IFW 2026: Bobby Ingin Sumut Jadi Episentrum Fashion Nusantara

redaksi
3 Agu 2026 17:19
Medan News 0 4
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan kesiapan Sumatera Utara menjadi salah satu pusat industri fashion Indonesia melalui pengembangan wastra tradisional, khususnya ulos.

Pernyataan itu disampaikan Bobby saat menghadiri penutupan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 bertema “Ulos Simetria” di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Menurut Bobby, kekayaan budaya yang dimiliki Sumut menjadi modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia di industri fashion global.

“Kami siap untuk menjadi daerah fashion Indonesia, karena kami yakin warisan budaya yang ditinggalkan kepada kita semua hari ini khususnya dari Sumatera Utara, bisa membangkitkan ekonomi masyarakat Sumatera Utara dan ekonomi nasional, khususnya di bidang fashion,” kata Bobby.

Ia menilai perpaduan motif ulos dengan sentuhan kreatif para desainer modern dapat menjadi daya tarik baru di pasar fashion internasional.

Karena itu, Bobby berharap Indonesia Fashion Week menjadi pintu masuk untuk memperluas kolaborasi Sumut dengan pelaku industri mode dunia.

“Mudah-mudahan ini menjadi pintu awal bagi Sumatera Utara untuk berkolaborasi lebih jauh lagi dengan dunia internasional. Kami siap memperkenalkan budaya kami, khususnya sektor wastra yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya.

Selain mempromosikan wastra, Bobby juga menyinggung kekayaan kuliner Sumut yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan.

“Kalau dari sisi kuliner di Sumatera Utara, khususnya Medan, katanya cuma ada dua rasa. Enak dan enak sekali,” ucap Bobby yang disambut tawa para tamu undangan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengaku terkesan dengan tradisi pembuatan ulos yang masih terjaga di kawasan Danau Toba.

Menurutnya, ulos bukan hanya kain tradisional, tetapi bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat Batak yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Yang paling membekas di hati saya adalah melihat bagaimana ulos tetap hidup sebagai bagian dari keseharian masyarakatnya. Di balik setiap lembar ulos, ada tangan-tangan terampil para perempuan Batak yang menjaga tradisi itu tetap hidup,” kata Widiyanti.

Ia menilai keberlangsungan tradisi lokal menjadi kekuatan utama dalam membangun karakter destinasi wisata yang sulit ditiru daerah lain.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, mengatakan tema “Ulos Simetria” menggambarkan keseimbangan antara pelestarian budaya dan inovasi dalam industri mode.

“Selama lima hari kita telah menyaksikan kreativitas terbaik anak bangsa, pertemuan ide dan inovasi, serta kolaborasi yang memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan mode di kawasan dan dunia,” ujar Poppy. (Reza)