Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 03 Mar 2026
Bupati Syah Afandin Sidak Pasar Baru, Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idul Fitri
GIS Medan Ajak 70 Ojol Wanita Buka Puasa Bersama, Doakan Kemerdekaan Palestina
4.000 Kursi Mudik Gratis Pemko Medan Ludes dalam Hitungan Jam, Warga Padati Taman Ahmad Yani
Pemprov Sumut Anggarkan Perbaikan Jalan Jembatan Merah–Muarasoma dan Lubukpakam–Galang Tahun 2026
Wabup Langkat Tiorita Surbakti Gas Digitalisasi Dukcapil, Targetkan Layanan Cepat dan Transparan
Tarif Parkir Turun Jadi Rp4.000, Dewan Temukan Jukir Masih Kutip Rp5.000 Tanpa Karcis
Safari Ramadan di Palas, Gubernur Sumut Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Dewan Ingatkan Perusahaan Wajib Bayar THR Tepat Waktu, Tak Boleh Dicicil atau Terlambat
DPRD Medan Gas Revisi Perda Kesehatan, Dorong Transformasi Digital
Gubernur Bobby Tegaskan Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Tuntas Juli 2026
Bupati Syah Afandin Sidak Pasar Baru, Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idul Fitri
GIS Medan Ajak 70 Ojol Wanita Buka Puasa Bersama, Doakan Kemerdekaan Palestina
4.000 Kursi Mudik Gratis Pemko Medan Ludes dalam Hitungan Jam, Warga Padati Taman Ahmad Yani
Pemprov Sumut Anggarkan Perbaikan Jalan Jembatan Merah–Muarasoma dan Lubukpakam–Galang Tahun 2026
Wabup Langkat Tiorita Surbakti Gas Digitalisasi Dukcapil, Targetkan Layanan Cepat dan Transparan
Tarif Parkir Turun Jadi Rp4.000, Dewan Temukan Jukir Masih Kutip Rp5.000 Tanpa Karcis
Safari Ramadan di Palas, Gubernur Sumut Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Dewan Ingatkan Perusahaan Wajib Bayar THR Tepat Waktu, Tak Boleh Dicicil atau Terlambat
DPRD Medan Gas Revisi Perda Kesehatan, Dorong Transformasi Digital
Gubernur Bobby Tegaskan Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Tuntas Juli 2026
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 561
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Ikatan Alumni SMAN 11 eks 10 (11/10) Medan melalui program Alumni Bersedekah menyalurkan 157 paket santunan Ramadhan bagi anak yatim dan keluarga yang membutuhkan dari keluarga besar alumni dan masyarakat sekitar sekolah, Minggu (24/4/2022).
Baca Juga
Alumni SMAN 11/10 Bersedekah Salurkan 157 Paket Ramadhan
25 Apr 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Bupati Langkat Syah Afandin
Baca Juga
Maulid Nabi 1447 H, Bupati Syah Afandin Ajak Warga Langkat Teladani Akhlak Rasulullah
11 Sep 2025

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Gus Irawan: Hadapi Krisis, Suplai Logistik Harus Prioritas
4.000 Kursi Mudik Gratis Pemko Medan Ludes dalam Hitungan Jam, Warga Padati Taman Ahmad Yani
Jadi Isu Lingkungan, Pemerintah Perlu Menyediakan Fasilitas Pengelolaan Sampah
Tarekat Naqsyabandiyah Gelar Salat Idul Adha Hari ini
Simpan Sabu 16 Kg dalam Sepatu dan Paket Kado, Tersangka Di Tembak Mati
Medan tak Bisa Pungut Pajak Hotel OYO dan RedDoorz

Pos Terkait

Caretaker DPD KNPI Medan bersama Dewan Pimpinan Cabang Banteng Muda Indonesia (DPC BMI) Kota Medan bersinergi wujudkan pemuda kreatif dalam mendukung program Pemko Medan.
4 tahun  lalu
Wujudkan Pemuda Kreatif, KNPI dan BMI Medan Dukung Program Pemko
Setelah resmi terbentuk beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (IKA-STIKP), menggelar kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan 1443 H, Jum'at (22/4/2022).
3 tahun  lalu
IKA-STIKP Buka Puasa Bersama, Perkuat Makna Silaturahim di Bulan Suci
Daniel Pinem saat menjenguk warga Jalan Irigasi, Kecamatan Medan Tuntungan, kemarin
2 tahun  lalu
Jenguk Lansia di Medan Tuntungan, Anggota Dewan Ingatkan Warga Jangan Takut Berobat
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Sumut Bobby Nasution dan pihak Pertamina saat rapat darurat. Foto; dokumen Dinas Kominfo Sumut
2 bulan  lalu
Rapat Dengan Gubernur Bobby Nasution, Pertamina Tambah SPBU Beroperasi 24 Jam di Sumut
Lion Air mengonfirmasi layanan penerbangan umrah tetap berjalan, meski Arab Saudi melarang kegiatan ibadah itu sementara waktu. Ilustrasi (ist)
6 tahun  lalu
Dilarang, Lion Air Tetap Terbangkan Jemaah Umrah
Ester Nurumi Tri Wardoyo
2 tahun  lalu
Ester Nurumi Tri Wardoyo Raih Juara Tunggal Putri BNI Indonesia Masters I 2023

Trending

01.
3 hari  lalu
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
02.
6 hari  lalu
Datuk Iskandar Muda Dukung Penertiban Usaha, Minta Berlaku Adil untuk Semua
03.
2 hari  lalu
PSMS Medan Kalah 1-2 dari FC Bekasi City, Eko Purdjianto Soroti Kepemimpinan Wasit
04.
6 hari  lalu
FKUB dan Majelis Agama Dukung Edaran Wali Kota, Tegaskan Bukan Larangan
05.
5 hari  lalu
Rico Waas Sorot Kinerja RPH Medan: Aset 5,2 Hektare Tak Sejalan dengan Pendapatan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Gubernur Bobby Tegaskan Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Tuntas Juli 2026
Tarif Parkir Turun Jadi Rp4.000, Dewan Temukan Jukir Masih Kutip Rp5.000 Tanpa Karcis
Safari Ramadan di Palas, Gubernur Sumut Tekankan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Wabup Langkat Tiorita Surbakti Gas Digitalisasi Dukcapil, Targetkan Layanan Cepat dan Transparan
DPRD Medan Gas Revisi Perda Kesehatan, Dorong Transformasi Digital
Home Trending Cari Bagikan Lainnya