Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 31 Jan 2026
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
RKPD 2027 Dibuka, Bobby Nasution Tegaskan Kepala Daerah Wajib Diawasi
Rp472 Miliar Digelontorkan, Pemprov Sumut Gaspol Program Berobat Gratis 2026
Andar Amin Harahap Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Sumut
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
RKPD 2027 Dibuka, Bobby Nasution Tegaskan Kepala Daerah Wajib Diawasi
Rp472 Miliar Digelontorkan, Pemprov Sumut Gaspol Program Berobat Gratis 2026
Andar Amin Harahap Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Sumut
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 509
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Penyuluhan kesehatan via daring oleh Guru Besar Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. dr. M. Fidel Ganis Siregar, M.Ked(OG), Sp.OG(K) di Klinik Sari Mutiara Diski Jl. Binjai KM 12 No. 23, Deli Serdang.
Baca Juga
Prof Fidel Bicara Keluhan Menopause Perempuan Indonesia
02 Okt 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

SMAN 8 Medan.
Baca Juga
Kepsek Dipanggil Disdik, Guru Piket SMAN 8 Medan Emosi
06 Feb 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Syah Afandin Tegaskan Kemajuan Langkat di Masa Depan Ada di Tangan Generasi Muda
Komisi 1 DPRD Medan Apresiasi Kinerja Polres Belawan, Serukan Kolaborasi Atasi Masalah Sosial
Seorang Warga Jadi Korban Penembakan Komplotan Rampok Toko Emas di Simpang Limun
Penyaluran DBH Pajak Triwulan IV 2020 Memang di 2021
Komisi XI Minta Penggunaan Dana Pemulihan Ekonomi Dievaluasi
Menkes Harapkan Banyak Digelar Kompetisi Seperti Bio Farma x MIT Hacking Medicine

Pos Terkait

Rencana Hak Angket yang digulirkan Fraksi NasDem dan Fraksi Persatuan Pembangunan Bintang Indonesia (PPBI) DPRD Deliserdang terhadap Bupati Deliserdang Asri Luddin Tambunan, tampaknya layu sebelum berkembang.
8 bulan  lalu
Hak Angket ke Bupati DS Layu Sebelum Berkembang, Pemberhentian Kades Paluh Kurau sudah Tepat
Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting meninjau finishing pengerjaan proyek penataan alun-alun Siantar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Sumut, Jumat (15/12/2023).
2 tahun  lalu
Penataan Tuntas, Baskami Minta Alun-Alun Siantar jadi Ruang Terbuka Hijau
Sekdakab Asahan, Taufik Zainal Abidin.
5 tahun  lalu
Dukung Pemerintah Pusat, SDM IT Harus Ditingkatkan
Timnas Inggris membuka laga perdana mereka di pentas Piala Dunia 2022 penyisihan Grup B dengan kemenangan besar. Pasukan G Southgate menang 6-2 atas Iran di Stadion Khalifa, Senin (21/11/2022).
3 tahun  lalu
Inggris Menang 6-2 Atas Iran, Penyerang Arsenal Sumbang 2 Gol
Syahrin Harahap (HO-muliavoice)
3 tahun  lalu
MTQ ke 38 Tingkat Provinsi Siap Digelar, Ini Hari dan Lokasi Perlombaan
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu
3 bulan  lalu
Di Depan Cak Imin, Gus Irawan Motivasi Santri Agar Melek Digital dan Jaga Moral

Trending

01.
1 hari  lalu
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
02.
1 hari  lalu
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
03.
6 hari  lalu
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
04.
3 hari  lalu
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
05.
3 hari  lalu
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Home Trending Cari Bagikan Lainnya