus benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil, bukan dimanfaatkan oknum tertentu.

“Pasar murah ini dibiayai APBD dengan anggaran lebih dari Rp4 miliar. Maka distribusinya harus transparan dan tepat sasaran. Jangan sampai ada aksi borong atau barang ‘diarahkan’ ke pihak tertentu,” tegasnya, Senin (16/2/2026).

Politisi PKS itu menilai kejelasan jadwal dan sistem distribusi menjadi kunci agar tidak menimbulkan kekecewaan warga.

Ia menyoroti keluhan masyarakat yang kerap tidak kebagian karena alasan stok habis, sementara di lapangan diduga masih tersedia.
Sri Rezeki meminta Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Medan meningkatkan pengawasan agar Pasar Murah tidak sekadar seremonial.

Ia juga mengingatkan agar kejadian tahun lalu tidak terulang, ketika dugaan permainan distribusi berujung pemeriksaan sejumlah lurah oleh Inspektorat.

“Pengawasan harus diperketat. Tutup semua celah permainan di lapangan,” katanya.

Sri Rezeki turut meminta Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi peringatan keras kepada jajaran pelaksana agar memastikan distribusi berjalan adil dan bebas kecurangan.

Komisi 3 DPRD Medan, lanjutnya, akan terus mengawal dan mengevaluasi program tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan.

Pemko Medan sendiri menggelar Pasar Murah mulai 12 Februari hingga 12 Maret 2026 di 151 kelurahan. Pemerintah mengalokasikan subsidi lebih dari Rp4 miliar untuk menekan harga kebutuhan pokok.

Salah satu komoditas utama yang disiapkan adalah beras dengan total stok mencapai 430 ton. (Reza)