Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 18 Mar 2026
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
Bobby Nasution Temukan Gangguan Distribusi Jelang Lebaran, Harga Pangan Sumut Diklaim Masih Stabil
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
4.000 Warga Mudik Gratis, Rico Waas Lepas 123 Bus dari Terminal Amplas
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Gubsu Buka Puasa Bersama dengan Anggota DPRD, Tegaskan Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Sumut
Di Hadapan Menko Polkam, Wagub Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Sumut
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
Bobby Nasution Temukan Gangguan Distribusi Jelang Lebaran, Harga Pangan Sumut Diklaim Masih Stabil
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
4.000 Warga Mudik Gratis, Rico Waas Lepas 123 Bus dari Terminal Amplas
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Gubsu Buka Puasa Bersama dengan Anggota DPRD, Tegaskan Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Sumut
Di Hadapan Menko Polkam, Wagub Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Sumut
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 596
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

MUI Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada MUI Pusat karena telah mengeluarkan Fatwa Nomor 72 Tahun 2023 yang membahas pemahaman terhadap ayat Qul Huwa Allahu Ahad, yang mengklarifikasi bahwa Muhammad adalah Allah
Baca Juga
MUI Sumut Bersyukur MUI Pusat Terbitkan Fatwa No 72/2023
24 Okt 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa Nasution, saat menerima pimpinan massa gerakan babi.
Baca Juga
DPRD Sumut: Akhiri Mainan Isu Pemusnahan Babi
11 Feb 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Emas Kembali Alami Penaikan Harga Rp 2.000
Tips Jaga Kesehatan Saat Cuaca Panas, Wajib Tahu!
Mulai 1 Maret, Turis Ke Malaysia Tak Perlu Karantina
Tim Hukum Bobby – Surya Laporkan Aksi Lempar Mobil ke Polrestabes Medan
Panjat Tebing Genjot Persiapan Hadapi PON 2024
Diduga Tidak Sejalan Aturan Hukum, KPPU Panggil 4 Perusahaan Pinjol Penyalur Pinjaman Mahasiswa

Pos Terkait

Kapten Kosta Rika, K Navas dituntut mengerahkan semua kemampuannya untuk menghindari kebobolan dari pemain jerman. (Foto:google)
3 tahun  lalu
Drama Grup E, Siapa Yang Melaju ke Babak 16 Besar
kebakaran yang menghanguskan kapal tanker MT Jag Leela di dermaga galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan, Medan
5 tahun  lalu
Ini Kesaksikan Kebakaran Kapal Jag Leela
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin
3 tahun  lalu
Plt Bupati Arahkan Dana CSR Perusahaan untuk Program Pembangunan Prioritas
Kadis Tenaga Kerja Langkat, Raja Nami menggunting pita menandai diresmikannya Sekretariat BKAG di Stabat, Senin (20/9/2021)
4 tahun  lalu
Kantor BKAG Langkat Diresmikan, Umat Kristiani Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat press confrence di Posko Covid-19 Kota Medan
5 tahun  lalu
Penerapan Kluster Isolasi Menunggu Perwal
Kapolrestabes Medan Kombes Riko memaparkan Anzar tersangka pembunuhan Dodi Sumanto, di Mapolrestabes Medan, Kamis (9/7/2020)
5 tahun  lalu
Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Saksi Pembunuhan

Trending

01.
5 hari  lalu
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat
02.
6 hari  lalu
Pemko Medan Pastikan 8.533 PPPK Paruh Waktu Terima THR dan Gaji ke-13
03.
6 hari  lalu
UMKM Korban Bencana Dapat Relaksasi KUR, Bobby Nasution Kejar Sinkronisasi Data
04.
4 hari  lalu
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
05.
5 hari  lalu
44 Ribu UMKM Sumut Terhimpit Bencana, Pemerintah Gulirkan Relaksasi KUR: Cicilan Ditunda

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Temukan Gangguan Distribusi Jelang Lebaran, Harga Pangan Sumut Diklaim Masih Stabil
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
Home Trending Cari Bagikan Lainnya