Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 20 Feb 2026
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Bobby Tegas: Juknis TKD Turun, Dana Langsung Cair
Perkuat Tata Kelola, Direksi Bank Sumut Temui Kajatisu
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
Rico Waas Ultimatum Camat, Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan
Setahun Rico–Zaki, Investasi Medan Melejit Rp14,5 Triliun
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Bobby Tegas: Juknis TKD Turun, Dana Langsung Cair
Perkuat Tata Kelola, Direksi Bank Sumut Temui Kajatisu
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
Rico Waas Ultimatum Camat, Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan
Setahun Rico–Zaki, Investasi Medan Melejit Rp14,5 Triliun
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 544
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Antonius D Tumanggor
Baca Juga
Antonius D Tumanggor Buka Pos Pengaduan Dugaan Kecurang Perekrutan Kepling di Medan
15 Okt 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Para Petani Padi
Baca Juga
Tambahan Anggaran Pupuk Bersubsidi 14 T Untuk Bantu Petani
19 Jan 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
F-PDIP dan Gerindra Apresiasi Pengajuan Perubahan Perda No7/2023 tentang RPJMD 2021-2026
Kahiyang Ayu dan Ketua Dekranasda se-Indonesia Kunjungi IKN Dukung UMKM
Paslon Harus Input Data Dukungan ke Silon
Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Sumut Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Karan Sukarno Berbagi Takjil di Bulan Ramadan
Tinjau Mobilitas Warga Dari Udara, Bobby Lihat Pos Penyekatan Tidak Dijaga Ketat

Pos Terkait

Di Karo, Gus Irawan Sampaikan Mesin Politik Gerindra
5 tahun  lalu
Di Karo, Gus Irawan Sampaikan Mesin Politik Gerindra Maksimal
Pengprov PASI Sumatera Utara mengusung misi realistis di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.
2 tahun  lalu
Atletik Sumut Latih Atlet di Dataran Tinggi Siosar Karo, Target 6 Emas
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas
8 bulan  lalu
Wali Kota Rico Waas Tantang Desainer Ciptakan Logo Ikonik HUT ke-435 Kota Medan
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumatera Utara (Sumut) akan mulai mendata para pekerja yang akan menerima bantuan pekerja yang terdampak Covid-19 pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM (PPKM) pada Level 4
4 tahun  lalu
Disnaker Sumut Mulai Data Pekerja Terima Subsidi Upah 1 Juta dari Pemerintah
5 tahun  lalu
KPK Geledah Rumah Pengusaha di Kisaran
Kasman Marasakti Lubis
1 tahun  lalu
Ketua Komisi 2 Dukung Status Baru Ojol demi Kesejahteraan

Trending

01.
4 hari  lalu
Wali Kota Medan Terbitkan SE Penataan Penjualan Daging Non-Halal
02.
6 hari  lalu
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
03.
6 hari  lalu
Dugaan Pencaplokan Aset Pemko di Sekip, DPRD Medan Bakal Panggil Camat Medan Petisah
04.
2 hari  lalu
Rico Waas Gaspol Revitalisasi Stadion Teladan, Kejar Target Venue AFF U-20
05.
5 hari  lalu
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Home Trending Cari Bagikan Lainnya