Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 19 Feb 2026
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Bobby Tegas: Juknis TKD Turun, Dana Langsung Cair
Perkuat Tata Kelola, Direksi Bank Sumut Temui Kajatisu
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
Rico Waas Ultimatum Camat, Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan
Setahun Rico–Zaki, Investasi Medan Melejit Rp14,5 Triliun
Tarawih Perdana di Tengah Duka, Bobby Salat Bersama Korban Banjir Tapteng
135 Anak Cerebral Palsy di Sumut Terima Kursi Roda Adaptif
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Bobby Tegas: Juknis TKD Turun, Dana Langsung Cair
Perkuat Tata Kelola, Direksi Bank Sumut Temui Kajatisu
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
Rico Waas Ultimatum Camat, Tak Ada Lagi Sampah Berserakan di Medan
Setahun Rico–Zaki, Investasi Medan Melejit Rp14,5 Triliun
Tarawih Perdana di Tengah Duka, Bobby Salat Bersama Korban Banjir Tapteng
135 Anak Cerebral Palsy di Sumut Terima Kursi Roda Adaptif
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 543
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Rapat membahas persoalan warga yang masih bertahan di lahan KIM di Ruang Rapat II, Balai Kota, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga
Pemko Tekankan Pendekatan Humanis dalam Penanganan Lahan KIM
29 Agu 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Kapolres Belawan AKBP MR Dayan selidiki penyebab kebakaran kapal tanker MT Jag Leela di dermaga galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan, Medan.
Baca Juga
Polda Sumut Selidiki Kebakaran MT Jag Leela
11 Mei 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Kinerja Sangat Bagus, Bank Sumut Raih Golden Trophy 5 Tahun Berturut – turut
Jual Beras di Harga Eceran Tertinggi, Program Mobil Pasar Murah Keliling PUD Pasar Disorot
Antisipasi Corona, Sekolah di Asahan Diliburkan
Keberadaan PK5 dan Parkir Liar Jadi Kendala Penataan Kawasan Kota Lama Kesawan
Dugaan Korupsi Di BUMD Tapsel, Nama Dolly Pasaribu Mulai Diseret
Danlanud Soewondo Resmi Dijabat Kolonel Pnb Wastum

Pos Terkait

Polri saat melakukan penerapan protokol kesehatan di salah satu mall di Kota Medan, Jum'at (24/7/2020).
5 tahun  lalu
Penerapan Protokol Kesehatan Di Mall Dipantau
Babe Cabita Meninggal Dunia
1 tahun  lalu
Komika Babe Cabita Meninggal Dunia
Walikota Medan, Bobby Nasution saat tiba di Desa Kutuh, Bali, Selasa (14/2/2023). Foto:Dinas Kominfo Medan
3 tahun  lalu
Jadi Referensi, Bobby Ajak 21 Camat Tinjau Desa Terbersih dan Terkaya di Indonesia
Muncul sebuah petisi yang diajukan untuk pencopotan Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan di seputaran Lapangan Merdeka Medan dengan tema 'Save Demokrasi'.
4 tahun  lalu
Petisi Copot Moeldoko Muncul Dari Medan
Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution (pakai topi) duduk di sebelah Walikota Medan Nonaktif Dzulmi Eldin di ruang sidang PN Medan, Kamis (9/1/2020) (kaldera/finta)
6 tahun  lalu
Hadiri Sidang di PN Medan, Akhyar Belajar Biar Tidak Salah Langkah
PT Indonesia Asahan Aluminium (persero) Inalum menyerahkan 5 unit arm roll ke Pemkab Karo, Sumatera Utara.
4 tahun  lalu
Bantu Arm Roll ke Pemkab Karo, Inalum Ajak Warga Cegah Penerbangan Liar

Trending

01.
4 hari  lalu
Wali Kota Medan Terbitkan SE Penataan Penjualan Daging Non-Halal
02.
6 hari  lalu
Bupati Langkat Rombak Pejabat Eselon II, Targetkan Percepatan Pemulihan Pascabencana
03.
6 hari  lalu
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
04.
6 hari  lalu
Dugaan Pencaplokan Aset Pemko di Sekip, DPRD Medan Bakal Panggil Camat Medan Petisah
05.
5 hari  lalu
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Gubernur Bobby Minta Pemkab Percepat Data, Sungai Tapteng Segera Dimaksimalkan
Ini Jam Kerja ASN Pemprov Sumut Selama Ramadan, Tanpa WFH
Perkuat Tata Kelola, Direksi Bank Sumut Temui Kajatisu
Bobby Tegas: Juknis TKD Turun, Dana Langsung Cair
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Home Trending Cari Bagikan Lainnya