Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 16 Mar 2026
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Gubsu Buka Puasa Bersama dengan Anggota DPRD, Tegaskan Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Sumut
Di Hadapan Menko Polkam, Wagub Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Sumut
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah
Aktor Karan S Walia Kembali Berbagi Keberkahan di Ramadan
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Gubsu Buka Puasa Bersama dengan Anggota DPRD, Tegaskan Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Sumut
Di Hadapan Menko Polkam, Wagub Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Sumut
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah
Aktor Karan S Walia Kembali Berbagi Keberkahan di Ramadan
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 593
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Kasman bin Marasakti Lubis
Baca Juga
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
06 Feb 2026

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Peringatan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan di Istana Negara melalui virtual di Command Center Kantor Walikota Medan, Senin (17/8/2020).
Baca Juga
Peringatan HUT Kemerdekaan Jadi Momentum Peningkatan Kecintaan Terhadap Kota Medan
17 Agu 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Program Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat, CaraTetap Memanusiakan Manusia
Bobby Nasution Sebut GAMKI Mitra Strategis Membangun Ruang Kolaborasi
Pejabatnya Digeser, Jabatan Eselon II di 6 OPD Kosong
Jangan Abaikan Kebutuhan Guru Honor, Dewan Minta Penyaluran Insentif Dilakukan Setiap Bulan
DPD Askopis Sumut Perkuat Kolaborasi Prodi KPI: Jalin MoU, Gelar Workshop Kurikulum
Kakak Adik, Gus Irawan Pasaribu Dan Syahrul M Pasaribu Diproyeksi Lolos Ke Senayan

Pos Terkait

Sepakbola dunia sedang berduka. Mantan bek AS Roma, Lazio, dan Inter Milan Sinisa Mihajlovic meninggal dunia.
3 tahun  lalu
Sinisa Mihajlovic, Pemilik Free Kick Maut Eks Inter dan Lazio Mangkat
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh menyebut ada dua korban buntut penembakan di kantor MUI pusat.
2 tahun  lalu
Terdapat Dua Korban Peristiwa Penembakan Di Kantor MUI Terkena Tembakan Dan Pecahan Kaca
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
2 tahun  lalu
BKMG: Sumut Potensi Hujan Deras dan Angin Kencang
Walikota Medan, Bobby Nasution bersama Kapoldasu dan Forkopimda Medan berfoto bersama di mobil patroli 24 jam
2 tahun  lalu
Tekan Aksi Kejahatan Jalanan, Kapoldasu Luncurkan 12 Mobil Patroli 24 Jam
Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu pada resesnya, Senin (8/8/2022) sore di Lingkungan V Pargarutan Batu, Kecamatan Angkola Timur Tapanuli Selatan (Tapsel), mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap investasi bodong.
3 tahun  lalu
Reses Di Tapsel Gus Irawan Ingatkan Warga Hati-hati Investasi Bodong
Ilustrasi melemahnya tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)
1 tahun  lalu
Komisi XI Minta Pemerintah Siapkan Antisipasi Selamatkan Ekonomi Indonesia

Trending

01.
3 hari  lalu
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat
02.
4 hari  lalu
Pemko Medan Pastikan 8.533 PPPK Paruh Waktu Terima THR dan Gaji ke-13
03.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Lantik 308 Pejabat Pemprov Sumut, Tegaskan Jangan Ada Pungli
04.
4 hari  lalu
UMKM Korban Bencana Dapat Relaksasi KUR, Bobby Nasution Kejar Sinkronisasi Data
05.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Larang ASN Sumut Mudik Pakai Mobil Dinas

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Di Hadapan Menko Polkam, Wagub Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Sumut
Yuddy Chrisnandi Soroti Pentingnya Keselarasan Visi Menteri dengan Presiden
Gubsu Buka Puasa Bersama dengan Anggota DPRD, Tegaskan Eksekutif–Legislatif Kompak Bangun Sumut
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
Home Trending Cari Bagikan Lainnya