Tiga Lokasi Hiburan Malam Ditutup, Bupati Berikan Apresiasi

Bupati Langkat, Terbit Rencana PA
Bupati Langkat, Terbit Rencana PA

Langkat, kaldera.id – Bupati Langkat, Terbit Rencana PA memberikan apresiasi kepada Forkopimda Sumut, yang telah membantu pemerintah daerah melakukan penutupan diskotik dan cafe tak berizin di wilayah Langkat, Binjai dan Deli Serdang.

“Terimakasih, saya ucapkan kepada Kapoldasu, Pangdam I/BB dan Gubsu beserta jajaran, atas bantuannya,”ujar Bupati Langkat di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Jumat (9/4/2021).

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada ribuan masyarakat dari tiga kabupaten/kota atas dukungannya kepada pemerintah dalam melakukan menutup diskotik Sky Garden, Cafe Duku Indah, dan Champion

“Terimakasih atas dukungan semua pihak,” ucapnya.

Diketahui, tiga diskotik ditutup petugas gabungan dari provinsi maupun daerah, Jumat (9/4/2021). Penutupan ini dilakukan sebelum ribuan massa gabungan dari Binjai, Langkat, dan Deli Serdang melakukan aksinya. Pasca penutupan ketiga lokasi diskotik itu, ribuan massa yang rencananya akan turun ke jalan itu memilih untuk membatalkan aksi.

BACA JUGA :  Tingkatkan Angka Kesembuhan Covid, Pemkab Gandeng Semua Pihak

Koordinator aksi untuk Kota Binjai, Sani Abdul Fatah mengucapkan, terimakasih kepada petugas gabungan dari Poldasu, Kodam, Pemkab Deli Serdang, Langkat, Binjai, dan instansi terkait lainnya.

“Kita sangat apresiasi kepada aparat penegak hukum dan pemerintah setempat, baik Binjai, Langkat dan Deli Serdang serta tim gabungan lainnya yang telah menutup tempat maksiat tersebut,” ujar Sani.

Lebih lanjut dikatakan Sani, meski aksi tidak jadi dilakukan, tetapi pihaknya yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa tetap memantau ketiga diskotik tersebut.

“Kita akan terus pantau apakah penutupan itu permanen atau sementara. Karena kita tidak mau generasi muda kita hancur karena narkoba. Kami juga meminta agar barak narkoba dan barak judinya juga harus disegel dan ditutup permanen,” tegasnya.

Apabila ketiga diskotik tidak tutup permanen, maka masyarakat akan turun seperti niat awal. “Keinginan kita tidak ada yang lain, tutup permanen. Kalau masih buka juga, kita gelar aksi,” pungkasnya. (mustivan mahardika)