C Ronaldo
MEDAN, kaldera.id – Di atas kertas, Portugal datang ke Houston sebagai unggulan. Namun di Piala Dunia 2026 yang penuh kejutan sejak pekan pertama, status favorit tidak lagi menjamin apa pun. Itulah tantangan yang menanti Cristiano Ronaldo dan Portugal saat menghadapi RD Kongo pada laga penyisihan Grup K di Stadion Houston, Kamis (18/6/2026) WIB.
Pertandingan ini menjadi pembuka perjalanan dua tim dengan cerita yang sangat berbeda. Portugal hadir sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia setelah menjuarai UEFA Nations League 2025 dan diperkuat generasi emas yang dipimpin Ronaldo, Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vitinha, Nuno Mendes, hingga Diogo Costa. Sementara RD Kongo datang sebagai tim yang kembali ke Piala Dunia setelah penantian 52 tahun sejak tampil sebagai Zaire pada edisi 1974.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, diperkirakan tetap mengandalkan skema 4-3-3 dengan Bruno Fernandes sebagai motor kreativitas di lini tengah. Kecepatan Rafael Leao dan Bernardo Silva di kedua sisi lapangan akan menjadi senjata untuk membuka ruang bagi Ronaldo di kotak penalti. Namun Portugal mendapat kabar kurang ideal setelah bek utama Ruben Dias dipastikan absen akibat cedera.
Di sisi lain, pelatih RD Kongo, Sebastien Desabre, menegaskan timnya tidak datang ke Houston hanya untuk bertahan. Juru taktik asal Prancis itu ingin tim berjuluk The Leopards bermain berani dengan mengandalkan transisi cepat dan serangan balik. Nama-nama seperti Yoane Wissa, Cedric Bakambu, Noah Sadiki, Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, dan Chancel Mbemba menjadi tulang punggung tim Afrika tersebut.
Secara taktik, pertandingan diperkirakan akan mempertemukan dua pendekatan berbeda. Portugal akan mendominasi penguasaan bola dan membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek di lini tengah. Sebaliknya, RD Kongo kemungkinan memilih menunggu di area sendiri sebelum melancarkan serangan cepat ke ruang yang ditinggalkan bek Portugal.
Meski demikian, kualitas individu Portugal membuat mereka tetap lebih diunggulkan. Kedalaman skuad, pengalaman bermain di level elite Eropa, dan kemampuan mengontrol tempo pertandingan menjadi kelebihan yang sulit ditandingi RD Kongo. Apalagi Ronaldo masih menjadi ancaman utama meski kini memasuki Piala Dunia keenam dalam kariernya.
Bagi RD Kongo, peluang terbesar terletak pada kemampuan memanfaatkan momen transisi dan memaksa Portugal bermain tidak nyaman. Kejutan yang dibuat beberapa negara nonunggulan pada fase grup menjadi bukti bahwa selisih kualitas di atas kertas bisa dipatahkan di lapangan.
Menariknya, laga di Houston akan menjadi pertemuan pertama Portugal dan RD Kongo dalam ajang internasional senior. Tidak ada catatan duel resmi sebelumnya antara kedua negara, sehingga pertandingan ini membuka babak baru dalam sejarah pertemuan mereka.
Melihat komposisi skuad, pengalaman, dan kualitas permainan, Portugal lebih difavoritkan untuk mengamankan tiga poin pertama di Grup K. Namun jika gagal mengantisipasi kecepatan serangan balik lawan, Martinez bisa menghadapi malam yang jauh lebih sulit dari perkiraan. (Reza)