Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 21 Mar 2026
Takbir Bergema di Medan, Ribuan Warga Padati Pawai Mobil Hias
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
Kapolri Kerahkan 72 Ribu Personel Amankan Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri
Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di Malam Idulfitri
Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran
Terharu! GIS Medan Santuni Guru Ngaji Jelang Lebaran
Hilal Belum Terlihat, Ramadan Digenapkan 30 Hari
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Takbir Bergema di Medan, Ribuan Warga Padati Pawai Mobil Hias
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
Kapolri Kerahkan 72 Ribu Personel Amankan Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri
Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di Malam Idulfitri
Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran
Terharu! GIS Medan Santuni Guru Ngaji Jelang Lebaran
Hilal Belum Terlihat, Ramadan Digenapkan 30 Hari
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 603
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Rico Waas bersama veteran di sela sela peringatan Hari Pahlawan, Senin (11/10/2025). Foto: dokumen Dinas Kominfo Medan
Baca Juga
Semangat Pahlawan Harus Jadi Inspirasi Dalam Membangun Kota Medan
10 Nov 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara periode 2020- 2025, Dedi Iskandar Batubara.
Baca Juga
Ketua Al Washliyah Sumut Ajak Umat Jihad Tegakkan Islam
29 Feb 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Laboratorium PCR USU Resmi Beroperasi, Hasil Swab Keluar dalam 24 Jam
Imbang, Manchester City Tetap Kokoh Di puncak Klasemen
Sumut Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp431 Miliar ke 37 Negara
Kredit Start-Up Milenial Prabowo – Gibran Solusi Sulitnya Lapangan Pekerjaan
Gus Irawan: Program Makan Bergizi Gratis Sudah Masuk APBN
Akademisi USU: Kembalikan Pancasila jadi Mata Pelajaran Wajib

Pos Terkait

Dalam rangkaian acara Rakorda, DPD Gerindra Sumut gelar diskusi Sumatera Utara Outlook 2022 membahas isu tentang ekonomi di Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (20/12/2021).
4 tahun  lalu
Bedah Proyeksi Ekonomi 2022, Gus Irawan Undang OJK dan Dahnil Anzar
Personel Satreskoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap dan menggagalkan peredaran 3,1 kilogram heroin dari dua orang tersangka.
4 tahun  lalu
Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 3,1 Kg Heroin
UINSU bekerjasama dengan panitia pelaksana kegiatan MTQN tingkat Sumut menggelar seminar internasional terkait konsep dan praksis masyarakat bermartabat dalam perspektif Al Qur'an dan masyarakat bermartabat.
4 tahun  lalu
Konsep Masyarakat Bermartabat Dalam Perspektif Al Qur’an Diseminarkan
BPJS Kesehatan adalah salah satu bentuk pelayanan pemerintah terhadap masyarakat di dalam sektor kesehatan. Namun perlu diketahui, terdapat sejumlah penyakit yang tidak ditanggung BPJS.
4 tahun  lalu
21 Penyakit Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Berikut Daftarnya
Aulia Rachman berfoto bersama sejumlah siswa di SMA Hang Tuah, Belawan
3 tahun  lalu
Aulia Sampaikan Sejumlah Pesan Kepada Siswa SMA Hang Tuah, Salah Satunya Jangan Cengeng
Ketua KNPI Sumut, Samsir Pohan
5 tahun  lalu
Pembelian Beras 1.000 Ton Jangan Jadi Polemik Baru

Trending

01.
4 hari  lalu
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
02.
6 hari  lalu
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah
03.
4 hari  lalu
Bobby Nasution Temukan Gangguan Distribusi Jelang Lebaran, Harga Pangan Sumut Diklaim Masih Stabil
04.
4 hari  lalu
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
05.
3 hari  lalu
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Kapolri Kerahkan 72 Ribu Personel Amankan Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di Malam Idulfitri
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai
Home Trending Cari Bagikan Lainnya