Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 09 Mar 2026
Dr. Abdul Hafiz Kembali Pimpin Al Washliyah Medan Sampai 2031
Rico Waas Puji Sikap Objektif Al-Washliyah di Musda XXII, Dinilai Konsisten Kawal Pembangunan Medan
Peringatan Nuzulul Qur’an di Ramadan Fair Medan, Rico Waas Ajak Warga Jadi Insan Qurani
KORMI Medan Apresiasi Impresario Bimanda MAN 2 Model, Dorong Siswa Aktif di Ekstrakurikuler
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
Tiba Di Lokasi Bencana, HMJ Pendidikan Geografi Gelar Sosialisasi Awal Program Mahasiswa Berdampak Di Desa Salahaji
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
Antrean BBM Merebak di Sumut, Gubernur Bobby Minta Warga Tak Panik
GMNI Langkat Apresiasi Setahun Kepemimpinan Syah Afandin–Tiorita, Tetap Tegaskan Fungsi Kritis Mahasiswa
Dr. Abdul Hafiz Kembali Pimpin Al Washliyah Medan Sampai 2031
Rico Waas Puji Sikap Objektif Al-Washliyah di Musda XXII, Dinilai Konsisten Kawal Pembangunan Medan
Peringatan Nuzulul Qur’an di Ramadan Fair Medan, Rico Waas Ajak Warga Jadi Insan Qurani
KORMI Medan Apresiasi Impresario Bimanda MAN 2 Model, Dorong Siswa Aktif di Ekstrakurikuler
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
Tiba Di Lokasi Bencana, HMJ Pendidikan Geografi Gelar Sosialisasi Awal Program Mahasiswa Berdampak Di Desa Salahaji
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
Antrean BBM Merebak di Sumut, Gubernur Bobby Minta Warga Tak Panik
GMNI Langkat Apresiasi Setahun Kepemimpinan Syah Afandin–Tiorita, Tetap Tegaskan Fungsi Kritis Mahasiswa
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 576
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Dr. Abdul Hafiz Harahap (kanan) terpilih kembali sebagai Ketua PD Al Washliyah 2026-2031 dalam Musda ke 22, 7 Maret 2026.(HO/kaldera)
Baca Juga
Dr. Abdul Hafiz Kembali Pimpin Al Washliyah Medan Sampai 2031
08 Mar 2026

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Soekirman saat di Bandara Soekarno-Hatta akan bertolak ke Korea Selatan, Jumat (15/7/2022).
Baca Juga
Konferensi Internasional di Korsel, Soekirman Perjuangkan Penguatan Kebijakan Pertanian Organik Indonesia
15 Jul 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Dua Lagi Dokter di Medan Meninggal Akibat Covid-19
Presiden Jokowi Resmikan Dua Ruas Tol Indrapura Sumut
Kadis Kesehatan Kota Medan Sah Dicopot
Temui Gubsu, Plt Walkot Tj Balai Minta Bantuan Pembebasan Lahan Hingga Pengerukan Sungai
Kemenkeu Akan Tambah Anggaran Bantuan Beras 8 Triliun Oktober Mendatang
Jaksa Daring Kejatisu Perkuat Sosialiasi P3DN

Pos Terkait

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution
4 tahun  lalu
Bilal Mayit Berusia 60 Tahun Tak Dapat Bantuan Lagi
Kampus Lockdown Mahasiswa Gagal Skripsi hingga Mau Lompat di Plaza
5 tahun  lalu
Kampus Lockdown Mahasiswa Gagal Skripsi hingga Mau Lompat di Plaza
Rapat koordinasi Percepatan Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi secara virtual, di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
10 bulan  lalu
Sumut Terbaik Dalam Pendapatan dan Belanja Daerah
PSG kembali memetik poin penuh di laga kedua Ligue 1 kala menjamu Strasbourg si Stadion Parc des Princes, Minggu (15/8/2021).
4 tahun  lalu
Benamkan Strasbourg 4-2, PSG Masih Kokoh di Klasemen Sementara
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution meninjau gudang penyimpanan bahan pokok untuk pasar murah di Jalan Persatuan STM, Medan Amplas, Kamis (23/4/2020).
5 tahun  lalu
Ada 4 Kebutuhan Pokok Paling Diminati Warga di Pasar Murah Pemko Medan
Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Sumatera Utara Razoki Lubis mendukung kebijakan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin dalam memerangi peredaran narkoba di lingkungan kampus.
4 tahun  lalu
Lembaga Anti Narkoba Sarankan USU Bentuk Tim P4GN

Trending

01.
2 hari  lalu
Antrean BBM di Medan Picu Kepanikan, Pertamina Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran
02.
1 hari  lalu
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
03.
1 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
04.
5 hari  lalu
DPRD Medan Tolak PHK 100 Honorer PUD Pasar, Minta Dirut Evaluasi Internal
05.
19 jam  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
Rico Waas Puji Sikap Objektif Al-Washliyah di Musda XXII, Dinilai Konsisten Kawal Pembangunan Medan
KORMI Medan Apresiasi Impresario Bimanda MAN 2 Model, Dorong Siswa Aktif di Ekstrakurikuler
Peringatan Nuzulul Qur’an di Ramadan Fair Medan, Rico Waas Ajak Warga Jadi Insan Qurani
Dr. Abdul Hafiz Kembali Pimpin Al Washliyah Medan Sampai 2031
Home Trending Cari Bagikan Lainnya