Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 14 Jan 2026
Komisi 3 Segera Gelar Rapat Kerja dengan Jajaran Direksi PUD Kota Medan
Rico Waas Buka Musda IX MUI Kota Medan, Harap Lahirkan Keputusan Strategis Organisasi
Pelayanan Publik Kota Medan Raih Nilai A, Tertinggi di Sumatera Utara
Gubernur Bobby Nasution Luncurkan SIMANTAP SUMUT, Administrasi Persuratan Pemprov Sumut Kini Lebih Cepat dan Aman
Dewan: Minimnya PAD dari Sektor Retribusi PBG Akibat Pengawasan Lemah
Yos Tarigan Jabat Kajari Poso Sulawesi Tengah
Pansus Peningkatan PAD Tuding Dinas Perkimcikataru Tidak Serius Maksimalkan Pendapatan dari Sektor Aset
Pemprov Sumut Siapkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
Pemko Medan Segera Tetapkan Fungsi dan Pengelola Gedung Warenhuis
Wakil Wali Kota Binjai Harap Dana Transfer Pusat Dikembalikan untuk Pemulihan Pascabanjir
Komisi 3 Segera Gelar Rapat Kerja dengan Jajaran Direksi PUD Kota Medan
Rico Waas Buka Musda IX MUI Kota Medan, Harap Lahirkan Keputusan Strategis Organisasi
Pelayanan Publik Kota Medan Raih Nilai A, Tertinggi di Sumatera Utara
Gubernur Bobby Nasution Luncurkan SIMANTAP SUMUT, Administrasi Persuratan Pemprov Sumut Kini Lebih Cepat dan Aman
Dewan: Minimnya PAD dari Sektor Retribusi PBG Akibat Pengawasan Lemah
Yos Tarigan Jabat Kajari Poso Sulawesi Tengah
Pansus Peningkatan PAD Tuding Dinas Perkimcikataru Tidak Serius Maksimalkan Pendapatan dari Sektor Aset
Pemprov Sumut Siapkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
Pemko Medan Segera Tetapkan Fungsi dan Pengelola Gedung Warenhuis
Wakil Wali Kota Binjai Harap Dana Transfer Pusat Dikembalikan untuk Pemulihan Pascabanjir
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 475
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Mindfulness merupakan salah satu praktik yang baik untuk menjaga kesehatan mental. Mindfulness bertujuan membuat seseorang lebih fokus dan memusatkan perhatian terhadap situasi saat ini, menerimanya, serta tidak menghakimi.
Baca Juga
Manfaat Mindfulness Bagi Kesehatan Mental
04 Sep 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Relawan Gerakan Istiqomah Sedekah (GIS) kembali melaksanakan kegiatan buka puasa bersama menjelang akhir Ramadan. Setelah melakukan buka puasa bersama anak yatim piatu dan janda dhuafa, kini dengan para penghafal Al Qur'an di salah satu restoran cepat saji yang ada di Medan, Minggu (7/4/2024).
Baca Juga
Relawan GIS Kembali Berbagi Kasih Jelang Lebaran, Kali Ini Bersama Para Penghafal Al Qur’an
08 Apr 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Setelah Menjalani Perawatan Intensif, Tjahjo Kumolo Wafat
Bobby Ingin Kembalikan Kejayaan Medan Sebagai Paris Van Sumatera
Rutan Kabanjahe Rusuh, Kapasitas 193 tapi Dihuni 410 Napi dan Tahanan
Bolehkah Minum Obat Dengan Susu?
Uang Parkir Dikutip 24 Jam, Target Selalu Tak Tercapai
Rico Waas: Penanganan Bencana Harus Terkoordinasi dan Terintegrasi

Pos Terkait

Pimpinan DPRD Langkat periode 2024 - 2029 resmi dilantik melalui sidang paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Langkat, Selasa (19/11/2024).
1 tahun  lalu
Pimpinan DPRD Langkat Periode 2024 -2029 Dilantik, Pj Bupati Langkat: Awal Yang Baik Membangun Kolaborasi
Terkait video viralnya yang diduga dugem di lokasi hiburan malam (diskotik) Pematangsiantar, AKP David Sinaga memberikan klarifikasi.
4 tahun  lalu
AKP David Sinaga: Ada yang Kecewa Saya Berantas Narkoba di Siantar
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin bersama Danyonif 8 Marinir, Letkol Marinir, M Farick
3 tahun  lalu
Syah Afandin Tuliskan Kesan “Bangga Kepada Marinir 8”
Bupati Langkat Syah Afandin
3 bulan  lalu
HUT ke-57 Kadin Langkat, Bupati Syah Afandin Dorong Kebangkitan UMKM
Pemprovsu Buka Seleksi 19 Jabatan Tinggi, Kadispora dan Kadis Bina Marga pun Dilelang
5 tahun  lalu
Kajari Taput Incar Kabiro Hukum Provsu, Kadishub Madina Melamar Kadispora
Forum kerukunan umat Beragama (FKUB) Kota Medan bekerjasama dengan Rumah Moderasi Beragama (RMB) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar lokalatih mediator konflik suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) 15 Mei 2023 hingga 20 Mei 2023 di Hotel Madani, Jalan SM Raja, Medan.
2 tahun  lalu
FKUB Medan dan RMB UINSU Lokalatih Mediator Konflik SARA

Trending

01.
4 hari  lalu
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 42 Perwira, Sejumlah Kapolres dan PJU Diganti
02.
3 hari  lalu
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
03.
4 hari  lalu
Gubernur Sumut : Bentuk Kecintaan Terhadap PSMS dengan Mengenakan Jersey dan Merchandise Original
04.
5 hari  lalu
PSMS Medan Resmi Pecat Kas Hartadi, Eko Purdjianto Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Liga 2
05.
5 hari  lalu
Pemko Batam Serahkan Donasi Bencana Rp4,7 Miliar ke Gubernur Sumut

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Yos Tarigan Jabat Kajari Poso Sulawesi Tengah
Dewan: Minimnya PAD dari Sektor Retribusi PBG Akibat Pengawasan Lemah
Gubernur Bobby Nasution Luncurkan SIMANTAP SUMUT, Administrasi Persuratan Pemprov Sumut Kini Lebih Cepat dan Aman
Pelayanan Publik Kota Medan Raih Nilai A, Tertinggi di Sumatera Utara
Rico Waas Buka Musda IX MUI Kota Medan, Harap Lahirkan Keputusan Strategis Organisasi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya