PKS Soroti Nasib 530 Guru Honorer Medan, Pemko Diminta Jangan Tutup Mata

redaksi
5 Okt 2026 17:17
Medan News 0 40
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Sebanyak 530 guru honorer di Kota Medan masih belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Kondisi ini mendapat sorotan Fraksi PKS DPRD Medan yang meminta Pemerintah Kota Medan segera menyiapkan solusi bagi para tenaga pendidik tersebut.

Sorotan itu disampaikan Ketua Komisi 2 DPRD Medan yang juga Anggota Fraksi PKS, Kasman bin Marasakti Lubis, dalam pemandangan umum Fraksi PKS terhadap Rancangan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2027 pada rapat paripurna DPRD Medan, Senin (5/10/2026).

Kasman mengatakan, ratusan guru honorer tersebut telah bertahun-tahun mengabdi di dunia pendidikan meski dengan tingkat kesejahteraan yang masih terbatas.

“Fraksi PKS mengucapkan terima kasih kepada para guru honorer yang telah turut serta mencerdaskan anak bangsa, meskipun dengan gaji yang rendah,” kata Kasman.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Medan per September 2026, terdapat 530 guru honorer yang belum mendapatkan status PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu.

Karena itu, Fraksi PKS meminta Pemko Medan tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut dan segera menyiapkan langkah konkret untuk memberikan kepastian terhadap status para guru honorer.

“Fraksi PKS meminta Pemerintah Kota Medan menyiapkan solusi terbaik bagi para guru honorer tersebut. Mereka telah mengabdikan diri bertahun-tahun dan memiliki peran penting dalam proses pendidikan di Kota Medan,” tegasnya.

Selain persoalan status kepegawaian, Kasman juga menyoroti perlindungan sosial bagi guru honorer yang bertugas di sekolah negeri.

Ia meminta Pemko Medan memastikan guru honorer di SD Negeri dan SMP Negeri terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga mendapatkan perlindungan saat menjalankan tugas.

Menurutnya, kesejahteraan guru tidak hanya berkaitan dengan penghasilan, tetapi juga jaminan perlindungan sosial yang layak.

“Fraksi PKS mendorong agar Pemerintah Kota Medan memastikan hak dan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Kasman menilai perhatian terhadap guru honorer merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan.

“Peningkatan kualitas pendidikan Kota Medan sangat bergantung pada kualitas dan kesejahteraan para gurunya. Karena itu, keberadaan dan pengabdian guru honorer harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” pungkasnya. (Reza)