Komisi XI Proyeksi Inflasi Masih Ancaman Tahun Depan

0
54
Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengingatkan pemerintah untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus berupaya menekan inflasi di tahun 2024 mendatang
Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengingatkan pemerintah untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus berupaya menekan inflasi di tahun 2024 mendatang

MEDAN, kaldera.id-  Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengingatkan pemerintah untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus berupaya menekan inflasi di tahun 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikannya usai paripurna dengan agenda Penyampaian Pemerintah terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2024.

“Yang pertama kita memang harus tetap menjaga pertumbuhan dan inflasi. Bagaimanapun percuma juga kalau pertumbuhan tinggi tetapi inflasi juga tinggi, itu yang pertama tentunya kita harus jaga,” ungkap Gus Irawan Pasaribu saat ditemui di Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2023).

Dia memprediksi bahwa infrastruktur masih memiliki porsi besar dalam RAPBN 2024. Terlebih pembangunan infrastruktur dinilai mendukung pertumbuhan. Lebih jauh, Politisi Gerindra ini Pembangunan juga menyinggung mengenai masa-masa pesta demokrasi yang akan digelar di awal tahun 2024. Menurutnya, penting untuk menjaga kondusifitas perekonomian di tengah tahun politik.

Dalam KEM-PPKF yang disampaikan Menteri Keuangan RI, disebutkan bahwa pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang akan digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2024. Adapun nilai pertumbuhan ekonomi yang diajukan berada pada rentang 5,3 persen hingga 5,7 persen dengan angka inflasi 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Gus Irawan Pasaribu menuturkan bahwa angka tersebut masih bersifat rancangan dan masih akan menjadi bahan pembicaraan pada rapat-rapat selanjutnya. DPR dijadwalkan akan kembali menggelar Rapat Paripurna pada tanggal 23 Mei 2023 mendatang dengan agenda penyampaian tanggapan fraksi atas KEM-PPKF yang disampaikan pemerintah di hari ini.