Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 26 Feb 2026
Syah Afandin Lepas Tim Safari Ramadhan 1447 H, Tegaskan Pemkab Langkat Harus Hadir untuk Rakyat
1.427 Huntara Dikebut, 40 Korban Bencana Sumut Masih Hilang
Menteri Desa Puji Keseriusan Gubernur Bobby Entaskan Nias Utara dari Status Tertinggal
Tarif Parkir Medan Turun, Motor Rp2.000 dan Mobil Rp4.000
Banjir Rusak 10 Jembatan, Sumut Kebut Perbaikan Akses ke Taput–Tapteng
Wagub Surya Tegaskan Aspirasi Reses DPRD Sumut Masuk Skala Prioritas Pembangunan
Tarif Parkir Turun, Zulham Desak Pemko Medan Berantas Kebocoran PAD
Rico Waas Sorot Kinerja RPH Medan: Aset 5,2 Hektare Tak Sejalan dengan Pendapatan
Komisi 3 Desak Dinas Pariwisata Tindak Tegas Hiburan Malam Beroperasi Saat Ramadan
Afif Abdillah Sentil RS di Medan: Jangan Tahan Pasien Darurat Demi Berkas dan Untung
Syah Afandin Lepas Tim Safari Ramadhan 1447 H, Tegaskan Pemkab Langkat Harus Hadir untuk Rakyat
1.427 Huntara Dikebut, 40 Korban Bencana Sumut Masih Hilang
Menteri Desa Puji Keseriusan Gubernur Bobby Entaskan Nias Utara dari Status Tertinggal
Tarif Parkir Medan Turun, Motor Rp2.000 dan Mobil Rp4.000
Banjir Rusak 10 Jembatan, Sumut Kebut Perbaikan Akses ke Taput–Tapteng
Wagub Surya Tegaskan Aspirasi Reses DPRD Sumut Masuk Skala Prioritas Pembangunan
Tarif Parkir Turun, Zulham Desak Pemko Medan Berantas Kebocoran PAD
Rico Waas Sorot Kinerja RPH Medan: Aset 5,2 Hektare Tak Sejalan dengan Pendapatan
Komisi 3 Desak Dinas Pariwisata Tindak Tegas Hiburan Malam Beroperasi Saat Ramadan
Afif Abdillah Sentil RS di Medan: Jangan Tahan Pasien Darurat Demi Berkas dan Untung
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 551
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Aktivitas Jual Beli di Pasar Melati Dihentikan Sementara
Baca Juga
Dari 120 Orang Ikut Rapid Test di Pasar Melati, 5 Orang Dinyatakan Reaktif
23 Sep 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Pemuda Sumatera Utara memiliki potensi yang luar biasa. Salahsatunya dalam hal tapuk kepemimpinan yang diprediksi mampu memperbaiki masa depan Pr Sumatera Utara.
Baca Juga
Refleksi Akhir Tahun, Harus Ada Anak Muda Jadi Pemimpin Sumut
30 Des 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pedagang Pusat Pasar Tolak Revitalisasi Pusat Pasar, Dirut PUD Pasar Dinonaktifkan
Gus Irawan Yakin Fundamental Ekonomi RI Sudah Lebih Kuat Hadapi Krisis
Paripurna Revisi Perda Pengelolaan Sampah Digelar, Dewan Harapkan Pelayanan Lebih Ditingkatkan
Rico Waas Serahkan 8.533 SK PPPK Paruh Waktu Pemko Medan
Dimulai Pekan Ini, Vaksinasi Covid-19 di Sumut hanya Fokus di 3 Kab/kota
Viral Dituduh Larang Pengajian di Masjid Rumah Dinas Gubsu, Bobby Nasution: “Saya Belum Tinggal di Sana!”

Pos Terkait

Dekan FIS UINSU Prof Dr Abdurrahman (dua dari kanan) bersama tim asesmen lainnya berfoto dengan Sekdakab Labura Muhammad Suib (tiga dari kiri). FIS UINSU menjalin MoA dengan Pemkab Labura.
2 tahun  lalu
Penguatan Tri Dharma PT, FIS UINSU Jalin MoA dengan Pemkab Labura
Suasana panggung nonton bareng Indonesian Idol mendukung Lyodra Ginting di Lap Merdeka, malam ini.
6 tahun  lalu
Ribuan Warga Medan Nobar Dukung Lyodra
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution saat meninjau Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 1 Medan, Selasa (4/11/2025). Foto: Dokumen Dinas Kominfo Sumut
3 bulan  lalu
Pelaksanaan TKA di Sumut Lancar
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Surya menyampaikan empat pesan kepada kader Golkar.
9 bulan  lalu
Ini Pesan Wagubsu kepada Kader Golkar
Walikota Medan, Bobby Nasution saat mendampingi Wakapolri, Komjen Pol Agus Andrianto
2 tahun  lalu
Bobby Nasution Dampingi Wakapolri Serahkan 5.000 Paket Sembako ke Masyarakat Sumut
Direktur Bisnis & Syariah Bank Sumut, Syafrizalsyah menyampaikan komitmen Bank Sumut mendukung Kredit Program Perumahan di hadapan Menteri PKP, Maruarar Sirait di Medan, Jumat (10/10/2025). Pernyataan komitmen ini turut disaksikan Mendagri Tito Karnavian, Gubsu Bobby Nasution, sejumlah kepala daerah se-Sumut, asosiasi, dan pelaku usaha.Foto; Dinas Kominfo Sumut
4 bulan  lalu
Dukung Percepatan Program Perumahan Subsidi, Bank Sumut Siap Fasilitasi Kredit Hanya Tiga Hari

Trending

01.
4 hari  lalu
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
02.
4 hari  lalu
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
03.
2 hari  lalu
Setahun Bobby Nasution Pimpin Sumut, Kadin Nilai Ekonomi Tetap Tumbuh dan Respons Bencana Cepat
04.
5 hari  lalu
Setahun Bobby–Surya Pimpin Sumut: Tak Goyah Dihantam Bencana, Sederet Prestasi Ditorehkan
05.
2 hari  lalu
Rico Waas Lantik 213 Pejabat di Ramadan, Tegaskan Mental Tancap Gas

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Tarif Parkir Turun, Zulham Desak Pemko Medan Berantas Kebocoran PAD
Afif Abdillah Sentil RS di Medan: Jangan Tahan Pasien Darurat Demi Berkas dan Untung
Komisi 3 Desak Dinas Pariwisata Tindak Tegas Hiburan Malam Beroperasi Saat Ramadan
Tarif Parkir Medan Turun, Motor Rp2.000 dan Mobil Rp4.000
Rico Waas Sorot Kinerja RPH Medan: Aset 5,2 Hektare Tak Sejalan dengan Pendapatan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya