10 Gubernur se-Sumatera Teken Kesepakatan Pembangunan di Medan

redaksi
5 Sep 2026 11:17
Medan News 0 5
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Sepuluh gubernur di Pulau Sumatera dijadwalkan menandatangani kesepakatan bersama terkait sinergi pembangunan dan kerja sama antardaerah pada Rapat Kerja (Raker) Gubernur se-Sumatera di Medan, 9 September 2026.

Raker tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 yang berlangsung di Medan pada 7-10 September 2026.

Perencana Ahli Utama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumatera Utara Muhammad Armand Effendy Pohan mengatakan kesepakatan itu bertujuan memperkuat sinergi pembangunan antarprovinsi di Sumatera.

“Sebanyak 10 gubernur se-Sumatera akan menandatangani kesepahaman bersama terkait rencana pembangunan, sinergitas, dan kerja sama antardaerah. Ini merupakan langkah strategis yang telah diawali melalui pra-pertemuan di Kemenko Perekonomian sebelumnya,” kata Effendy saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (4/9/2026).

Menurut Effendy, gubernur yang akan menandatangani kesepakatan tersebut berasal dari Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Kesepakatan itu diarahkan untuk memperkuat koordinasi pembangunan antarprovinsi, menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan agenda nasional, serta mendorong kerja sama lintas wilayah pada sektor-sektor strategis.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pertukaran data, inovasi, dan praktik terbaik antardaerah guna mendukung pembangunan Sumatera yang lebih terintegrasi dan berdaya saing.

Ruang lingkup kerja sama meliputi ketahanan pangan, pertanian, perkebunan dan agribisnis, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, industri dan produk halal, konektivitas logistik, serta infrastruktur transportasi antarwilayah.

Kesepakatan tersebut juga mencakup promosi investasi bersama, kelestarian lingkungan hidup, mitigasi bencana, ketahanan iklim, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan sosial, hingga integrasi transformasi digital dan sistem data terpadu.

Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sonny A. Soekoer mengapresiasi langkah Sumatera Utara yang menjadi tuan rumah sekaligus koordinator provinsi kerja sama IMT-GT di Indonesia.

Menurutnya, posisi Sumut dinilai strategis untuk mengintegrasikan berbagai prioritas pembangunan provinsi di Sumatera ke dalam forum kerja sama subregional Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

“Sumut memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga infrastruktur konektivitas. Peran Sumut sebagai koordinator sangat krusial untuk mengintegrasikan prioritas pembangunan seluruh provinsi di Sumatera agar dapat diakomodasi dalam forum subregional bersama Malaysia dan Thailand,” ujar Sonny. (Reza)