Diduga Cemari Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD Medan Desak Penutupan Pabrik Kecap

redaksi
21 Apr 2026 13:33
Medan News 0 5
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id — Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Medan, Senin (20/4/2026), menuntut penutupan pabrik kecap PT Kilang Kecap Angsa di Jalan Bono, Kecamatan Medan Timur, yang diduga mencemari lingkungan.
Dalam aksinya, massa mendesak DPRD Medan mengeluarkan rekomendasi penutupan pabrik karena limbah udara dan cair dinilai meresahkan warga sekitar.

“Rekomendasikan tutup pabrik kecap. Masyarakat sudah puluhan tahun menderita akibat bau menyengat,” teriak salah satu orator.
Aksi tersebut langsung direspons Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak. Ia turun menemui massa dan menerima aspirasi untuk ditindaklanjuti melalui rapat dengar pendapat (RDP).

Menurut massa, perusahaan harus dikenai sanksi tegas karena diduga telah melakukan pelanggaran lingkungan.
Paul mengaku pihaknya telah meninjau lokasi beberapa waktu lalu dan menemukan adanya gangguan bau yang cukup serius.
“Kami sudah turun ke lokasi sekitar satu bulan lalu. Memang ada bau tak sedap yang mengganggu pernapasan warga,” ujarnya.
Aksi sempat terganggu hujan deras yang mengguyur kawasan DPRD Medan, sehingga pertemuan dilanjutkan di ruang Komisi IV.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati DPRD Medan akan memanggil pihak perusahaan dalam RDP yang dijadwalkan awal Mei 2026 dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan.
“Jika terbukti melanggar, harus segera diperbaiki. Jika tidak mampu, kami akan rekomendasikan penutupan dan pencabutan izin,” tegas Paul. (Reza)