Bobby Nasution usai menjenguk para siswa yang dirawat di RSU Efarina Berastagi dan RS Amanda Berastagi, Kamis (10/9/2026) malam.
KARO, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyebut sebagian siswa korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo yang kembali menjalani perawatan diduga mengalami trauma psikologis pascakejadian.
Hal itu disampaikan Bobby usai menjenguk para siswa yang dirawat di RSU Efarina Berastagi dan RS Amanda Berastagi, Kamis (10/9/2026) malam.
Bobby mengatakan, beberapa siswa yang sebelumnya menjadi korban keracunan kembali masuk rumah sakit. Berdasarkan laporan yang diterimanya, gejala yang muncul diduga berkaitan dengan trauma akibat peristiwa yang mereka alami.
“Anak-anak yang menjadi korban keracunan sebelumnya ada yang kembali dirawat. Setelah diperiksa, pendekatan pengobatan yang dilakukan saat ini berbeda karena ada indikasi trauma psikologis,” kata Bobby.
Menurutnya, pada tahap awal penanganan, pemeriksaan difokuskan pada aspek medis dengan melibatkan dokter spesialis anak, saraf, hingga spesialis penyakit dalam. Namun, sejak pekan ini, tim medis juga melibatkan psikolog untuk mendalami kondisi para siswa.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah siswa mengalami trauma yang memicu keluhan fisik saat mengingat kembali kejadian keracunan yang dialami.
“Ada yang ketika mengingat kejadian itu kembali merasakan pusing, sakit perut, bahkan sampai kejang. Karena itu pendekatan pengobatan sekarang juga difokuskan untuk mengurangi traumanya,” ujarnya.
Bobby menegaskan kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya kembali keluhan kesehatan pada sejumlah siswa yang sebelumnya telah dinyatakan membaik.
“Kadang dianggap sudah sembuh, tetapi sakitnya muncul lagi karena faktor mental atau trauma yang masih ada,” katanya.
Ia juga mengungkapkan satu siswa dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara siswa lainnya tetap menjalani perawatan dan pemantauan di Berastagi.
Diketahui, sebanyak 24 siswa korban dugaan keracunan MBG masih menjalani perawatan. Dari 24 orang tersebut, 21 siswa di RSU Efarina Berastagi dan tiga siswa di RS Amanda Berastagi. Dari 24 siswa itu, satu orang siswa yang menjalani perawatan di RSU Efarina dirujuk langsung malam itu ke RSU Haji, Medan untuk mendapatkan perawatan intensif. (Reza)