Ilustrasi
MEDAN, kaldera.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi arah pembangunan kota sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Medan Komisi 4 Ahmad Afandi Harahap, dalam refleksinya terhadap perjalanan Kota Medan yang kini memasuki usia lebih dari empat abad.
Menurut Ahmad Afandi, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan megahnya infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Medan harus tumbuh bukan hanya secara fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga. Kota yang maju adalah kota yang mampu menghadirkan lingkungan yang nyaman, pelayanan publik yang baik, dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat,” ujar Ahmad Afandi, Rabu (1/7/2026).
Ia menilai Kota Medan memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai salah satu kota metropolitan utama di Indonesia. Namun, sejumlah persoalan perkotaan masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Beberapa masalah yang menjadi perhatian antara lain banjir, pengelolaan sampah, penataan lingkungan, infrastruktur dasar, hingga kualitas ruang publik yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.
“Persoalan-persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan program jangka pendek. Dibutuhkan perencanaan yang matang, pengawasan yang kuat, dan konsistensi dalam pelaksanaannya,” katanya.
Sebagai anggota legislatif yang membidangi pembangunan, Ahmad Afandi menegaskan DPRD Kota Medan akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembangunan yang inklusif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM, pedagang kecil, pekerja informal, dan kelompok rentan.
“Pembangunan Kota Medan harus memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh masyarakat. Kita ingin Medan menjadi kota yang tidak hanya terlihat maju dari luar, tetapi juga nyaman dan layak dihuni oleh seluruh warganya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Afandi turut mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Medan dalam melakukan pembenahan kota dan menghadirkan inovasi pelayanan publik. Meski demikian, ia menilai setiap program tetap perlu dievaluasi secara berkala agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga mendorong pemerintah untuk terus membuka ruang dialog dengan masyarakat dalam proses pembangunan.
“Kritik dan masukan dari masyarakat harus dipandang sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun Kota Medan yang lebih baik, bukan sebagai hambatan,” katanya.
Menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks di masa depan, mulai dari pertumbuhan penduduk, perkembangan ekonomi hingga perubahan lingkungan, Ahmad Afandi menilai dibutuhkan kepemimpinan yang kuat serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Di usia ke-436 tahun, ia berharap Kota Medan dapat terus berbenah menjadi kota yang lebih tertata, bersih, aman, nyaman, dan mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga.
“Selamat Hari Jadi ke-436 Kota Medan. Mari terus membangun Medan dengan semangat kebersamaan, kritik yang konstruktif, dan komitmen menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan rakyat,” pungkasnya. (Reza)