MEDAN, kaldera.id – Persaingan di Grup G Piala Dunia 2026 memasuki fase krusial saat Belgia menghadapi Iran di Stadion Los Angeles dan Selandia Baru berjumpa Mesir di BC Place Stadium, Vancouver, Senin (22/6/2026) WIB. Keempat tim sama-sama mengoleksi satu poin sehingga hasil pertandingan kedua berpotensi menentukan arah perebutan tiket menuju fase gugur.
Belgia datang dengan beban lebih besar setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga pembuka. Tim asuhan Rudi Garcia membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang finis sebagai juara grup sekaligus menghindari tekanan pada laga terakhir melawan Selandia Baru.
Meski gagal menang di pertandingan pertama, kualitas skuad Belgia tetap menjadi yang terbaik di Grup G. Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Youri Tielemans, dan Thibaut Courtois masih menjadi tulang punggung Setan Merah. Namun Belgia mendapat kabar kurang baik setelah winger Jérémy Doku dipastikan absen akibat sakit sehingga opsi serangan dari sisi sayap sedikit berkurang.
Di kubu Iran, pelatih Amir Ghalenoei juga memburu kemenangan perdana setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Tim berjuluk Team Melli itu mengandalkan pengalaman Mehdi Taremi, Alireza Jahanbakhsh, dan Saman Ghoddos untuk meredam dominasi Belgia. Ghalenoei bahkan mengeluhkan waktu persiapan yang lebih singkat dibanding Belgia menjelang pertandingan penting ini.
Secara kualitas individu dan kedalaman skuad, Belgia masih lebih unggul. Namun Iran dikenal memiliki organisasi permainan yang disiplin dan berbahaya melalui serangan balik cepat. Kondisi tersebut membuat laga diperkirakan berlangsung ketat, terutama pada babak pertama.
Sementara itu, pertandingan di Vancouver mempertemukan dua tim yang sama-sama gagal meraih kemenangan pada laga perdana. Selandia Baru bermain imbang 2-2 melawan Iran, sedangkan Mesir menahan Belgia 1-1. Hasil tersebut membuat peluang keduanya menuju fase gugur masih terbuka lebar.
Pelatih Selandia Baru Darren Bazeley diperkirakan kembali mengandalkan ketajaman kapten Chris Wood sebagai ujung tombak. Penyerang Nottingham Forest itu menjadi figur sentral dalam permainan All Whites yang mengandalkan duel udara dan transisi cepat.
Di sisi lain, Mesir datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pelatih Hossam Hassan menegaskan tidak ada masalah dengan kapten tim Mohamed Salah, yang tetap menjadi tumpuan utama lini depan bersama sejumlah pemain berpengalaman lainnya. Hassan menyebut seluruh skuad berada dalam kondisi siap tempur untuk memburu kemenangan pertama Mesir di turnamen ini.
Secara pengalaman dan kualitas individu, Mesir sedikit lebih diunggulkan. Namun Selandia Baru memiliki keuntungan karena tampil tanpa tekanan dan didukung semangat untuk mencatat sejarah lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.
Jika Belgia mampu mengatasi Iran dan Mesir menundukkan Selandia Baru, persaingan juara Grup G akan mengerucut pada laga terakhir. Sebaliknya, kemenangan Iran atau Selandia Baru akan membuat peta persaingan grup menjadi salah satu yang paling terbuka di Piala Dunia 2026. (Reza)