Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 22 Feb 2026
100 Hari Sikat Narkoba: 526 Kasus Dibongkar, 718 Tersangka Diciduk di Medan
Banjir Kepung Glugur Kota, Dewan Minta Drainase dan Jalan Tuntas Maret
Warga Medan Johor ‘Curhat’ Bansos Tak Turun, Jalan Rusak dan Banjir Parah
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, DPRD Nilai Era Rico–Zaki Buka Puluhan Ribu Kerja
Rico Waas Gaspol Benahi PUD Pembangunan, 4 Aset Dipacu Jadi Mesin Uang
Di Hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wagub Sumut Tegaskan Pemprovsu Tancap Gas Pulihkan Bencana
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
Sekda Langkat Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Religius
Setahun Bobby–Surya Pimpin Sumut: Tak Goyah Dihantam Bencana, Sederet Prestasi Ditorehkan
100 Hari Sikat Narkoba: 526 Kasus Dibongkar, 718 Tersangka Diciduk di Medan
Banjir Kepung Glugur Kota, Dewan Minta Drainase dan Jalan Tuntas Maret
Warga Medan Johor ‘Curhat’ Bansos Tak Turun, Jalan Rusak dan Banjir Parah
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, DPRD Nilai Era Rico–Zaki Buka Puluhan Ribu Kerja
Rico Waas Gaspol Benahi PUD Pembangunan, 4 Aset Dipacu Jadi Mesin Uang
Di Hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wagub Sumut Tegaskan Pemprovsu Tancap Gas Pulihkan Bencana
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
Sekda Langkat Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Religius
Setahun Bobby–Surya Pimpin Sumut: Tak Goyah Dihantam Bencana, Sederet Prestasi Ditorehkan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 547
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Besuk tahanan di Polrestabes Medan dilakukan secara Online dikarenakan mencegah penyebaran Virus Corona.
Baca Juga
Besuk Tahanan di Polrestabes Medan Dilakukan Secara Online
24 Apr 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Kota Medan kembali keluar sebagai juara umum MTQ ke-38 tingkat Sumatera Utara 2022. Tercatat, sudah lima kali secara berturut-turut Kota Medan berhasil meraih prestasi membanggakan ini sejak MTQ tingkat Sumut digelar.
Baca Juga
Medan Lima Kali Berturut – turut Juara Umum MTQ Tingkat Sumut
28 Mar 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Rektor: 4.781 Mahasiswa UINSU KKN dari Rumah dan Kerja Sosial
Nyaris Hattrick, Valencia Sumbang Dua Gol Kemenangan Ekuador di Laga Perdana
Gubernur Sumut Bobby Nasution Bersama Forkopimda Pimpin Pembongkaran THM Diduga Sarang Narkoba
Gerindra Tekankan P-APBD Medan 2025 Harus Pro Rakyat
Plt Ketua Karang Taruna Samsir Pohan di Daftarkan Demokrat Caleg DPRD Sumut
Dugaan Korupsi Ekspor Migor, Ini Peran 4 Tersangka kata Jaksa Agung

Pos Terkait

DPRD Medan bersama Pemko Medan menyepakati 16 rancangan peraturan daerah (ranperda) ke dalam Program Pembentukkan Peraturan Daerah (Propemperda) 2024.
2 tahun  lalu
DPRD dan Pemko Medan Sepakati 16 Ranperda Masuk Propemperda 2024
Kadis Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang Kota Medan, Benni Iskandar
4 tahun  lalu
Kena Dampak Normalisasi, Warga Bantaran Sungai Bederah Dapat Ganti Rugi
Rudiyanto Simangunsong
1 tahun  lalu
Pilkada Kota Medan Harus Berikan Pendidikan Politik Yang Baik ke Masyarakat
Yos A Tarigan
3 tahun  lalu
Setahun Diusut, Kajatisu Idianto Tahan Sekda Samosir dalam Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Wali Kota Medan Rico Waas menyerahkan SPT PBB 2026 kepada camat di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (21/1/2026). Foto; IST
1 bulan  lalu
Wali Kota Medan Serahkan SPT PBB 2026 Lebih Cepat, Kejar Realisasi Pendapatan
sopir Vanessa Angel, Tubagus Joddy
4 tahun  lalu
Jadi Tersangka, Sopir Vanessa Angel Dijerat Pasal Kelalaian UU Lalu Lintas

Trending

01.
6 hari  lalu
Wali Kota Medan Terbitkan SE Penataan Penjualan Daging Non-Halal
02.
4 hari  lalu
Rico Waas Gaspol Revitalisasi Stadion Teladan, Kejar Target Venue AFF U-20
03.
18 jam  lalu
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
04.
4 hari  lalu
Naik Drastis Ke Peringkat 5, Indeks Pencegahan Korupsi Tapsel Kini Zona Hijau
05.
3 hari  lalu
Gerak Cepat Gus Irawan Rekonstruksi Dan Mitigasi Dampak Bencana
Presiden Prabowo Datang, Korban Bencana Bisa Ramadhan di Huntara

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
Sekda Langkat Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Religius
Di Hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wagub Sumut Tegaskan Pemprovsu Tancap Gas Pulihkan Bencana
Rico Waas Gaspol Benahi PUD Pembangunan, 4 Aset Dipacu Jadi Mesin Uang
Home Trending Cari Bagikan Lainnya