Hadapan Delegasi PBB, Rico Waas Paparkan Langkah Medan Jadi Kota Hijau Berkelanjutan

redaksi
21 Jun 2026 11:59
Medan News 0 9
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memaparkan komitmen dan strategi Pemerintah Kota Medan dalam mewujudkan kota metropolitan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di hadapan delegasi United Nations Development Programme (UNDP) yang dipimpin Asisten Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus Direktur Regional UNDP Asia dan Pasifik, Kanni Wignaraja.
Pemaparan tersebut disampaikan Rico Waas saat Jamuan Makan Malam dan Cultural Experience yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Sabtu (20/6/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Rico menegaskan pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan lingkungan harus berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan Kota Medan di masa depan.

“Pemko Medan memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kami meyakini pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan perlindungan lingkungan harus berjalan seiring,” kata Rico Waas.
Di hadapan delegasi UNDP, Rico juga memaparkan kondisi pengelolaan sampah di Kota Medan. Berdasarkan data tahun 2024, Kota Medan menghasilkan 632.149,41 ton sampah domestik dan lebih dari 80 persen di antaranya berhasil dikelola serta dikurangi melalui berbagai program dan partisipasi masyarakat.

Menurut Rico, transformasi pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama Pemko Medan. Langkah tersebut diwujudkan melalui modernisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun dan percepatan pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Medan Raya.
Proyek strategis yang didukung pemerintah pusat tersebut diproyeksikan mampu mengolah lebih dari 1.700 ton sampah per hari sekaligus menghasilkan energi listrik dari limbah yang selama ini menjadi persoalan perkotaan.

Untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut, Pemko Medan telah menyiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur, mulai dari pembebasan lahan tambahan, pembangunan akses jalan dan drainase, hingga pengadaan armada truk pengangkut sampah.
“Berbagai langkah yang kami lakukan menunjukkan bahwa proyek PSEL Regional Medan Raya tidak lagi berada pada tahap perencanaan, tetapi telah memasuki fase implementasi melalui penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur pendukung, legalisasi aset, dan berbagai persiapan operasional lainnya,” ujarnya.

Paparan tersebut mendapat apresiasi dari Kanni Wignaraja. Mewakili UNDP yang telah bermitra dengan Indonesia selama hampir enam dekade, ia menilai Kota Medan menunjukkan keseriusan dalam mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan.

“Bagi UNDP, pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan bukanlah sebuah pilihan yang harus dikorbankan salah satunya. Anda bisa melakukan keduanya secara bersamaan, dan saya pikir kota ini sedang menunjukkan hal itu,” kata Kanni.

Ia juga menilai Medan memiliki modal besar untuk berkembang menjadi kota berkelanjutan karena didukung populasi generasi muda yang produktif dan kepemimpinan daerah yang aktif membangun komunikasi dengan masyarakat.

Menurut Kanni, peran kepala daerah sangat penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga melalui keterlibatan langsung dan dialog yang berkelanjutan.
“Ketika Anda menjadi seorang wali kota, Anda benar-benar terlibat dengan masyarakat. Anda mendengar mereka, dan mampu membuat segalanya menjadi lebih baik,” ujarnya. (Reza)