Pabrik di Thailand Ketahuan Daur Ulang Masker Bekas

Di seluruh dunia, kasus virus corona telah mencapai 90.933 ribu orang, dan membunuh lebih dari 3.117 orang. Ilustrasi (ist)
Di seluruh dunia, kasus virus corona telah mencapai 90.933 ribu orang, dan membunuh lebih dari 3.117 orang. Ilustrasi (ist)

JAKARTA, kaldera.id – Kepolisian Wihandaeng menggerebek pabrik di Nongsuong, Provinsi Saraburi, Thailand, karena kedapatan mendaur ulang masker medis bekas secara ilegal, dan menjualnya di tengah permintaan meningkat akibat wabab virus corona (Covid-19).

Polisi menemukan enam pekerja yang tengah memilah masker bekas dan menyeterika. Masker tersebut kemudian dilipat dan dimasukkan ke dalam kotak agar terlihat seperti baru.

Namun, salah seorang pekerja mengatakan mereka tak mengetahui asal-usul masker tersebut, karena mendapatkannya dari seorang pedagang.

Kepala Kepolisian Wihandaeng Somsak Kaewsena kemudian meminta Kantor Kesehatan Umum setempat untuk menggugat pabrik daur ulang tersebut karena telah membahayakan masyarakat setempat dan juga calon konsumen.

“Saya telah menghubungi Kantor Kesehatan Umum Wihandaeng untuk mengajukan tuntutan di kantor polisi sebagai penggugat terhadap pabrik,” kata Somsak, Selasa (3/3/2020) seperti dikutip dari Straits Times.

BACA JUGA :  Pelaku UMKM di Nelayan Indah Dapat Bantuan Alat Pemisah Tulang Ikan Dari Bobby

Somsak mengungkapkan, satu pekerja bertugas mendaur ulang 300-400 masker wajah setiap hari. Mereka pun mendapat bayaran sekitar Rp135 sampai Rp180 ribu per hari. “Para pekerja mengatakan mereka dibayar 1 baht (sekitar (Rp450) per masker,” ujar Somsak.

Pihak berwenang juga menyita semua masker wajah dan mengirim beberapa sampel ke Departemen Perdagangan untuk diselidiki asal-usulnya.

Pada Minggu (1/3), Kementerian Kesehatan Thailand mengumumkan korban meninggal berusia 35 tahun karena komplikasi yang disebabkan oleh virus Covid-19.

Sementara itu, jumlah kasus corona di negara tersebut mencapai 43. Sebagian besar korban terinfeksi adalah turis China atau warga Thailand yang telah melakukan kontak dengan para turis.

Di seluruh dunia, kasus virus corona telah mencapai 90.933 ribu orang, dan membunuh lebih dari 3.117 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh dari wabah virus corona tercatat 47.995 orang. (ang/dea/cnn/finta)