Wali Kota Cek Drainase 385 Meter di Sei Agul, Tiga Kawasan Langganan Banjir Jadi Prioritas

redaksi
30 Sep 2026 09:15
Medan News 0 8
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pembangunan drainase sepanjang 385 meter di Jalan Makmur, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Selasa (29/9/2026).

Proyek tersebut ditujukan untuk mengatasi genangan yang selama ini kerap terjadi di sejumlah kawasan permukiman di Medan Barat.

Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Khairul Azmi, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, Kabag Prokopim Arafat Syam dan Camat Medan Barat Maswan Harahap, Rico memastikan pengerjaan berjalan sesuai target dan tidak mengganggu aktivitas warga.

Dalam peninjauan itu, Rico meminta kontraktor memperhatikan akses keluar masuk rumah warga selama proses pembangunan berlangsung. Ia juga menginstruksikan agar saluran drainase yang berada di depan rumah penduduk dilengkapi penutup.

“Pekerjaannya harus dilakukan dengan baik. Akses masyarakat ke rumah-rumah juga harus diperhatikan, jangan sampai pembangunan drainase justru menyulitkan warga,” kata Rico Waas.

Berdasarkan data Dinas SDABMBK, drainase tersebut dibangun menggunakan konstruksi beton berukuran 100 x 120 sentimeter dengan panjang sekitar 385 meter. Saluran dibuat membentuk pola huruf L hingga menuju kawasan rel kereta api di Jalan Adam Malik.

Pembangunan saluran itu dilakukan untuk mengurangi limpasan air yang selama ini menumpuk di kawasan Jalan Karya Sei Agul. Genangan kerap terjadi akibat aliran air dari sejumlah wilayah permukiman tidak tertampung secara optimal.

Kepala Bidang Drainase SDABMBK Medan, Hardy Sibarani, mengatakan proyek tersebut difokuskan untuk mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Jalan Makmur, Jalan Setia dan Jalan Rela.

“Pembangunan drainase ini memiliki panjang sekitar 385 meter dengan spesifikasi ukuran beton 100 x 120 cm. Saluran ini dibuat berbentuk letter L sampai ke arah rel Kereta Api Jalan Adam Malik,” ujarnya.

Menurut Hardy, setelah proyek selesai, aliran air dari kawasan permukiman akan diarahkan menuju saluran drainase eksisting yang terhubung ke Sungai Deli sehingga pembuangan air menjadi lebih lancar.

Dalam proses pengerjaan, sejumlah bangunan yang berada di atas jalur drainase juga ditata ulang. Warga terdampak disebut telah bersedia melakukan pembongkaran dan relokasi agar pembangunan saluran dapat dilakukan sesuai desain.

Dinas SDABMBK menargetkan pembangunan drainase tersebut rampung pada akhir Desember 2026.

Pemko Medan berharap proyek ini dapat mengurangi genangan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga di kawasan Jalan Makmur, Jalan Setia, Jalan Rela dan Jalan Karya setiap kali hujan deras turun. (Reza)