Rico Waas saat menggelar program Sapa Warga di Jalan Sari Rejo, Gang Sarena, Kelurahan Beringin, Sabtu (3/10/2026).
MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi banjir di Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang. Selain pembenahan drainase dan normalisasi aliran sungai, Pemko Medan juga menargetkan pemasangan 10.000 kamera pengawas (CCTV) di seluruh Kota Medan mulai tahun depan.
Komitmen tersebut disampaikan Rico Waas saat menggelar program Sapa Warga di Jalan Sari Rejo, Gang Sarena, Kelurahan Beringin, Sabtu (3/10/2026).
Didampingi Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, pimpinan perangkat daerah dan Camat Medan Selayang Huznul Hafiz Rambe, Rico mendengarkan langsung berbagai keluhan masyarakat, terutama terkait banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
Rico mengaku masih mengingat kondisi Beringin saat banjir besar pada akhir 2025. Saat itu, lumpur dan air masuk ke permukiman warga hingga merusak rumah dan harta benda.
“Pemerintah harus hadir. Tapi tidak mungkin hanya bertahan saja, harus dicarikan solusinya. Harus ada solusinya,” tegas Rico.
Menurutnya, persoalan utama berada pada aliran air di Lingkungan V dan VI yang berada di kawasan lebih rendah sehingga rentan tergenang ketika debit Sungai Babura meningkat.
Untuk mengatasi persoalan itu, Pemko Medan tengah mengkaji pembangunan drainase dari Jalan Saudara menuju Sungai Babura, termasuk pembangunan crossing menuju aliran sungai sebelum jembatan arah Polonia.
Selain itu, Pemko juga merencanakan pembangunan Parit Gergaji sepanjang sekitar 300 meter dan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera II terkait kemungkinan pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Babura.
“Kalau posisi daerah kita ini sudah di bawah, mungkin dibutuhkan supaya air tidak meluber kemari,” ujarnya.
Rico meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melakukan kajian menyeluruh agar seluruh opsi penanganan banjir dapat dimasukkan dalam perencanaan pembangunan tahun berikutnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga PB Selayang II. Menanggapi hal itu, Pemko Medan berencana membangun saluran u-ditch di Jalan Kenanga sepanjang sekitar 1,2 kilometer serta memperbaiki sebagian drainase di Jalan Bunga Wijaya Kesuma.
Selain persoalan banjir, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan di sejumlah titik. Menanggapi hal tersebut, Rico meminta lampu jalan yang sudah memiliki tiang namun tidak berfungsi segera diperbaiki.
“Kalau yang itu langsung dipasang hari ini,” kata Rico yang disambut tepuk tangan warga.
Di bidang sosial, warga turut mempertanyakan persoalan bantuan sosial dan ketidaksesuaian data penerima. Rico menjelaskan masyarakat dapat melakukan verifikasi dan pembaruan data melalui operator SIKS-NG di kantor lurah, aplikasi Parlinsos, Cek Bansos maupun Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN).
Dalam kesempatan itu, Rico menegaskan program Sapa Warga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, UMKM, kebersihan, keamanan, jalan dan drainase hingga rumah ibadah.
“Problem apa pun silakan sampaikan kepada saya hari ini,” ujarnya.
Terkait keamanan lingkungan, Rico mengungkapkan Pemko Medan tengah menyiapkan program pemasangan 10.000 CCTV yang akan ditempatkan di seluruh wilayah Kota Medan.
“Untuk satu Kota Medan itu kami siapkan 10.000 CCTV. Sepuluh ribu CCTV yang akan kami kontrol semuanya,” katanya.
Menurut Rico, setiap kecamatan direncanakan mendapatkan sekitar 500 unit CCTV yang terhubung ke sistem pemantauan sehingga dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan dan meningkatkan keamanan lingkungan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Medan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menjawab persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya terkait banjir, penerangan jalan dan keamanan lingkungan. (Reza)