Prancis Diburu Tiket 32 Besar, Norwegia-Senegal Berebut Kendali Grup I

redaksi
22 Jun 2026 12:14
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Persaingan Grup I Piala Dunia 2026 memasuki fase penentuan saat Prancis menghadapi Irak di Stadion Philadelphia dan Norwegia bertemu Senegal di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Selasa (23/6/2026). Dua laga tersebut berpotensi mengubah peta persaingan grup sekaligus menentukan tim yang lebih dulu mengamankan tiket ke fase gugur.

Prancis datang dengan modal positif setelah menaklukkan Senegal 3-1 pada pertandingan pembuka. Kemenangan tersebut menempatkan Les Bleus di papan atas klasemen sementara dan membuat pasukan Didier Deschamps hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan langkah ke babak 32 besar.

Menghadapi Irak, Prancis tetap diunggulkan berkat kedalaman skuad yang dimiliki. Kapten tim Kylian Mbappé diperkirakan kembali menjadi andalan di lini depan bersama Bradley Barcola, Michael Olise, dan Ousmane Dembélé. Les Bleus juga memiliki lini tengah yang kuat dengan dukungan Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga.

Namun Irak dipastikan tidak datang sekadar menjadi pelengkap. Tim yang lolos melalui jalur play-off itu masih memiliki peluang untuk bersaing setelah kalah 1-4 dari Norwegia pada laga perdana. Pelatih G Arnold kemungkinan akan menyiapkan pendekatan lebih disiplin dengan mengandalkan serangan balik cepat untuk meredam dominasi Prancis.

Secara kualitas individu dan pengalaman di turnamen besar, Prancis berada beberapa tingkat di atas Irak. Jika mampu mempertahankan efektivitas serangan seperti saat menghadapi Senegal, Les Bleus diprediksi mengamankan kemenangan dan memastikan tempat di fase gugur lebih cepat.
Sementara itu, duel Norwegia kontra Senegal diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Grup I. Norwegia saat ini memimpin klasemen sementara setelah menang meyakinkan 4-1 atas Irak. Dua gol Erling Haaland pada laga tersebut kembali menegaskan statusnya sebagai ujung tombak utama tim asuhan Ståle Solbakken.

Selain Haaland, Norwegia juga memiliki Martin Ødegaard yang menjadi motor permainan dari lini tengah. Kombinasi keduanya menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Senegal yang dikenal kuat dan agresif.

Meski kalah 1-3 dari Prancis, Senegal tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu kekuatan terbaik Afrika. Pelatih Pape Thiaw masih mengandalkan pengalaman Sadio Mané, Kalidou Koulibaly, Idrissa Gana Gueye, serta Ismaïla Sarr untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.

Pelatih Norwegia bahkan mengingatkan anak asuhnya agar tidak menganggap remeh Senegal. Menurut Solbakken, kecepatan transisi dan kemampuan serangan balik Senegal dapat menjadi ancaman serius jika timnya kehilangan konsentrasi.

Hasil pertandingan ini berpotensi menentukan perebutan posisi juara grup. Jika Norwegia menang, mereka akan sangat dekat dengan fase gugur dan hanya membutuhkan hasil positif saat menghadapi Prancis pada laga terakhir. Sebaliknya, kemenangan Senegal akan membuat persaingan Grup I semakin terbuka hingga pertandingan terakhir.

Berdasarkan performa laga pembuka, Prancis dan Norwegia sedikit lebih diunggulkan. Namun Senegal memiliki kualitas untuk menciptakan kejutan, sedangkan Irak akan berjuang menjaga peluang melalui jalur peringkat ketiga terbaik. (Reza)