Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 24 Jan 2026
40 Tahun Sengketa Kebun USU di Langkat, Warga Minta Kepastian
Rute Baru Dibuka, Gubernur Bobby Ingatkan Maskapai Soal Harga Tiket
Samera Djohor Resmi Luncurkan Rumah Contoh Damara 2
Rico Waas Sentil Pelayanan Publik Pemko Medan: Nilai A Tak Berarti Jika Warga Masih Mengeluh
INALUM PJT I Garap Konservasi Besar-besaran di Danau Toba, 10.000 Biopori hingga 420 Ribu Pohon Ditanam
Tutup Jalan dan Parit Serta Sebabkan Macet Parah, Satpol PP Tertibkab PKL Simpang Limun
Rico Waas Ultimatum PUD Pasar: Mandiri, Untung, dan Dikelola Profesional
50 Tahun INALUM: Produksi dan Penjualan Tertinggi, Selebrasi Dialihkan untuk Korban Bencana
Menjaga Eksistensi Kota Medan yang Multikultural, Al Washliyah Minta Dinas Kebudayaan Dibentuk Lagi
Jadi Kandidat Terkuat Pimpin Golkar Sumut, Begini Rekam Jejak Andar Amin Harahap
40 Tahun Sengketa Kebun USU di Langkat, Warga Minta Kepastian
Rute Baru Dibuka, Gubernur Bobby Ingatkan Maskapai Soal Harga Tiket
Samera Djohor Resmi Luncurkan Rumah Contoh Damara 2
Rico Waas Sentil Pelayanan Publik Pemko Medan: Nilai A Tak Berarti Jika Warga Masih Mengeluh
INALUM PJT I Garap Konservasi Besar-besaran di Danau Toba, 10.000 Biopori hingga 420 Ribu Pohon Ditanam
Tutup Jalan dan Parit Serta Sebabkan Macet Parah, Satpol PP Tertibkab PKL Simpang Limun
Rico Waas Ultimatum PUD Pasar: Mandiri, Untung, dan Dikelola Profesional
50 Tahun INALUM: Produksi dan Penjualan Tertinggi, Selebrasi Dialihkan untuk Korban Bencana
Menjaga Eksistensi Kota Medan yang Multikultural, Al Washliyah Minta Dinas Kebudayaan Dibentuk Lagi
Jadi Kandidat Terkuat Pimpin Golkar Sumut, Begini Rekam Jejak Andar Amin Harahap
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 494
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Pimpinan DPRD Medan mengapresiasi kinerja Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution semenjak dilantik
Baca Juga
Ditangan Bobby, DPRD Yakin SAKIP Pemko Medan Meningkat
22 Mar 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Irman Oemar
Baca Juga
Pemprovsu Usulkan 900 Ribu KK Terima Bantuan KPM
18 Agu 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
MUI Sumut Ajak Umat Galakkan Permainan Rakyat di Halaman Masjid
Manajemen Komunikasi Islami Pengelolaan Kepemudaan Antarkan Fahri Azhari Raih Gelar Doktor di UINSU
Pemulihan UMKM Terdampak Bencana Diputuskan Senin, Bank Sumut Siapkan Skema Berdasarkan Aturan OJK
Serapan Dana Kelurahan Minim, Lurah Bakal Dievaluasi
Sumut Butuh Rp 825 Miliar, Insentif Tim Medis Covid-19 Ditanggung APBD
Atlet Kick Boxing Sumut Optimis Raih 5 Medali Emas Pada PON 2024

Pos Terkait

Rematch partai final Liga Champions musim 2021/2022 antara Liverpool versus Real Madrid bakal kembali terjadi
3 tahun  lalu
Liverpool Kembali Bersua Madrid di Babak 16 Besar Liga Champions 2022/2023
Kurir Narkotika jenis sabu, FR (23)
5 tahun  lalu
Kurir Sabu Kembali di Gulung Polres Padangsidimpuan
Syaiful Ramadhan
3 tahun  lalu
R APBD 2023, FPKS Pertanyakan Langkah Pemko Medan Hadapi Resesi 2023
Calon Walikota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution
5 tahun  lalu
Bersurat Untuk Anis Matta dan Bobby Nasution, Santri Berharap Bisa Belajar Bahagia
Walikota Medan, Bobby Nasution saat menerima Kakanmenag Kota Medan, Impun Siregar di Balai Kota, kemarin
2 tahun  lalu
Bobby Nasution Jadi Pembina Upacara Hari Santri Nasional Kota Medan 2023
Muryanto Amin secara resmi dilantik menjadi Rektor USU periode 2021-2026
4 tahun  lalu
Resmi Dilantik Jadi Rektor, Muryanto Minta USU Kembali Bersatu

Trending

01.
5 hari  lalu
Diduga Kuasai Rutan Tanjung Gusta, Narapidana Kasus Korupsi Disebut Gunakan Ponsel dan Intimidasi Sesama Warga Binaan
02.
4 hari  lalu
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
03.
6 hari  lalu
Jelang Musda Golkar Sumut, Andi Suhaimi dan Rahmadian Merapat ke Andar Amin Harahap
04.
1 hari  lalu
Jadi Kandidat Terkuat Pimpin Golkar Sumut, Begini Rekam Jejak Andar Amin Harahap
05.
6 hari  lalu
Pengurus Daerah Solid Deklarasikan Andar Amin Harahap Maju Ketua Golkar Sumut

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
40 Tahun Sengketa Kebun USU di Langkat, Warga Minta Kepastian
Rute Baru Dibuka, Gubernur Bobby Ingatkan Maskapai Soal Harga Tiket
Home Trending Cari Bagikan Lainnya