Bobby Nasution Targetkan Gedung Baru SMK Negeri 1 Gido Rampung November 2026, Ingatkan Kontraktor Jangan Kurangi Spesifikasi

redaksi
15 Jul 2026 21:18
News Sumut 0 1
3 menit membaca

 

NIAS, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menargetkan pembangunan lokasi baru SMK Negeri 1 Gido di Desa Somi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, rampung pada November 2026 sehingga dapat segera digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Hal itu disampaikan Bobby saat meninjau progres pembangunan sekolah tersebut, Rabu (15/7/2026).
Menurut Bobby, pembangunan sekolah baru dilakukan karena lokasi SMK Negeri 1 Gido sebelumnya kerap tergenang air dan berada di lahan pertanian basah yang dinilai kurang layak untuk mendukung proses pendidikan.

Selain itu, kondisi lingkungan sekitar sekolah lama juga dinilai memiliki risiko bagi keselamatan siswa karena berada di kawasan yang terhubung dengan aliran sungai.

“SMK sebelumnya sering tergenang. Status lahannya juga lahan pertanian basah. Sedikit hujan saja sudah terjadi genangan. Karena itu dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan lebih layak,” kata Bobby.

Ia menjelaskan pembangunan sekolah tersebut dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Nias dan masyarakat yang menghibahkan lahan seluas dua hektare kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Bobby menyampaikan apresiasi kepada Bupati Nias dan pemilik lahan yang telah mendukung penyediaan lokasi pembangunan sekolah tanpa menggunakan anggaran pengadaan lahan dari pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan masyarakat yang telah menghibahkan lahan sekitar dua hektare untuk pembangunan sekolah ini. Dengan kerja sama yang baik, pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.

Menurut Bobby, pembangunan tahap pertama saat ini sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada November mendatang. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan dengan penambahan ruang kelas pada tahun 2027.

“Target kita November sudah selesai dan bisa digunakan. Tahun depan akan ada penambahan ruang kelas lagi,” katanya.

Selain pembangunan sekolah, Bobby juga menyebut Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah memberikan bantuan keuangan kepada Pemerintah Kabupaten Nias untuk peningkatan akses jalan menuju lokasi sekolah sebesar Rp5 miliar. Uang tersebut telah diserahkan ke Bupati Nias.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas siswa dan masyarakat menuju kawasan pendidikan yang baru.
Dalam kesempatan itu, Bobby memberikan perhatian khusus terhadap kualitas pembangunan sekolah. Ia mengingatkan kontraktor agar melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan tidak mengurangi kualitas material yang telah ditetapkan.

Menurutnya, lokasi pembangunan berada di kawasan yang sebelumnya merupakan area pertanian sehingga kondisi tanah membutuhkan penanganan konstruksi yang lebih hati-hati.

“Harapannya dibangun dengan baik dan hati-hati. Jangan ada yang mengurangi spesifikasi pekerjaan. Karena area ini merupakan bekas lahan pertanian, kondisi tanahnya cukup menantang untuk pembangunan,” tegas Bobby.

Ia menilai kualitas konstruksi harus menjadi prioritas agar bangunan sekolah aman digunakan dalam jangka panjang dan mampu memberikan kenyamanan bagi para siswa.

“Kalau material dan spesifikasi tidak sesuai, tentu akan berbahaya bagi anak-anak yang nantinya belajar di sini. Itu yang terus kami ingatkan,” pungkasnya. (Reza)