Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 25 Jan 2026
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
Tito Karnavian Puji Terobosan Bobby Nasution Atasi Banjir Tukka
Bank Sumut Tantang Jurnalis Bikin Karya Tulis, Hadiah Rp63 Juta Digelontorkan Jelang HPN 2026
40 Tahun Sengketa Kebun USU di Langkat, Warga Minta Kepastian
Rute Baru Dibuka, Gubernur Bobby Ingatkan Maskapai Soal Harga Tiket
Samera Djohor Resmi Luncurkan Rumah Contoh Damara 2
Rico Waas Sentil Pelayanan Publik Pemko Medan: Nilai A Tak Berarti Jika Warga Masih Mengeluh
INALUM PJT I Garap Konservasi Besar-besaran di Danau Toba, 10.000 Biopori hingga 420 Ribu Pohon Ditanam
Tutup Jalan dan Parit Serta Sebabkan Macet Parah, Satpol PP Tertibkab PKL Simpang Limun
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
Tito Karnavian Puji Terobosan Bobby Nasution Atasi Banjir Tukka
Bank Sumut Tantang Jurnalis Bikin Karya Tulis, Hadiah Rp63 Juta Digelontorkan Jelang HPN 2026
40 Tahun Sengketa Kebun USU di Langkat, Warga Minta Kepastian
Rute Baru Dibuka, Gubernur Bobby Ingatkan Maskapai Soal Harga Tiket
Samera Djohor Resmi Luncurkan Rumah Contoh Damara 2
Rico Waas Sentil Pelayanan Publik Pemko Medan: Nilai A Tak Berarti Jika Warga Masih Mengeluh
INALUM PJT I Garap Konservasi Besar-besaran di Danau Toba, 10.000 Biopori hingga 420 Ribu Pohon Ditanam
Tutup Jalan dan Parit Serta Sebabkan Macet Parah, Satpol PP Tertibkab PKL Simpang Limun
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 500
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Liverpool yang terseok-seok di Liga Inggris, namun sangar di Liga Champions
Baca Juga
Liverpool: Terseok di Liga Inggris, Sangar di Liga Champions
11 Mar 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Sumut, Aris Yudhariansyah.
Baca Juga
Sumut Klaim Disiplin Mampu Tekan Covid-19, Tak Perlu PSBB
16 Mei 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Polda Sumut- PHRI Tindaklanjuti MoU Kepariwisataan
Komisi 4 Minta Bangunan di Komplek Utama Geoju Disegel
Hakim PN Medan yang Meninggal di RS Royal Prima Positif Covid-19
Bobby Ingatkan Pramuka Jadi Garda Terdepan Menjaga Alam Sekitar
Kinerja Manajemen Bank Sumut Terus Meningkat, Laba Capai 12,4%
Lewandowski Pemain Terbaik Dunia, Gol Lamela Terima Puskas Award

Pos Terkait

Prabowo Subianto
1 tahun  lalu
Prabowo: Terimakasih MK, Kini Persiapan Masa Depan Indonesia
PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
3 bulan  lalu
INALUM Bersinergi dengan TNI dan Polri Gelar Program Sembako Murah bagi Warga Sekitar Perusahaan
Prabowo Subianto memberikan pidato pertamanya usai ditetapkan sebagai presiden terpilih di Pilpres 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (24/4).
1 tahun  lalu
Pidato Presiden Terpilih Prabowo Subianto: Kita Ingin yang Terbaik untuk Rakyat Indonesia
Hasil drawing 8 besar Liga Champions telah dilakukan di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat (17/3/2023). Dalam drawing yang diwakilkan Sekjend UEFA tersebut, Giorgio Marchetti mempertemukan Real Madrid dengan Chelsea.
2 tahun  lalu
Chelsea Sua Madrid, Napoli dan Milan Bakal Saling Jegal di Babak 8 Besar UCL
Deadline SPT, Siap-siap Terima Surat Cinta Pajak.
5 tahun  lalu
Deadline SPT, Siap-siap Terima Surat Cinta Pajak
Pemulangan Ketiga, 120 TKI dari Malaysia Tiba di Lanud Soewondo
5 tahun  lalu
Pemulangan Ketiga, 120 TKI dari Malaysia Tiba di Lanud Soewondo

Trending

01.
6 hari  lalu
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
02.
6 hari  lalu
Diduga Kuasai Rutan Tanjung Gusta, Narapidana Kasus Korupsi Disebut Gunakan Ponsel dan Intimidasi Sesama Warga Binaan
03.
2 hari  lalu
Jadi Kandidat Terkuat Pimpin Golkar Sumut, Begini Rekam Jejak Andar Amin Harahap
04.
5 hari  lalu
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri
05.
2 hari  lalu
Menjaga Eksistensi Kota Medan yang Multikultural, Al Washliyah Minta Dinas Kebudayaan Dibentuk Lagi

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
Bank Sumut Tantang Jurnalis Bikin Karya Tulis, Hadiah Rp63 Juta Digelontorkan Jelang HPN 2026
Tito Karnavian Puji Terobosan Bobby Nasution Atasi Banjir Tukka
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya