Sempat Putus, Jembatan Gantung Garuda Kembali Dibuka untuk Warga

redaksi
28 Jul 2026 12:00
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Jembatan Perintis atau yang dikenal sebagai Jembatan Gantung Garuda resmi beroperasi dan kembali menghubungkan Kecamatan Medan Polonia dengan Kecamatan Medan Maimun, Selasa (28/7/2026).

Kehadiran jembatan tersebut mengakhiri kesulitan warga yang selama beberapa bulan terakhir harus memutar jauh, bahkan menyeberang melalui pipa untuk beraktivitas.

Peresmian jembatan yang berada di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia itu dilakukan oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Jembatan gantung sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter itu dibangun selama 51 hari melalui kolaborasi Kodam I/Bukit Barisan, Pemerintah Kota Medan dan masyarakat.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa mengatakan pembangunan jembatan dilakukan sebagai respons atas terputusnya akses penghubung yang selama ini digunakan warga untuk beraktivitas, termasuk menuju sekolah dan pusat ekonomi.

“Beberapa bulan lalu jembatan ini terputus sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Dengan selesainya pembangunan ini, kami berharap akses warga kembali lancar dan membantu aktivitas sehari-hari,” kata Hendy.

Ia menjelaskan jembatan tersebut memiliki kapasitas maksimal empat ton dan meminta masyarakat ikut menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun.

Menurut Hendy, apabila terjadi kerusakan akibat faktor alam maupun kondisi lainnya, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan keberadaan Jembatan Garuda sangat penting karena telah menjadi jalur penghubung utama warga selama puluhan tahun.

Sebelum jembatan baru selesai dibangun, warga bahkan harus menyeberangi sungai melalui pipa yang berada di lokasi tersebut. Kondisi itu sempat menjadi perhatian karena dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah.
“Itu sangat berbahaya. Kondisi tersebut menjadi pesan bagi kami bahwa pemerintah harus hadir dan bergerak cepat memberikan solusi. Alhamdulillah, melalui sinergi dengan TNI, jembatan ini bisa selesai dalam waktu sekitar lima minggu,” ujar Rico.

Ia berharap keberadaan Jembatan Garuda tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini terdampak akibat terputusnya akses penghubung antarwilayah.

Dengan kembali beroperasinya Jembatan Garuda, warga Medan Polonia dan Medan Maimun kini dapat beraktivitas lebih aman dan nyaman, sekaligus mempercepat konektivitas antarpermukiman yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat. (Reza)