Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 04 Feb 2026
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
Pelayanan Publik Sumut Diakui Nasional, Ombudsman Beri Opini Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
Musda XI Golkar Sumut Dibuka, Ace Hasan Tegaskan Jangan Sekadar Cari Ketua
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
Pelayanan Publik Sumut Diakui Nasional, Ombudsman Beri Opini Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
Musda XI Golkar Sumut Dibuka, Ace Hasan Tegaskan Jangan Sekadar Cari Ketua
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 515
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Ketua Baznas Kota Medan, Muhammad Nursyam menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Rahmatsyah, Kecamatan Medan Area, Jumat (12/8/2022)
Baca Juga
Baznas Kota Medan Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di 2 Lokasi
12 Agu 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution
Baca Juga
Usai Pandemi Pameran UMKM Skala Besar Bakal Digelar di Medan
13 Feb 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pemprovsu Minta jadi Tuan Rumah Kongres Bahasa 2023
Wamendagri Apresiasi Wali Kota Medan, Bantu Penanganan Pascabencana Aceh Tamiang
Gerindra Binjai Doa Bersama untuk Prabowo Menang di 2024
Putri Candrawathi Divonis 20 Tahun Penjara
Etnis Jawa Sudah Saatnya Tampil di Pilkada Medan
Tak Sekadar Pemberitaan, Media Kontrol Kinerja KPU Medan

Pos Terkait

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino mengecek kesiapan pasukan saat apel personel Operasi Toba 2022, Senin (13/6/2022)
3 tahun  lalu
Mulai 13 Juni Nanti, Knalpot Bising Sama Telpon Sambil Berkendaraan Kena Tilang
Rico Waas saat menerima audiensi dari pengurus Kopinkra Sepatu Kulit Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (28/8/2025).
5 bulan  lalu
Dukung Pengusaha Lokal, Rico Waas Bakal Gelar Sayembara Desain Sepatu
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Suryadi Panjaitan
3 tahun  lalu
Maret, TPA Terjun Bakal Terapkan Sistem Sanitary Landfill
Laga leg kedua babak 16 besar Liga Europa antara AC Milan vs Manchester United, Jumat (19/3/2021) dinihari tadi berkesudahan dengan skor 0-1.
4 tahun  lalu
Terdepak Dari Liga Europa, Ibra: AC Milan Tak Layak Tersingkir
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
5 tahun  lalu
Virus Corona punya Nama Baru, Kematian Capai 1.115 Jiwa
Prabowo Subianto
2 tahun  lalu
Kampanye di Berbagai Daerah, Prabowo Tebar Pesan Pemilu Riang Gembira

Trending

01.
5 hari  lalu
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
02.
5 hari  lalu
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
03.
6 hari  lalu
Periode Kedua Muryanto Amin Dimulai, USU Ditantang Tak Bergerak Biasa-biasa Saja
04.
3 hari  lalu
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
05.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Desak Daerah Tuntaskan R3P dan BNBA untuk Percepat Pemulihan Bencana

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
Home Trending Cari Bagikan Lainnya