Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 13 Feb 2026
Bobby Sekolahkan 5 Dokter Jadi Spesialis, RSUD Nias Barat Didorong Naik Kelas dan Tak Lagi Bergantung ke Gunungsitoli
Bupati Langkat Rombak Pejabat Eselon II, Targetkan Percepatan Pemulihan Pascabencana
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Pengerjaan RSUD Pratama Nias Barat Tuntas
Antisipasi Tindakan Kriminalitas Jelang Hari Besar Keagamaan, Dewan Desak Pemko dan Polisi Perketat Pengamanan
1.975 Kasus Kekerasan Guncang Sumut, 68% Didominasi Kekerasan Seksual
Kajari Poso Yos Tarigan Minta Jajaran Solid dan Inovatif
Bank Sumut Tancap Gas Transformasi, Targetkan Kinerja Lebih Kompetitif
Jembatan Idano Noyo Diresmikan, Akses Nias Barat–Nias Selatan Kembali Normal
Pengamat: Mundurnya Dua Kadis Bukan Konflik, Tapi Ketidaksesuaian Peran
Terpilih Pimpin ASPIKOM Korwil Sumut 2026-2029, Prof Anang Anas Tekankan Kolaborasi dan Internasionalisasi
Bobby Sekolahkan 5 Dokter Jadi Spesialis, RSUD Nias Barat Didorong Naik Kelas dan Tak Lagi Bergantung ke Gunungsitoli
Bupati Langkat Rombak Pejabat Eselon II, Targetkan Percepatan Pemulihan Pascabencana
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Pengerjaan RSUD Pratama Nias Barat Tuntas
Antisipasi Tindakan Kriminalitas Jelang Hari Besar Keagamaan, Dewan Desak Pemko dan Polisi Perketat Pengamanan
1.975 Kasus Kekerasan Guncang Sumut, 68% Didominasi Kekerasan Seksual
Kajari Poso Yos Tarigan Minta Jajaran Solid dan Inovatif
Bank Sumut Tancap Gas Transformasi, Targetkan Kinerja Lebih Kompetitif
Jembatan Idano Noyo Diresmikan, Akses Nias Barat–Nias Selatan Kembali Normal
Pengamat: Mundurnya Dua Kadis Bukan Konflik, Tapi Ketidaksesuaian Peran
Terpilih Pimpin ASPIKOM Korwil Sumut 2026-2029, Prof Anang Anas Tekankan Kolaborasi dan Internasionalisasi
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 528
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat ikut melakukan panen perdana kacang tanah di Kampung Millenium Agro Rooftop Plaza Millenium.
Baca Juga
Warga Diajak Manfaatkan Atap Gedung Jadi RTH
18 Sep 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Kementerian Agama menyatakan perlunya penguatan opini keagamaan melalui fatwa ulama untuk pelindungan jemaah lansia dan risti dalam skema Haji Ramah Lansia Aman dan Nyaman 1445 H/2024 M.
Baca Juga
Kemenag Nyatakan Perlu Penguatan Opini Keagamaan Untuk Perlindungan Haji Ramah Lansia 2024
29 Mei 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Sandiaga Uno Titip Pesan Pergerakan Ekonomi ke Bobby Nasution
Zulmahdi Hasan Pimpin KKI Aceh
Gubsu Edy Ditanya Menteri Soal Usulan Adiknya Jadi Kadisdukcapil
Wakil Wali Kota Medan Tekankan Percepatan Penyerapan Dana Kelurahan
Dukung Pengembangan UMKM, Teh Butong dan Toba Sari Hadir di Area Jajanan Pusat Pasar Medan
Jika Tak Mampu, Perusahaan Bisa Cicil THR Pekerja

Pos Terkait

Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional, Hayono Isman, melantik Pengurus KORMI Sumut periode 2021-2025 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (29/12/2021).
4 tahun  lalu
KORMI Sumut Dilantik, Dukung Masyarakat Bugar dan Sukseskan PON 2024
Prof. Syawal Gultom
8 bulan  lalu
Orasi Ilmiah Prof. Syawal Gultom Di Depan Alumni Tentang AI dan Makna Hidup
Walikota Medan, Bobby Nasution bercengkrama dengan perwakilan misi PBB di Indonesia, Galeri di Balai Kota Medan, Jumat (3/6/2022)
3 tahun  lalu
Perwakilan PBB Puji Penanganan Kerukunan Umat Beragama di Kota Medan
amat Medan Labuhan, Rudi Asriyandi mengapresiasi pengerjaan perbaikan tanggul penahan rob di kawasan Kampung Nelayan, Medan Labuhan.
5 tahun  lalu
Pengerjaan Tanggul Rob Kampung Nelayan Diapresiasi Warga Sekitar
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan kondisi Sumut masih aman dan terkendali. Ia pun mengajak masyarakat Sumut, agar menyampaikan aspirasinya dengan damai.
5 bulan  lalu
Gubernur Bobby Nasution Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi dengan Damai
Catat, Ini 4 Golongan yang Boleh Tidak Berpuasa Saat Ramadhan
5 tahun  lalu
Catat, Ini 4 Golongan yang Boleh Tidak Berpuasa Saat Ramadhan

Trending

01.
3 hari  lalu
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
02.
2 hari  lalu
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
03.
6 hari  lalu
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
04.
6 hari  lalu
Wagub Sumut Dorong Lari Trail Jadi Mesin Prestasi Atlet dan Pariwisata Daerah
05.
6 hari  lalu
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pengamat: Mundurnya Dua Kadis Bukan Konflik, Tapi Ketidaksesuaian Peran
Jembatan Idano Noyo Diresmikan, Akses Nias Barat–Nias Selatan Kembali Normal
1.975 Kasus Kekerasan Guncang Sumut, 68% Didominasi Kekerasan Seksual
Antisipasi Tindakan Kriminalitas Jelang Hari Besar Keagamaan, Dewan Desak Pemko dan Polisi Perketat Pengamanan
Bank Sumut Tancap Gas Transformasi, Targetkan Kinerja Lebih Kompetitif
Home Trending Cari Bagikan Lainnya