Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 02 Jan 2026
PR Besar Kota Medan 2026, Dewan Soroti Tantangan Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin
Rakor di Aceh, Pemerintah Pusat Apresiasi Kesigapan Bobby Nasution Tangani Bencana
Makna Tahun Baru Prabowo–Bobby di Pengungsian Tapsel: Simbol Kolaborasi Negara Hadir Pasca Bencana
Sambut Tahun Baru 2026 di Posko Pengungsian Batuhula, Presiden Prabowo dan Bobby Nasution Kuatkan Mental Warga Terdampak Bencana
Sambut Tahun Baru 2026, Wali Kota Medan Bersama Forkopimda Gelar Patroli Skala Besar, Pastikan Kota Aman dan Kondusif
Doa Lintas Agama Sambut Tahun Baru 2026, Wagub Sumut Harap Masa Transisi Bencana Berjalan Lancar
Bapenda Medan Serahkan Hadiah Undian Semarak Bayar Pajak 2025
Fraksi PKS DPRD Medan Resmi Rekomposisi, Zulham Efendi Jadi Ketua
Perumda Tirtanadi Sosialisasikan Penyesuaian Tarif Air, Harga untuk MBR Diturunkan
Status Perseroda Disetujui, Bank Sumut Perluas Peran Pembiayaan dan Layanan Publik
PR Besar Kota Medan 2026, Dewan Soroti Tantangan Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin
Rakor di Aceh, Pemerintah Pusat Apresiasi Kesigapan Bobby Nasution Tangani Bencana
Makna Tahun Baru Prabowo–Bobby di Pengungsian Tapsel: Simbol Kolaborasi Negara Hadir Pasca Bencana
Sambut Tahun Baru 2026 di Posko Pengungsian Batuhula, Presiden Prabowo dan Bobby Nasution Kuatkan Mental Warga Terdampak Bencana
Sambut Tahun Baru 2026, Wali Kota Medan Bersama Forkopimda Gelar Patroli Skala Besar, Pastikan Kota Aman dan Kondusif
Doa Lintas Agama Sambut Tahun Baru 2026, Wagub Sumut Harap Masa Transisi Bencana Berjalan Lancar
Bapenda Medan Serahkan Hadiah Undian Semarak Bayar Pajak 2025
Fraksi PKS DPRD Medan Resmi Rekomposisi, Zulham Efendi Jadi Ketua
Perumda Tirtanadi Sosialisasikan Penyesuaian Tarif Air, Harga untuk MBR Diturunkan
Status Perseroda Disetujui, Bank Sumut Perluas Peran Pembiayaan dan Layanan Publik
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 460
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Ilustrasi
Baca Juga
Gubernur Sumut Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Sampai Akhir Tahun
25 Des 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Camat Medan Selayang, Viza Fandhana (baju hitam) memantau petugas P3SU sedang membersihkan sampah liar di saluran drainase
Baca Juga
Antisipasi Genangan Air Susulan, Camat Selayang dan Jajaran Gotong Royong Massal
25 Jun 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Rico Waas Bahas Struktur Kepengurusan Komwil I Apeksi
Ditanya Kapan Kembalikan KTA, Bobby: Nanti Kita Cari Tanggal Cantiknya
Gus Irawan Sarankan Pemerintah Cari Celah Fiskal Selain Pajak Dan Konsumsi
Tingkatkan Imun Tubuh, Bupati Asahan Gowes Bersama Komunitas Sepeda
Prof Imran Akhmad: Perkuat Kompetensi Guru Olahraga, Bangun Balai Pelatihan
Klaim Asuransi Jiwa Ditolak? Pelajari Penyebab dan Solusinya!

Pos Terkait

Pasar Sukaramai
1 tahun  lalu
Tinjau Bahan Pokok di Pasar Sukaramai, Menteri Perdagangan Sebut Harga Masih Terkendali
Seorang haji asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Medan wafat di Tanah Suci.
6 bulan  lalu
Hasanah Sarpin, Jamaah Haji Sumut Kloter 10 Wafat di Makkah
Setelah jadi eksebisi di Jawa Barat, dan tak dipertandingkan di Papua, cabang olahraga arung jeram akan pertama kali memperebutkan medali di PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.
2 tahun  lalu
Target 4 Emas PON 2024, Arung Jeram Sumut Butuh Alat Latihan Representatif
Ketua DPD Gerindra Sumut, H. Gus Irawan Pasaribu, SE., Ak., MM., CA
3 tahun  lalu
Gus Irawan: Kader Gerindra Dikerahkan Bantu Petani
Robi Barus
1 tahun  lalu
Fraksi PDI Perjuangan Sampaikan Sejumlah Kritik Saat Pengesahan APBD Kota Medan 2025
Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polrestabes Medan menemukan 23 bungkus ganja tak bertuan di pinggiran Kanal Deli Tua, Sumatera Utara, Minggu.
2 tahun  lalu
Polisi Temukan 23 Bungkus Ganja di Kanal Deli Tua

Trending

01.
2 hari  lalu
Yakopi Lanjutkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Aceh Terdampak Bencana
02.
6 hari  lalu
PSMS Medan Bidik Kemenangan di Kandang Sriwijaya FC
03.
2 hari  lalu
Pemprov Sumut Bantah Tahan Bantuan Relawan Jatim, Kepala Posko Jelaskan Kronologi
04.
5 hari  lalu
PSMS Medan Bungkam Sriwijaya FC 3-1 di Jakabaring, Rudiyana Borong 2 Gol
05.
4 hari  lalu
BPBD Sumut Tegaskan Bantuan Relawan Tidak Ditahan, Kendala Akibat Miskomunikasi Pengiriman

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Makna Tahun Baru Prabowo–Bobby di Pengungsian Tapsel: Simbol Kolaborasi Negara Hadir Pasca Bencana
Rakor di Aceh, Pemerintah Pusat Apresiasi Kesigapan Bobby Nasution Tangani Bencana
PR Besar Kota Medan 2026, Dewan Soroti Tantangan Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin
Home Trending Cari Bagikan Lainnya