Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 20 Jan 2026
Wali Kota Medan Minta Hasil Reses DPRD Ditindaklanjuti, Tekankan Sinergi Pembangunan
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri
Wagub Surya Ingatkan Target PAD Harus Rasional dan Berbasis Kajian
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
Pekan Kreatif dan Pengabdian UMA Gelar Talkshow Komunikasi Kesehatan
Diduga Kuasai Rutan Tanjung Gusta, Narapidana Kasus Korupsi Disebut Gunakan Ponsel dan Intimidasi Sesama Warga Binaan
Jelang Musda Golkar Sumut, Andi Suhaimi dan Rahmadian Merapat ke Andar Amin Harahap
Hujan Sekejap Langsung Banjir, Warga Medan Deli Desak Dinas SDABMBK Medan SegeraPerbaiki Seluruh Drainase
Pengurus Daerah Solid Deklarasikan Andar Amin Harahap Maju Ketua Golkar Sumut
PSMS Targetkan Hasil Positif di Kandang Persiraja
Wali Kota Medan Minta Hasil Reses DPRD Ditindaklanjuti, Tekankan Sinergi Pembangunan
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri
Wagub Surya Ingatkan Target PAD Harus Rasional dan Berbasis Kajian
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
Pekan Kreatif dan Pengabdian UMA Gelar Talkshow Komunikasi Kesehatan
Diduga Kuasai Rutan Tanjung Gusta, Narapidana Kasus Korupsi Disebut Gunakan Ponsel dan Intimidasi Sesama Warga Binaan
Jelang Musda Golkar Sumut, Andi Suhaimi dan Rahmadian Merapat ke Andar Amin Harahap
Hujan Sekejap Langsung Banjir, Warga Medan Deli Desak Dinas SDABMBK Medan SegeraPerbaiki Seluruh Drainase
Pengurus Daerah Solid Deklarasikan Andar Amin Harahap Maju Ketua Golkar Sumut
PSMS Targetkan Hasil Positif di Kandang Persiraja
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 488
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Frank Lampard
Baca Juga
Publik Everton Yakin Lampard Mampu Dongkrak Prestasi Tim
01 Feb 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Harganas di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (7/7/2022)
Baca Juga
Mampu Turunkan Stunting di Angka 14%, Jokowi Bakal Berikan Sepeda
07 Jul 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Publik Everton Yakin Lampard Mampu Dongkrak Prestasi Tim
Ditanya Keinginan Warga Kelola PSMS, Bobby Jawab Sekadar
Bobby – Edy Lebih Potensial Menang di Pilgubsu 2024
Ditahan Imbang Persiraja Tanpa Gol, Pelatih PSMS Medan Mohon Maaf
Wali Kota Medan Nonaktifkan Camat Terlibat Kasus Dana Sampah
Pemko Medan Diminta Lebih Perhatikan Kawasan Padat Penduduk, Khusunya Antisipasi Kebakaran

Pos Terkait

Dhiyaul Hayati
2 tahun  lalu
Kembangkan UMKM, FPKS Minta Pemko Medan Perhatikan Lima Hal
Komisi 1 DPRD Medan meminta Inspektorat Pemko Medan memeriksa Lurah Titi Papan, Irwan, dan Camat Medan Deli, Indra Utama, terkait dugaan kecurangan dalam pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling) 14.
3 bulan  lalu
Komisi 1 Minta Inspektorat Periksa Lurah Titi Papan dan Camat Medan Deli
Bobby Nasution menandatangani Kontrak Politik dengan Komite Independen Batak (KIB) for Bobby-Aulia.
5 tahun  lalu
Bobby Nasution Teken Kontrak Politik dengan KIB
Sekretaris Komisi II DPRD Medan, Dhiyaul Hayati
4 tahun  lalu
Honorer di RSUD Pirngadi Medan Masih Dibayar di Bawah UMK
Kolase foto para guru SMKN 1 Siantar korban kecelakaan beruntun di Simalungun, Rabu (24/1/2024)
1 tahun  lalu
Lima Guru SMKN 1 Siantar Gugur, Tabrakan Beruntun saat akan Melayat
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumut menggelar pasar murah di halaman Kantor Gubenur, Jalan Pangeran Diponegoro Medan
4 tahun  lalu
Pemprovsu Buka Pasar Murah Jelang Idul Fitri, Hanya 2 Hari

Trending

01.
2 hari  lalu
Pengurus Daerah Solid Deklarasikan Andar Amin Harahap Maju Ketua Golkar Sumut
02.
6 hari  lalu
Yos Tarigan Jabat Kajari Poso Sulawesi Tengah
03.
1 hari  lalu
Jelang Musda Golkar Sumut, Andi Suhaimi dan Rahmadian Merapat ke Andar Amin Harahap
04.
9 jam  lalu
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
05.
4 hari  lalu
Pemko Medan Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pengisian JPTP Eselon II Kini Lebih Ketat dan Transparan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
Pekan Kreatif dan Pengabdian UMA Gelar Talkshow Komunikasi Kesehatan
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri
Wagub Surya Ingatkan Target PAD Harus Rasional dan Berbasis Kajian
Wali Kota Medan Minta Hasil Reses DPRD Ditindaklanjuti, Tekankan Sinergi Pembangunan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya