Site icon Kaldera.id

Insiden Pelatih Biliar Direspon Hardi Mulyono, Gubsu Edy: Itu Jewer Sayang

Ketua Umum Pengprov Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI) Sumut 2012-2016, Dr H Hardi Mulyono Surbakti, MAP

Ketua Umum Pengprov Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI) Sumut 2012-2016, Dr H Hardi Mulyono Surbakti, MAP

MEDAN, kaldera.id – Insiden pelatih biliar Sumut yang dijewer Gubsu Edy Rahmayadi mendapat respon dari Ketua Umum Pengprov Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI) Sumut 2012-2016, Dr H Hardi Mulyono Surbakti, MAP.

“Sumut hanya bisa maju, jika gubernurnya cerdas secara emosional, intelektual dan spritual. Bukan gubernur yang cuma marah-marah dan mempermalukan orang hanya karena hal sepele dan tidak pada konteksnya,” tegas Hardi Mulyono, kepada wartawan, Selasa (28/12/2021)

Hardi Mulyono yang juga Rektor UMN Al-Washliyah Medan itu, mengatakan belum melihat hasil membanggakan dari hasil kerja Edy Rahmayadi selama lebih tiga tahun memimpin Sumut.

Yang banyak dicatat, kata Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumut ini, adalah perilaku kontroversial Edy Rahmayadi. “Yang diajaknya begaduh malah rakyatnya sendiri,” kata Hardi yang juga pernah menjabat Sekretaris Umum PSMS Medan ini

Terpisah, Gubsu Edy Rahmayadi, menglarifikasi insiden dengan pelatih biliar Sumut di PON Papua itu. Edy mengatakan bahwa tindakannya itu merupakan bentuk kasih sayangnya kepada pria yang akrab disapa Coki itu.

“Itu tanda sayang namanya,” ujar Edy seusai acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat Sumut oleh Kementerian ART di rumah dinas gubernur Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (28/12).

Setelah itu, Edy enggan berkomentar banyak soal kejadian itu. “Nanti kami jawab ini urusan tanah dulu,” sebutnya.

Pelatih biliar yang dijewer Gubsu Edy, Khairuddin Aritonang, angkat bicara terkait insiden dirinya yang dijewer dan diusir oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Coki juga membantah informasi yang menyebutkan bahwa dirinya tertidur saat Edy Rahmayadi sedang memberikan kata sambutan sehingga dia tidak tepuk tangan.

“Tidak, aku tak tertidur. Sumpah Demi Allah. Aku dengarkan pak gubernur berbicara,” jelasnya.(reza/yogo/red)

Exit mobile version