Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 11 Feb 2026
Medan Career Expo 2026 Dibuka, 124 Perusahaan Sediakan 5.515 Lowongan Kerja
Rp7 Triliun Dana Warga Sumut Lari ke Luar Negeri, Bobby Nasution Desak RS Benahi Layanan
DPRD Medan Rekomendasikan Eks Camat Maimun Dipecat
INALUM Bangun Smelter Aluminium Rp104 Triliun di Mempawah
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
Fraksi PKS Dorong Revisi Perda Kesehatan Medan Lebih Responsif
Pemko Medan Gandeng Kejaksaan Kawal Pembangunan Berintegritas
Layanan RS Dinilai Buruk, DPRD Medan Usul Revisi Perda Kesehatan
Gerindra Medan Soroti Tanggung Jawab Pemko dalam Perda Kesehatan
Pemprov Sumut Dukung GPIPS untuk Jaga Inflasi dan Stok Pangan
Medan Career Expo 2026 Dibuka, 124 Perusahaan Sediakan 5.515 Lowongan Kerja
Rp7 Triliun Dana Warga Sumut Lari ke Luar Negeri, Bobby Nasution Desak RS Benahi Layanan
DPRD Medan Rekomendasikan Eks Camat Maimun Dipecat
INALUM Bangun Smelter Aluminium Rp104 Triliun di Mempawah
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
Fraksi PKS Dorong Revisi Perda Kesehatan Medan Lebih Responsif
Pemko Medan Gandeng Kejaksaan Kawal Pembangunan Berintegritas
Layanan RS Dinilai Buruk, DPRD Medan Usul Revisi Perda Kesehatan
Gerindra Medan Soroti Tanggung Jawab Pemko dalam Perda Kesehatan
Pemprov Sumut Dukung GPIPS untuk Jaga Inflasi dan Stok Pangan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 522
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Syafrida R Rasahan
Baca Juga
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
27 Jan 2026

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Gus Irawan: Jika Diperintah Presiden Prabowo Saya Maju Gubsu, Saya Akan Maju
16 Feb 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Hingga Agustus 2023, Kejari Asahan dan Simalungun Juara Restorative Justice
Wagub Sumut Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Sawah di Tapteng, 37 Ribu Hektare Lahan Terdampak Bencana Ditarget Pulih
Pengamat Minta Penyaluran Dana Covid -19 di Sumut Terus Dipantau
Plt Bupati Bersama Baznas Bahas Program Kemaslahatan Umat
Bapanas Perkuat Ketersediaan Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Komisi II Sambut Baik Pembangunan Panti Sosial, Semoga Tidak Sekadar Tempat Penampungan

Pos Terkait

Kapoldasu saat meninjau dapur arang ilegal yang ada di Kabupaten Langkat
2 tahun  lalu
Akibat Penebangan Liar, 700 Hektar Hutan Mangrove di Langkat Hampir Gundul
Pengurusan Adminduk
5 tahun  lalu
Warga Sei Kepayang Barat Ramai-ramai Urus Adminduk
Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting
2 tahun  lalu
Ketua DPRD Sumut Minta Polisi Rutin Patroli dan Sekolah Tingkatkan Pengawasan
Malam Resepsi Kenegaraan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula TRN, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Minggu (17/8/2025).
5 bulan  lalu
Bobby : Sumatera Utara Harus Bisa Menjadi Roda Penggerak di Segala Sektor
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima audiensi pengurus Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (25/9/2025).
4 bulan  lalu
Rico Waas Dorong Digitalisasi Sistem NJOP, Tutup Celah Praktik yang Merugikan Negara
Ini wajah lima Anggota DKPP RI yang baru dilantik.
3 tahun  lalu
Mantan Pimred Gatra Dilantik jadi DKPP

Trending

01.
1 hari  lalu
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
02.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Instruksikan Dirut Baru Bikin Bank Sumut Lebih Progresif
03.
5 hari  lalu
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
04.
6 hari  lalu
Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan Dukungan Program KPID 2026 dan Seleksi Anggota
05.
4 hari  lalu
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
Pemprov Sumut Dukung GPIPS untuk Jaga Inflasi dan Stok Pangan
Syah Afandin Minta ASN Fokus Garap 30 Desa Wisata Langkat
Pelayanan RS Dinilai Buruk, DPRD Medan Usul Revisi Perda Kesehatan
Gerindra Medan Soroti Tanggung Jawab Pemko dalam Perda Kesehatan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya