Hapus Status Kumuh Desa Percut Lewat Penataan Terpadu

redaksi
19 Jun 2026 14:41
Medan News 0 29
3 menit membaca

 

DELISERDANG, kaldera.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mulai mempercepat penataan kawasan kumuh di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, melalui kegiatan Lomba Mural Kreatif yang digelar di benteng aliran Sungai Percut, Jalan M Yusuf Jintan, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkimtan), dan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (P3AP2KB), tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Deli Serdang 2026, Hari Jadi ke-80 Kabupaten Deli Serdang, dan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Sebanyak 17 tim yang terdiri dari siswa SD, SMP, guru, warga Desa Percut hingga komunitas mural di Kabupaten Deli Serdang turut ambil bagian dalam lomba yang berlangsung selama satu hari tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang, Rio Laka Dewa, mengatakan Desa Percut dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu pintu gerbang penting menuju Kabupaten Deli Serdang sekaligus dikenal sebagai kawasan wisata kuliner seafood.
Menurutnya, perubahan wajah kawasan membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah agar penataan lingkungan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi antarperangkat daerah, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan kawasan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dinas Lingkungan Hidup, Perkimtan, maupun P3AP2KB harus bersinergi untuk mewujudkan kawasan yang lebih baik,” kata Rio.

Ia menjelaskan, lomba mural tidak hanya menjadi wadah kreativitas masyarakat, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan. Pemerintah berharap perubahan yang dilakukan tidak berhenti pada aspek fisik kawasan, melainkan juga membentuk budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami ingin kawasan ini berubah bukan hanya dari tampilannya, tetapi juga dari peradaban dan kesadaran masyarakatnya. Ke depan, perubahan itu harus dijaga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Deli Serdang, Yetty Sembiring, mengungkapkan Desa Percut selama ini masuk dalam kategori kawasan kumuh berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari kondisi permukiman, pengelolaan sampah, sanitasi hingga perilaku hidup sehat masyarakat.

Karena itu, pihaknya berupaya mengubah citra kawasan tersebut melalui konsep Kampung Berkah, yakni kawasan bebas kumuh yang tertata rapi, bersih, asri, dan harmonis.

“Karena itu kami ingin mengubah stigma tersebut dengan menghadirkan konsep Kampung Berkah, kampung bebas kumuh yang rapi, asri, dan harmonis,” ujar Yetty.

Menurutnya, mural yang dibuat peserta diharapkan dapat memperkuat pesan perubahan sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat. Penataan kawasan juga diyakini berpotensi mendorong sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian warga setempat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas P3AP2KB Deli Serdang, dr. Alfian Zunaidi Siregar, menekankan pentingnya pembangunan keluarga sehat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan berkualitas.
Ia mengajak masyarakat untuk memperhatikan pola asuh anak, pemenuhan gizi keluarga, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

“Lingkungan yang bersih harus didukung keluarga yang sehat. Ketika lingkungan tertata dan masyarakat kreatif, maka secara otomatis kondisi ekonomi masyarakat juga akan semakin baik,” katanya.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemkab Deli Serdang berharap Desa Percut dapat bertransformasi menjadi kawasan yang bersih, nyaman, produktif, sekaligus menjadi destinasi wisata baru yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah. (Reza)