Hari Kesaktian Pancasila, Wagub Surya Ajak Warga Sumut Perkuat Persatuan

redaksi
1 Okt 2026 15:48
Medan News 0 32
2 menit membaca

 

SIMALUNGUN, kaldera.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kesatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat gotong royong, toleransi, keadilan, dan kepedulian sosial menjadi kunci menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajakan tersebut disampaikan Surya saat memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Tugu Letda Sujono, kawasan Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Kamis (1/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Surya menegaskan Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di tengah masyarakat.

“Semangat gotong royong, persatuan, toleransi, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Surya.

Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, kita perkuat semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Sumatera Utara, serta meneguhkan Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Sebelum upacara berlangsung, Surya bersama unsur Forkopimda Sumut melakukan peletakan karangan bunga di Tugu Letda Sujono sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan pahlawan tersebut. Wagub juga menyerahkan bingkisan dan tali asih kepada keluarga almarhum Letda Sujono.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyaksian fragmen tragedi Bandar Betsy yang menggambarkan peristiwa gugurnya Letda Sujono dalam konflik yang terjadi di kawasan perkebunan negara pada 1965.

Pemilihan Bandar Betsy sebagai lokasi peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki nilai historis yang kuat. Kawasan ini menjadi bagian dari sejarah perjuangan Letda Sujono yang gugur saat mempertahankan kepentingan negara.

Karena itu, peringatan yang digelar di lokasi bersejarah tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga sarana mengingat jasa para pahlawan serta menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda.v (Reza)