Dari Tapanuli Tengah ke Dunia, SMA Matauli Sekolah Negeri Pertama Raih Pengakuan Internasional

redaksi
10 Jul 2026 21:37
Medan News 0 5
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – SMA Negeri 1 Matauli Pandan mencatat sejarah baru di dunia pendidikan Indonesia setelah resmi memperoleh otorisasi International Baccalaureate (IB) Diploma Programme dan bergabung dalam jaringan IB World School. Capaian tersebut menjadikan sekolah yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah itu sebagai sekolah menengah atas negeri pertama di Indonesia yang menyelenggarakan program pendidikan berstandar internasional tersebut.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pengawas Yayasan Matauli Fitri Krisnawati Tandjung, Kepala SMA Negeri 1 Matauli Pandan Deden Rachmawan, serta para siswa di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (10/7/2026).

Menurut Bobby, keberhasilan SMA Negeri 1 Matauli Pandan meraih otorisasi IB Diploma Programme merupakan pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi sekolah tetapi juga bagi Sumatera Utara.

“Kami yang lahir lebih dahulu belum memiliki kesempatan untuk bersekolah di sekolah dengan sertifikasi IB seperti yang kalian rasakan saat ini. Ini adalah hasil kerja keras yang patut diapresiasi. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga Matauli menjadi kebanggaan Sumatera Utara,” ujar Bobby.

Ia menilai keberadaan sekolah berstandar internasional tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sumatera Utara di masa depan.

Bobby juga menegaskan sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan agar mampu bersaing secara global.

Menurutnya, SMA Negeri 1 Matauli Pandan diharapkan menjadi barometer sekolah unggulan yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu melahirkan lulusan berdaya saing internasional.

Dalam pertemuan itu, Bobby turut berdialog dengan para siswa mengenai cita-cita mereka. Sejumlah siswa mengaku ingin menjadi polisi, hakim, ahli pertambangan hingga ahli nuklir.

Gubernur kemudian mendorong para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan akademik dan keterampilan guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Matauli, Fitri Krisnawati Tandjung, menyebut capaian tersebut sebagai tonggak sejarah bagi dunia pendidikan nasional.

Menurutnya, SMA Negeri 1 Matauli Pandan kini menjadi sekolah negeri pertama di Indonesia sekaligus sekolah negeri pertama di Sumatera Utara yang memperoleh otorisasi penyelenggaraan IB Diploma Programme.

Fitri mengatakan berbagai tantangan yang pernah dihadapi, termasuk bencana alam yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, tidak menghalangi komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Ke depan, Yayasan Matauli menargetkan semakin banyak siswa yang memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri serta mendapatkan akses beasiswa internasional.

“Kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia dan memperoleh beasiswa, termasuk beasiswa penuh,” katanya.

Dengan status sebagai IB World School, SMA Negeri 1 Matauli Pandan diharapkan mampu menjadi salah satu pusat lahirnya generasi muda Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global. (Reza)