Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan

redaksi
30 Jan 2026 12:24
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan 36 event unggulan sepanjang 2026 sebagai strategi mendongkrak sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi daerah di 33 kabupaten/kota.

Langkah itu ditandai dengan peluncuran Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Kamis malam (29/1/2026).

Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan, kepastian jadwal event menjadi kunci menarik wisatawan agar tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di berbagai daerah di Sumatera Utara.

“Calendar of Event ini memberi kepastian kepada wisatawan untuk merencanakan perjalanan. Targetnya jelas, lama tinggal meningkat dan destinasi yang dikunjungi lebih banyak,” kata Surya.

Menurut Surya, pariwisata dan ekonomi kreatif kini menjadi penggerak utama ekonomi daerah, bukan lagi sektor pelengkap. Setiap event diharapkan memberi efek langsung pada pergerakan UMKM, pelaku seni, kuliner, transportasi, hingga perhotelan.

“Event bukan sekadar hiburan. Ketika event berjalan, ekonomi rakyat ikut bergerak,” ujarnya.

Pemprov Sumut menargetkan aktivitas ekonomi berlangsung sepanjang tahun dan tidak terpusat di satu wilayah.

Seluruh daerah, mulai dari kawasan Danau Toba, Kepulauan Nias, hingga kota-kota besar, masuk dalam satu agenda promosi bersama.

Surya juga mengingatkan pemerintah daerah agar serius menyiapkan tiga faktor utama penunjang pariwisata, yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur.

“Wisatawan akan kembali bukan karena acara meriah saja, tapi karena merasa nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menjelaskan, dari total 51 event yang diusulkan daerah, hanya 36 yang lolos kurasi dan ditetapkan sebagai event unggulan 2026.

Enam di antaranya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, yakni Maniamolo Fest (Nias Selatan), Samosir Music International (Samosir), Festival Bunga dan Buah (Karo), Berlabuh (Deliserdang), Gelar Melayu Serumpun (Medan), serta Gebyar Batubara Beranjak (Batubara).

Selain event budaya dan tradisi, Calendar of Event 2026 juga memuat sport tourism, festival musik, ajang fashion, serta kegiatan ekonomi kreatif berskala nasional hingga internasional.

Sektor pariwisata Sumut sendiri menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 268.939 kunjungan, meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemprov Sumut menargetkan tren tersebut terus meningkat pada 2026 melalui sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media. (Reza)