Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 06 Mar 2026
Dana Pusat ke Sumut Melonjak Rp6,3 Triliun, Wagub Surya Desak Percepatan Pemulihan Bencana
Bobby Nasution Resmikan Jembatan Aek Sipange, Akhiri Tragedi Sungai Renggut 8 Nyawa
Gubernur Bobby Targetkan Infrastruktur Rusak Tuntas 2028, Gus Irawan Puji Keseriusan Bobby
Rico Waas Gaspol Perkuat Sinergi Tripartit, Targetkan Medan Jadi Magnet Investasi dan Lapangan Kerja
Zakiyuddin Harahap Salurkan Bantuan Tahap II Korban Siklon Senyar di Medan
THR Wajib Cair H-7 Lebaran, Perusahaan Membandel Bakal Disanksi Tegas
Bupati Langkat Salurkan Bantuan Stimulan Tahap II, PastikanTidak Ada Pemotongan untuk Korban Banjir Langkat
Gubernur Bobby Berangkatkan Qori Asal Paluta Umroh
Polda Sumut Sita 14 Ekskavator di Tambang Emas Ilegal Madina, 7 Orang Turut Diamankan
PAD Hanya Rp400 Juta, Komisi 3 Desak PUD Pasar Hentikan Kerjasama Pihak Ketiga
Dana Pusat ke Sumut Melonjak Rp6,3 Triliun, Wagub Surya Desak Percepatan Pemulihan Bencana
Bobby Nasution Resmikan Jembatan Aek Sipange, Akhiri Tragedi Sungai Renggut 8 Nyawa
Gubernur Bobby Targetkan Infrastruktur Rusak Tuntas 2028, Gus Irawan Puji Keseriusan Bobby
Rico Waas Gaspol Perkuat Sinergi Tripartit, Targetkan Medan Jadi Magnet Investasi dan Lapangan Kerja
Zakiyuddin Harahap Salurkan Bantuan Tahap II Korban Siklon Senyar di Medan
THR Wajib Cair H-7 Lebaran, Perusahaan Membandel Bakal Disanksi Tegas
Bupati Langkat Salurkan Bantuan Stimulan Tahap II, PastikanTidak Ada Pemotongan untuk Korban Banjir Langkat
Gubernur Bobby Berangkatkan Qori Asal Paluta Umroh
Polda Sumut Sita 14 Ekskavator di Tambang Emas Ilegal Madina, 7 Orang Turut Diamankan
PAD Hanya Rp400 Juta, Komisi 3 Desak PUD Pasar Hentikan Kerjasama Pihak Ketiga
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 567
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Rapat koordinasi Percepatan Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi secara virtual, di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Baca Juga
Sumut Terbaik Dalam Pendapatan dan Belanja Daerah
08 Mei 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Gedung Bank Sumut
Baca Juga
Kasus Skimming, Nasabah Puji Respon Cepat Bank Sumut
07 Jul 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Kabaharkam Polri: Terus Galakkan Gerakan Pakai Masker
Angka Kesembuhan Covid-19 di Sumut Kian Bertambah, Total Ada 25 orang
Pemprov Sumut Fokus Kembangkan Tiga Sektor Unggulan: Perkebunan, Perikanan, dan Peternakan
Begini Cara Mendapatkan Kelonggaran Cicilan Kredit akibat Virus Corona
Melalui Spanduk, Warga Langkat Hemat Waktu dan Biaya
Austria – Ukraina, Siapa Lebih Pantas Pendamping Belanda

Pos Terkait

Bobby Afif Nasution Bersama Para Relawan
2 tahun  lalu
Ratusan Kelompok Relawan Temui Bobby Nasution di Kopi Jolo, Ada Apa?
Super Grup Band BTS bakal meramaikan acara pembukaan Piala Dunia 2022
3 tahun  lalu
BTS Bakal Ramaikan Acara Pembukaan Piala Dunia 2022
Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Koordinator Wilayah Sumatera Utara Periode 2022-2025 resmi dilantik, Kamis (12/1/2023).
3 tahun  lalu
Aspikom Korwil Sumut Dilantik: Perkuat Pengembangan Ilmu Komunikasi
Organisasi Patwal Ambulance (OPA) yang bertugas mengawal ambulance dari luar kota menuju Rumah Sakit, Kamis (5/2/2020)
6 tahun  lalu
Tetap Kawal Pasien Sekarat Meskipun Dicaci Maki
Tips agar Tetap Sehat saat Cuaca Panas
2 tahun  lalu
Tips Jaga Kesehatan Saat Cuaca Panas, Wajib Tahu!
Anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerindra, Ade Jona Prasetyo menjadi ketua tim pemenangam Rico Waas - Zakiyuddin pada Pilkada Kota Medan, November 2024 mendatang.
1 tahun  lalu
Ade Jona Ketua Tim Pemenangan Rico Waas – Zakiyuddin

Trending

01.
6 hari  lalu
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
02.
5 hari  lalu
PSMS Medan Kalah 1-2 dari FC Bekasi City, Eko Purdjianto Soroti Kepemimpinan Wasit
03.
6 hari  lalu
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
04.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
05.
4 hari  lalu
Luncurkan Internet Gratis di 8 Kota Wilayah Sumut, Gubernur Bobby Sindir Wali Kota Medan Soal Kamera Gelap

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Resmikan Jembatan Aek Sipange, Akhiri Tragedi Sungai Renggut 8 Nyawa
Gubernur Bobby Targetkan Infrastruktur Rusak Tuntas 2028, Gus Irawan Puji Keseriusan Bobby
Dana Pusat ke Sumut Melonjak Rp6,3 Triliun, Wagub Surya Desak Percepatan Pemulihan Bencana
Home Trending Cari Bagikan Lainnya