Bertanding dengan riang gembira Kontingen KORMI Sumut mampu meraih hasil maksimal. Sebanyak 22 medali emas berhasil diamankan di ajang Festival Olahraga Nasional (Fornas) VII Jawa Barat.
Bertanding dengan riang gembira Kontingen KORMI Sumut mampu meraih hasil maksimal. Sebanyak 22 medali emas berhasil diamankan di ajang Festival Olahraga Nasional (Fornas) VII Jawa Barat.

BANDUNG, kaldera.id – Bertanding dengan riang gembira Kontingen KORMI Sumut mampu meraih hasil maksimal. Sebanyak 22 medali emas berhasil diamankan di ajang Festival Olahraga Nasional (Fornas) VII Jawa Barat.

Hari terakhir pertarungan antar pegiat Inorga dari berbagai provinsi di Indonesia semakin sengit. Kejar-kejaran prestasi kian tampak dengan naik-turunnya klasemen sementara perolehan medali hingga lomba hari terakhir Fornas VII, Bandung, Jawa Barat.

Sumut yang sempat bertengger di peringkat 11 untuk perolehan medali emas hingga Sabtu (8/7/2023) pukul 23.00 WIB terpantau dari aplikasi resmi Fornas VII, https://linktr.ee/fornas.vii, akhirnya harus puas berada di peringkat 12 setelah semua pendataan panitia tuntas pada Minggu (9/7/2023).

Sumut menjadi provinsi ketiga di Pulau Sumatera yang berada di 15 besar klasemen akhir medali Fornas VII Jabar, setelah Sumsel (peringkat 5) dan Lampung (9). Sementara di bawah Sumut ada Sumbar (13) dan Riau (14).

Pertahankan Peringkat

Ketua KORMI Sumut H. Baharuddin Siagian, yang sebelumnya menargetkan naik peringkat dari Fornas VI Palembang, yang saat itu Sumut berada di peringkat 12, mengaku tetap puas meskipun secara peringkat angkanya sama.

Lantaran, ungkap Bahar sapaan karib Kadispora Sumut ini, persaingan pegiat Inorga untuk mendapatkan prestasi pada Fornas VII tahun 2023 ini jauh lebih berat.

Mengingat jumlah provinsi yang mengirimkan pegiatnya lebih banyak serta jumlah Inorga yang dipertandingkanpun bertambah dibanding pada Fornas VI Palembang.

Selain itu juga beberapa pegiat Inorga asal Sumut yang tahun sebelumnya ikutserta dan menghasilkan prestasi, namun tahun 2023 ini tak ikut mengirimkan pegiatnya.

“Alhamdulillah kita sangat mengapresiasi perolehan prestasi Sumut ini di tingkat nasional. Kita yakin perolehan ini juga tidak lepas dari kuatnya support Bapak Gubernur Sumut untuk terus mengembangkan prestasi olahraga serta doa-doa masyarakat Sumut.”

“Kami ucapkan selamat kepada pegiat yang berprestasi mendapatkan emas, perak dan perunggu. Untuk yang belum meraih prestasi jangan sedih, karena sedari awal dan sesuai dengan semboyan KORMI, bahwa olahraga harus kita lakukan dengan bahagia serta riang gembira untuk kebugaran tubuh,” ucap Bahar kepada awak media, Minggu (9/7/2023).

Meski begitu, Bahar meminta agar ke depan Inorga yang berada di bawah naungan KORMI Sumut terus menggenjot pembinaan kepada para pegiat. Agar Sumut semakin menorehkan prestasi lebih baik lagi di masa mendatang, khususnya untuk persiapan Fornas VIII yang akan digelar di Lombok, Provinsi NTB pada tahun 2025.

“Lakukan yang terbaik dan tetap semangat. Yang terpenting semua mesti dilakukan dengan bahagia dan riang gembira untuk kesehatan tubuh. KORMI Sumut sebagai lembaga yang menaungi berbagai induk olahraga rekreasi akan selalu mendukung penuh pembinaan terhadap pegiat,” pungkasnya.

Pegiat Provinsi Lain Capai 6.000 Orang

Sementara, Sekretaris KORMI Sumut Budi Syahputra didampingi Ketua Kontingen Beny Hidayat memaparkan perolehan medali Sumut pada Fornas VII Jabar totalnya 43 medali untuk kategori nomor perlombaan. Rinciannya 16 emas, 20 perak, dan 7 perunggu. Sedangkan untuk kategori eksebisi, Sumut menyabet total 22 medali, terdiri dari 6 emas, 10 perak, dan 6 perunggu.

Budi menyebut, untuk jawara satu Fornas VII digenggam tuan rumah, yakni KORMI Jawa Barat dengan memborong 463 medali, terdiri dari 169 emas, 162 perak, dan 132 perunggu. “Tuan rumah sangat dominan,” tukasnya.

Untuk diketahui, Sumut hanya mengirimkan sekitar 326 pegiat dari 32 Inorga. Sementara provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Lampung mengirimkan 400 hingga 5.000 pegiat dengan jumlah Inorga yang diikuti tentunya lebih banyak pula.(f rozi/red)