Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 15 Mar 2026
Aktor Karan S Walia Kembali Berbagi Keberkahan di Ramadan
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
Rico Waas Minta Revitalisasi Puskesmas Dipercepat
Akhir Ramadan, Bupati Langkat Syah Afandin Santuni 65 Santri Ulumul Quran di Rumah Dinas
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir
Tempatkan Sosok Tepat di BAPPERIDA, Gubsu Bobby Nasution Tuai Apresiasi Akademisi
Aktor Karan S Walia Kembali Berbagi Keberkahan di Ramadan
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
Rico Waas Minta Revitalisasi Puskesmas Dipercepat
Akhir Ramadan, Bupati Langkat Syah Afandin Santuni 65 Santri Ulumul Quran di Rumah Dinas
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir
Tempatkan Sosok Tepat di BAPPERIDA, Gubsu Bobby Nasution Tuai Apresiasi Akademisi
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 590
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Pimpinan DPRD Medan berfoto bersama dengan Sekda Kota Medan
Baca Juga
Ketua DPRD Medan Harapkan Raker Sebagai Ajang Berbagi Ide dan Gagasan
16 Jul 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Benny Iskandar
Baca Juga
Komisi 3 DPRD Medan Akan Panggil Manajemen Hotel Adi Mulia dan JW Marriott
11 Jan 2025

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Kahiyang Ayu Borong Songket Asahan, Angkat Martabat Warisan Budaya Lokal ke Panggung Nasional
Bobby Ajak Warga Medan Tonton Film Ngeri ngeri Sedap
Pertamina Ajukan Insentif Turunkan Harga Gas
Resmi Gabung PSG, Messi Kenakan Nomor Punggung 30
Bobby Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD Sumut terkait LKPj 2024
Bangun Model Tabayyun Digital dengan Pengendalian Algoritma, Fakhrur Rozi Raih Doktor di UIN Sumut

Pos Terkait

Walikota Medan, Bobby Afif Nasution menandatangani nota kesepakatan KUA PPAS R APBD Kota Medan 2023
3 tahun  lalu
Pos Belanja R APBD 2023 Disepakati Sebesar Rp7,8 Triliun
Berharap Sembuh dari Corona, Seorang WN AS Tewas Usai Minum Chloroquine
5 tahun  lalu
Berharap Sembuh dari Corona, Seorang WN AS Tewas Usai Minum Chloroquine
Jaksa Daring yang digelar secara live di akun media sosial IG Kejati Sumut mengangkat topik tentang Peran Kejaksaan Dalam Mengawal Pelaksanaan Pilkada menghadirkan narasumber Koordinator Kejati Sumut Yos A Tarigan, SH,MH, Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia Sumatera Utara (JaDI Sumut) Nazir Salim Manik, S.Sos, MSP dan dipandu host Kasi Penkum Kejati Sumut Adre W Ginting, Kamis (10/10/2024).
1 tahun  lalu
Kejati Sumut Pantau Tahapan Pilkada 2024, Kawal Demokrasi di Daerah
Anggota Komisi 4 DPRD Medan melakukan sidak ke SPBU Belawan 14.204.1120 di Jalan Pelabuhan Raya, Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan, kemarin.
10 bulan  lalu
Sidak ke SPBU Belawan, Dewan Minta Pengelola Lengkapi Izin
Sekretaris Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD PG Provinsi Sumatera Utara, Dr. KRT. H. Hardi Mulyono Surbakti, SE., MAP
3 tahun  lalu
Sumut Bermartabat Hanya Sebatas Cakap-cakap
Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menyusun Buku Saku Moderasi Beragama bagi Generasi Z (Gen-Z).
2 tahun  lalu
Kemenag Menyusun Buku Saku Moderasi Beragama Bagi Gen-Z, Berikut Ulasannya

Trending

01.
6 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
02.
6 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
03.
6 hari  lalu
Rico Waas Puji Sikap Objektif Al-Washliyah di Musda XXII, Dinilai Konsisten Kawal Pembangunan Medan
04.
6 hari  lalu
Dr. Abdul Hafiz Kembali Pimpin Al Washliyah Medan Sampai 2031
05.
2 hari  lalu
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
Rico Waas Minta Revitalisasi Puskesmas Dipercepat
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Home Trending Cari Bagikan Lainnya