Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 13 Feb 2026
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
Investasi Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas: Hak Pekerja Medan Tak Boleh Dilanggar
Tak Mau Asal Jalan, Bobby Cek Langsung Kualitas Makanan Gratis di Gunungsitoli
Siapkan Rp305 Miliar untuk Nias, Bobby Tekan Daerah Bersatu Kejar Target Nias Maju 2029
Komin TV Dongkrak Kinerja, Diskominfo Medan Raih Peringkat II Perangkat Daerah Terinovatif IGA 2025
Dugaan Pencaplokan Aset Pemko di Sekip, DPRD Medan Bakal Panggil Camat Medan Petisah
Rico Waas Buka Pasar Murah di 151 Kelurahan, Gelontorkan Rp4 Miliar dan Warning Keras Soal Kecurangan
Hadiri Meugang dan Petang Belimau, Rico Waas Tegaskan Budaya Adalah Pilar Kekuatan Bangsa
Gubsu Bobby dan Ketum HIPMI Pusat Ajak Pengusaha Muda Jadi Motor Penggerak Ekonomi Sumut
Demi Lima Besar, PSMS Wajib Menang dari Sumsel United
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
Investasi Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas: Hak Pekerja Medan Tak Boleh Dilanggar
Tak Mau Asal Jalan, Bobby Cek Langsung Kualitas Makanan Gratis di Gunungsitoli
Siapkan Rp305 Miliar untuk Nias, Bobby Tekan Daerah Bersatu Kejar Target Nias Maju 2029
Komin TV Dongkrak Kinerja, Diskominfo Medan Raih Peringkat II Perangkat Daerah Terinovatif IGA 2025
Dugaan Pencaplokan Aset Pemko di Sekip, DPRD Medan Bakal Panggil Camat Medan Petisah
Rico Waas Buka Pasar Murah di 151 Kelurahan, Gelontorkan Rp4 Miliar dan Warning Keras Soal Kecurangan
Hadiri Meugang dan Petang Belimau, Rico Waas Tegaskan Budaya Adalah Pilar Kekuatan Bangsa
Gubsu Bobby dan Ketum HIPMI Pusat Ajak Pengusaha Muda Jadi Motor Penggerak Ekonomi Sumut
Demi Lima Besar, PSMS Wajib Menang dari Sumsel United
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 529
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Sudari
Baca Juga
Festival Fashion, Salah Satu Cara Bobby Penuhi Keinginan Warga
02 Agu 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Wagub Sumut Surya
Baca Juga
Wagub Sumut Surya: Dari ‘Anak Kebon’ Jadi Wakil Gubernur
25 Jun 2025

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Karakter Pemuda Sumut harus Mampu Tepis Narkoba
Calon Direksi PD Pembangunan Diingatkan Harus Bisa Kembangkan Kebun Binatang Medan
PPK Pilkada Medan Dilantik 1 Maret 2020
INALUM Bangun Smelter Aluminium Rp104 Triliun di Mempawah
Di Usia ke-433Tahun, Angka Pengangguran di Medan Turun
Maksimalnya Lini Pertahanan Kunci Kemenangan Perdana MU atas Liverpool

Pos Terkait

Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas
10 bulan  lalu
Rico Waas: Pengelolaan Keuangan yang Baik Fondasi Utama Kesuksesan Kota Medan
Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat di lingkungan Pemko Medan menandatangani perjanjian kinerja dengan Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution di Kantor Walikota Medan, Selasa (23/3/2021).
4 tahun  lalu
Kepala OPD dan Camat Tandatangani Perjanjian Kinerja
Sofyan Amrabat
2 tahun  lalu
Xavi Kembali Incar Sofyan Amrabat
Kobaran api melahap Gedung Hotel Madinah Al Munawarroh di kompleks Asrama Haji Medan, Rabu, 30 Juli 2025 siang.
6 bulan  lalu
Bangunan di Asrama Haji Medan Terbakar
Walikota Medan, Bobby Nasution saat meninjau Lapangan Gadjah Mada di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Senin (13/3/2023). Foto:Dinas Kominfo Kota Medan
2 tahun  lalu
Sebelum Lebaran Lapangan Gajah Mada Sudah Berfungsi Kembali
Para pengurus Gema Keadilan Kota Medan
3 tahun  lalu
Tolak Kenaikan Harga BBM, GEMA Keadilan Medan Bakal Aksi Besar besaran

Trending

01.
3 hari  lalu
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
02.
2 hari  lalu
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
03.
6 hari  lalu
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
04.
6 hari  lalu
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
05.
2 hari  lalu
INALUM Bangun Smelter Aluminium Rp104 Triliun di Mempawah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dugaan Pencaplokan Aset Pemko di Sekip, DPRD Medan Bakal Panggil Camat Medan Petisah
Antisipasi Tindakan Kriminalitas Jelang Hari Besar Keagamaan, Dewan Desak Pemko dan Polisi Perketat Pengamanan
Demi Lima Besar, PSMS Wajib Menang dari Sumsel United
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Pengerjaan RSUD Pratama Nias Barat Tuntas
Bupati Langkat Rombak Pejabat Eselon II, Targetkan Percepatan Pemulihan Pascabencana
Home Trending Cari Bagikan Lainnya