Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 27 Jan 2026
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
Pemprov Sumut Gaspol Corporate University, Kompetensi ASN Dikebut
Ubah Perda Pajak, Wagub Sumut Bidik Lonjakan PAD dan Layanan Publik
Wagub Sumut Ikuti Rakor Mendagri, Rehabilitasi Bencana Dikebut
Fokus Buyar Tiga Poin Melayang, PSMS Tumbang di Pakansari
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
Tito Karnavian Puji Terobosan Bobby Nasution Atasi Banjir Tukka
Bank Sumut Tantang Jurnalis Bikin Karya Tulis, Hadiah Rp63 Juta Digelontorkan Jelang HPN 2026
40 Tahun Sengketa Kebun USU di Langkat, Warga Minta Kepastian
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
Pemprov Sumut Gaspol Corporate University, Kompetensi ASN Dikebut
Ubah Perda Pajak, Wagub Sumut Bidik Lonjakan PAD dan Layanan Publik
Wagub Sumut Ikuti Rakor Mendagri, Rehabilitasi Bencana Dikebut
Fokus Buyar Tiga Poin Melayang, PSMS Tumbang di Pakansari
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
Tito Karnavian Puji Terobosan Bobby Nasution Atasi Banjir Tukka
Bank Sumut Tantang Jurnalis Bikin Karya Tulis, Hadiah Rp63 Juta Digelontorkan Jelang HPN 2026
40 Tahun Sengketa Kebun USU di Langkat, Warga Minta Kepastian
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 503
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Ketua PWI Pusat Atal Depari (tengah) bersalaman dengan Farianda P Sinik (kanan) dan M Syahrir (kiri) yang terpilih sebagai Ketua PWI Sumut dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumut 2021-2026
Baca Juga
Ungguli Hermansjah, Farianda Pimpin PWI Sumut 5 Tahun Kedepan
23 Okt 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Sahat B Simbolon
Baca Juga
Gerindra Medan Berduka, Sahat B Simbolon Berpulang
17 Okt 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Presiden Joko Widodo Terima Surat Kepercayaan Dari Duta Besar LBBP 12 Negara
BNI Indonesia Masters 2023, Ajang Adu Gengsi Pemain Berkelas dan Berkualitas
Atasi Angka Kemiskinan Di Sumut, Pemprov harus Berinovasi
Pengembalian Uang Proyek Lampu Pocong ke Kas Pemko Capai 50%, Dewan Minta Transparan
Basarin Diganti dari Pjs Bupati Asahan, Manajer PSMS Calon Kuat Penggantinya
VAR, Selamatkan Wales Dari Kekalahan

Pos Terkait

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi
4 tahun  lalu
PPKM di Sumut Diperpanjang Hingga 28 Juni 2021
Master Juslin Lingga dan Master Mangapul dari Inorga AKTI Sumut diabadikan usai meraih medali emas di Fornas VI Palembang, tadi malam.
3 tahun  lalu
Sumut Tembus 11 Medali Emas di Fornas VI Palembang, AKTI Sapu 14 Medali
Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan, tidak terpenuhinya realisasi pendapatan daerah disebabkan beberapa hal.
4 tahun  lalu
Dana Bagi Hasil Pajak Belum Ditransfer, Pemprovsu Utang Ke Pemko Medan Rp433 Miliar Lebih
5 tahun  lalu
Ini Cara PT Inalum Perangi Penularan Covid-19 di Sumut
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengakui data pengguna QRIS sudah tepat.
2 tahun  lalu
Belanja di Malaysia Bisa Pakai Rupiah via QRIS Mulai Hari Ini
Margaret MS
2 tahun  lalu
PKL Pasar Kapuas Ganggu Pengguna Jalan, Dewan Minta Pasar Kapuas Segera Direvitalisasi

Trending

01.
4 hari  lalu
Jadi Kandidat Terkuat Pimpin Golkar Sumut, Begini Rekam Jejak Andar Amin Harahap
02.
4 hari  lalu
Menjaga Eksistensi Kota Medan yang Multikultural, Al Washliyah Minta Dinas Kebudayaan Dibentuk Lagi
03.
2 hari  lalu
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
04.
5 hari  lalu
Fraksi PSI DPRD Medan Tolak Perubahan Tatib, Soroti Anggaran Wasbang di Tengah Efisiensi
05.
3 hari  lalu
INALUM PJT I Garap Konservasi Besar-besaran di Danau Toba, 10.000 Biopori hingga 420 Ribu Pohon Ditanam

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
Wagub Sumut Ikuti Rakor Mendagri, Rehabilitasi Bencana Dikebut
Ubah Perda Pajak, Wagub Sumut Bidik Lonjakan PAD dan Layanan Publik
Pemprov Sumut Gaspol Corporate University, Kompetensi ASN Dikebut
Home Trending Cari Bagikan Lainnya