Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 15 Jan 2026
Zainul Abdi Nasution Ditunjuk sebagai Plt Ketua PWPM Periode 2024–2026, Reza Sahab Tetap Sekretaris
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Ditarget Rampung 10 Februari 2026, Pemko Harap Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi
Relawan Bobby Nasution Dampingi Pasien Tumor Asal Asahan Jalani Pengobatan di RS Adam Malik
Iklim Investasi Kondusif, Gubernur Bobby Nasution Terus Perkuat Ekosistem Ekonomi
Pemko Medan Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pengisian JPTP Eselon II Kini Lebih Ketat dan Transparan
Gubernur Sumut Harapkan TKD 2026 Tidak Dipangkas untuk Percepatan Pemulihan Bencana
DPRD Sumut Setujui Hasil Penyempurnaan APBD 2026, Pemprov Segera Terbitkan Pergub Penjabaran
Rico Waas Minta Dinas SDABMBK Miliki Data Mutakhir Drainase dan Sungai di Medan untuk Kendalikan Banjir
Pasca Banjir Besar 2025, Wali Kota Medan Perintahkan Penguatan Total Kesiapsiagaan Bencana
Gubernur Sumut Bakal Berkantor di Daerah Tahun Ini
Zainul Abdi Nasution Ditunjuk sebagai Plt Ketua PWPM Periode 2024–2026, Reza Sahab Tetap Sekretaris
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Ditarget Rampung 10 Februari 2026, Pemko Harap Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi
Relawan Bobby Nasution Dampingi Pasien Tumor Asal Asahan Jalani Pengobatan di RS Adam Malik
Iklim Investasi Kondusif, Gubernur Bobby Nasution Terus Perkuat Ekosistem Ekonomi
Pemko Medan Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pengisian JPTP Eselon II Kini Lebih Ketat dan Transparan
Gubernur Sumut Harapkan TKD 2026 Tidak Dipangkas untuk Percepatan Pemulihan Bencana
DPRD Sumut Setujui Hasil Penyempurnaan APBD 2026, Pemprov Segera Terbitkan Pergub Penjabaran
Rico Waas Minta Dinas SDABMBK Miliki Data Mutakhir Drainase dan Sungai di Medan untuk Kendalikan Banjir
Pasca Banjir Besar 2025, Wali Kota Medan Perintahkan Penguatan Total Kesiapsiagaan Bencana
Gubernur Sumut Bakal Berkantor di Daerah Tahun Ini
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 477
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Pegawai Unit Usaha Syariah Bank Sumut melakukan survei kualitas perumahan yang akan didanai melalui fasilitas KPR Sejahtera Syariah Tapak FLPP
Baca Juga
Bank Sumut Gandeng Forum Zakat Sumut, Tingkatkan Akses Perumahan bagi Amil dan Guru Mengaji
13 Agu 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Mantan Camat Harian, Kab Samosir, WS (berbaju tahanan) diboyong petugas Kejaksaan menuju tahanan, kemarin
Baca Juga
Diduga Korupsi Pembukaan Lahan, Kejati Sumut Tahan Mantan Camat di Samosir
10 Mei 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Silaturahmi DPD KNPI Sumut, KNPI Bersatu Perkuat Peran Pemuda
Gubsu Edy Ajak Kapolda Ukir Sejarah untuk Sumut
Sempat Dikuasai Oknum Direksi yang Dipecat, Ruang Kerja Dirut Kembali Dikuasai PD Pasar
Bus Trans Deli Gratis, Supir Angkot Meradang
Rahmat Pohan Terpilih Jadi Dirut Bank Sumut
Kabid Perparkiran Medan Enggan Bahas Parkir Semrawut

Pos Terkait

Perwakilan INALUM menyerahkan paket sembako kepada masyarakat yang berbelanja di pasar murah INALUM di SMK Teladan, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Jumat (19/12/2025). Foto; Reza Sahab/kaldera.id
3 minggu  lalu
Sambut HUT Ke-50, INALUM Gelar 12 Titik Pasar Murah di 10 Kabupaten/Kota
dr. Reisa Broto Asmoro, bertugas di Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19.
5 tahun  lalu
Berikut Profile Reisa Broto Asmoro, Serta Ditunjuk Jadi Jubir Covid-19
Pemain Munchen, S Mane berusaha melewati hadangan pemain Barcelona. Munchen menang 2-0 dalam laga ini. Foto:ist/googgle
3 tahun  lalu
Barca Terpuruk di Allianz Arena, Liverpool Menang Tipis Atas Ajax
Manchester United gagal meraup poin penuh saat dijamu Crystal Palace pada pekan ke-29 Liga Primer Inggris 2020/2021.
4 tahun  lalu
Ditahan Crystal Palace, Man United Kian Sulit Kejar City
Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang dilepas Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi melalui Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum di lapangan KS Tubun Mapolda Sumut
5 tahun  lalu
May Day, Polda Sumut Salurkan 5.000 Paket Sembako
Suasana pembukaan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar pada Minggu, 24 Juli 2022 di Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket, Kab Karo.
3 tahun  lalu
PKM di Daerah Pegunungan, Prodi SA Apresiasi Moderasi Beragama di Karo

Trending

01.
6 hari  lalu
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 42 Perwira, Sejumlah Kapolres dan PJU Diganti
02.
5 hari  lalu
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
03.
6 hari  lalu
Gubernur Sumut : Bentuk Kecintaan Terhadap PSMS dengan Mengenakan Jersey dan Merchandise Original
04.
5 hari  lalu
Dikutip dan Disetor Berbeda, Komisi 4 Minta Pengutipan Retribusi Sampah Dikembalikan ke DLH
05.
6 hari  lalu
Wagub Sumut Laporkan 5 Daerah Masih Terdampak Parah Bencana ke Mendagri

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pemko Medan Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pengisian JPTP Eselon II Kini Lebih Ketat dan Transparan
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Ditarget Rampung 10 Februari 2026, Pemko Harap Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi
Iklim Investasi Kondusif, Gubernur Bobby Nasution Terus Perkuat Ekosistem Ekonomi
Relawan Bobby Nasution Dampingi Pasien Tumor Asal Asahan Jalani Pengobatan di RS Adam Malik
Zainul Abdi Nasution Ditunjuk sebagai Plt Ketua PWPM Periode 2024–2026, Reza Sahab Tetap Sekretaris
Home Trending Cari Bagikan Lainnya