Pandemi Corona, 98 Orang Dalam Pengawasan Tim di Sumut

Alwi Mujahit (paling kanan) saat konferensi pers bersama Gubsu dan pihak terkait tentang Virus Corona
Alwi Mujahit (paling kanan) saat konferensi pers bersama Gubsu dan pihak terkait tentang Virus Corona

MEDAN, kaldera.id – Dinas Kesehatan Sumatera Utara menyebut orang dalam pemantauan (ODP) virus corona atau covid-19 mencapai 98 orang. Hingga hari ini kondisi mereka sampai hari ini masih sehat semua.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, sebelumnya jumlah ODP ada 18 orang. Kemudian ditambah dengan 80-an orang yang sebelumnya mengikuti tabligh akbar di
Malaysia.

“Yang ODP masih diawasi, dipantau. Lebih lah dari 18. Itu kan di luar yang jemaah itu. Jemaah kemarin dari Malaysia yang ODP ada 80-an lah,” katanya, Senin (16/3/2020).

Dikatakannya, jumlah warga Sumatera Utara yang mengikuti tabligh akbar di Malaysia, jumlahnya sekitar 105 orang. Pihaknya sudah menelusuri dan diketahui posisinya.
Terhadap mereka, pihaknya melakukan pemantauan dari rumah ke rumah maupun ke tempat komunitasnya misalnya di sebuah rumah ibadah di Marelan.

“Kita lakukan pemantauan terus menerus. Rata-rata mereka masuk Indonesia pada 3 Maret. Jadi besok, tepat hari ke-14. mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” katanya.

Dijelaskannya, sampai saat ini kondisinya masih sehat semua. Namun jika besok atau setelah 14 hari mereka kedapatan menunjukkan adanya gejala sakit, maka mereka akan dirawat di rumah sakit. “Sampai saat ini masih sehat semua. Mudah-mudahan tak ada yang sakit. Kalau sakit ya masuk jadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” katanya

Sementara itu, Kassubag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam
Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, jumlah pasien yang
dirawat di RSUP HAM saat ini terkait covid-19 berjumlah 3 orang.

“Statusnya Pasien Dalam pengawasan (PDP). Pasien PDP belum tentu positif COVID 19, masih menunggu hasil lab dulu,” katanya.

Dijelaskannya, 3 orang PDP tersebut terdiri dari 2 orang laki-laki dan 1 perempuan. “Laki-laki usia 49 tahun dan 43 tahun. Perempuan usia 51 tahun. 1 pasien, laki-laki masuk 14 Maret dan 2 pasien, laki dan perempuan masuk pada 15 Maret malam,” katanya,” katanya. (finta rahyuni)