John McGinn
MEDAN, kaldera.id – Persaingan Grup C Piala Dunia 2026 memasuki fase penentuan saat Skotlandia menghadapi Maroko di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Sabtu (20/6/2026). Pada waktu yang hampir bersamaan, Brasil akan meladeni Haiti di Stadion Philadelphia. Hasil kedua pertandingan tersebut berpotensi menentukan peta persaingan menuju babak gugur.
Skotlandia datang dengan modal kemenangan 1-0 atas Haiti pada laga pembuka melalui gol tunggal John McGinn. Tiga poin itu menempatkan The Tartan Army di puncak klasemen sementara. Namun ujian sesungguhnya baru akan mereka hadapi saat berjumpa Maroko yang sukses mencuri satu poin dari Brasil setelah bermain imbang 1-1.
Pelatih Skotlandia, Steve Clarke, diperkirakan tetap mempertahankan pendekatan pragmatis yang sukses mengantar timnya meraih kemenangan pada laga pertama. John McGinn akan menjadi motor permainan di lini tengah, sementara kapten Andy Robertson diharapkan aktif membantu serangan dari sisi kiri. Mengingat posisi mereka saat ini, hasil imbang masih cukup menguntungkan bagi Skotlandia untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Sebaliknya, Maroko yang kini ditangani M. Quahbi diprediksi tampil lebih agresif. Keberhasilan menahan Brasil menjadi bukti bahwa wakil Afrika tersebut memiliki organisasi permainan yang solid serta kemampuan transisi menyerang yang efektif. Dengan mengoleksi satu poin, kemenangan atas Skotlandia akan menempatkan mereka di posisi sangat strategis untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Secara historis, kedua negara pernah bertemu pada putaran final Piala Dunia 1998. Saat itu Maroko menang meyakinkan 3-0 atas Skotlandia pada laga terakhir fase grup. Rekam jejak tersebut menjadi modal psikologis tambahan bagi Singa Atlas menjelang pertemuan kali ini.
Melihat performa di laga pembuka, Maroko sedikit lebih unggul dari sisi kualitas individu dan pengalaman menghadapi tim-tim elite dunia. Namun disiplin permainan Skotlandia berpotensi membuat pertandingan berjalan ketat dan minim gol.
Sementara itu di Philadelphia, Brasil menghadapi tekanan lebih besar. Tim asuhan Carlo Ancelotti belum menunjukkan performa terbaik setelah ditahan Maroko pada pertandingan pertama. Kondisi tersebut membuat kemenangan atas Haiti menjadi target yang tidak bisa ditawar jika ingin mengamankan posisi di papan atas klasemen.
Ancelotti diperkirakan tetap mengandalkan penguasaan bola dan kecepatan serangan dari kedua sayap. Vinicius Junior yang mencetak gol penyama kedudukan saat menghadapi Maroko kembali menjadi tumpuan utama di lini depan. Neymar masih belum dapat dimainkan karena masih menjalani pemulihan cedera betis.
Di sisi lain, Haiti datang tanpa beban meski kalah tipis 0-1 dari Skotlandia. Tim besutan Sebastien Migne memperlihatkan semangat juang tinggi dan beberapa kali merepotkan pertahanan lawan. Haiti diyakini akan kembali mengandalkan permainan disiplin serta serangan balik cepat untuk mencoba mencuri poin dari Brasil.
Dari catatan pertemuan, Brasil memiliki rekor sempurna atas Haiti. Dalam tiga laga internasional sebelumnya, Selecao selalu meraih kemenangan. Pertemuan terakhir terjadi pada Copa America Centenario 2016 ketika Brasil menang telak 7-1.
Berdasarkan kualitas skuad, kedalaman pemain, dan kebutuhan meraih kemenangan, Brasil tetap menjadi favorit kuat untuk mengamankan tiga poin. Jika mampu tampil lebih efektif dibanding laga pertama, Selecao berpeluang besar membuka jalan menuju fase gugur lebih cepat.
Prediksi pertandingan mengarah pada hasil imbang 1-1 antara Skotlandia dan Maroko, sementara Brasil diperkirakan mampu menaklukkan Haiti dengan skor 3-0. Hasil tersebut akan membuat persaingan memperebutkan status juara Grup C berlanjut hingga laga terakhir. (Reza)