INALUM Raih Peringkat Internasional BBB-, Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional

redaksi
12 Sep 2026 11:53
Medan News 0 4
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) meraih peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut memperkuat posisi INALUM di pasar keuangan global sekaligus mendukung pengembangan proyek hilirisasi aluminium nasional.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 7 September 2026, S&P Global Ratings menilai INALUM memiliki posisi strategis dalam Grup MIND ID dan memegang peran penting dalam pengembangan rantai nilai aluminium nasional.

Lembaga pemeringkat internasional itu juga menyoroti kuatnya dukungan MIND ID terhadap INALUM, baik secara strategis maupun finansial, yang dinilai mampu memperkuat profil kredit perusahaan dan mendukung keberlanjutan investasi jangka panjang.

Outlook stabil diberikan karena S&P meyakini kinerja operasional, arus kas, dan dukungan pemegang saham terhadap INALUM akan tetap terjaga dalam beberapa tahun ke depan.

Pencapaian tersebut melengkapi peningkatan peringkat domestik yang diperoleh INALUM dari PEFINDO pada Agustus 2026. Peringkat perusahaan naik dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable setelah tiga tahun bertahan pada level sebelumnya.

Direktur Utama INALUM Melati Sarnita mengatakan peringkat investment grade menjadi pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi perusahaan untuk menjaga kinerja dan tata kelola di tengah agenda ekspansi industri aluminium.

“Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan,” kata Melati.

Menurutnya, INALUM akan terus memperkuat rantai nilai aluminium nasional melalui pengembangan proyek strategis seperti Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 dan Smelter Aluminium 2.

Biaya Produksi Kompetitif

S&P Global Ratings juga menilai INALUM memiliki struktur biaya operasional yang kompetitif. Perusahaan tercatat berada pada kuartil pertama kurva biaya industri aluminium global pada 2026.

Keunggulan tersebut didukung pasokan energi hidro yang stabil serta integrasi bahan baku domestik yang membuat biaya produksi lebih efisien dan tahan terhadap fluktuasi harga aluminium dunia.

Saat ini INALUM mengoperasikan smelter aluminium primer berkapasitas sekitar 275 ribu ton per tahun. Melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), perusahaan juga mengoperasikan SGAR 1 di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

Siapkan Ekspansi Hilirisasi

INALUM tengah mempersiapkan kebutuhan pendanaan untuk mendukung proyek hilirisasi aluminium periode 2026-2029.

Salah satu proyek utama adalah pembangunan SGAR 2 yang akan menambah kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan Smelter Aluminium 2 dengan kapasitas sekitar 600 ribu ton aluminium per tahun.

Jika proyek tersebut terealisasi, kapasitas produksi alumina INALUM akan meningkat dua kali lipat, sementara kapasitas smelter aluminium primer diproyeksikan meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan saat ini.

S&P memperkirakan kondisi industri aluminium masih positif dalam satu hingga dua tahun ke depan, ditopang pasokan global yang ketat dan stabilnya volume penjualan dari fasilitas produksi yang telah beroperasi. (Reza)