Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 20 Mar 2026
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
400 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Rico Waas: Semua Harus Bahagia
Bobby Nasution Ingatkan Pers, Bebas Boleh, Tapi Harus Sesuai Fakta
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
Bobby Nasution Temukan Gangguan Distribusi Jelang Lebaran, Harga Pangan Sumut Diklaim Masih Stabil
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
400 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Rico Waas: Semua Harus Bahagia
Bobby Nasution Ingatkan Pers, Bebas Boleh, Tapi Harus Sesuai Fakta
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
Bobby Nasution Temukan Gangguan Distribusi Jelang Lebaran, Harga Pangan Sumut Diklaim Masih Stabil
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 599
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Polda Sumut musnahkan sabu seberat 205 Kg, 23 butir ekstasi dan 5 Kg ganja.
Baca Juga
Polda Sumut Musnahkan Sabu 205 Kg dari 66 Kasus
15 Apr 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Lapangan Sejati
Baca Juga
Kadispora Medan: Lapangan Sejati Aset Pemko Medan
10 Agu 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Gus Irawan: Tunggakan Pinjol Hingga Rp51 T Akibat Kemudahan Penawaran
Liverpool Modar di Anfield
Bonas Pemuda Tapsel Tancap Gas Menangkan Prabowo – Gibran
Hadirkan Pakar Investigasi, STFJ Belajar Jurnalisme Konservasi
Sebanyak 20.145 Narapidana Sumut Dapat Remisi, Sekda Ingatkan Terus Berperilaku Baik
Kabiro Humas dan Protokol Provsu Sandang Doktor Studi Pembangunan

Pos Terkait

ADB Kucurkan Pinjaman Rp38 T ke Indonesia
6 tahun  lalu
ADB Kucurkan Pinjaman Rp38 T ke Indonesia
Ayla Zumella diduga terlibat dalam penipuan arisan online
5 tahun  lalu
Bekas Jebolan Indonesia Idol Ditangkap Kasus Arisan Online
Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Rudiawan Sitorus
3 tahun  lalu
Program Mudik Walikota Diapresiasi
Plt Walkota Medan, Akhyar Nasution
5 tahun  lalu
Medan Raih WDP Atas LHP 2019
Bunda PAUD Sumut Kahiyang Ayu. Foto : Dokumen Dinas Kominfo Sumut
4 bulan  lalu
Kahiyang Ayu Ajak Siswa PAUD Amalkan Ikrar Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi
4 tahun  lalu
Gubsu Izinkan Tempat Wisata Buka Selama Larangan Mudik

Trending

01.
5 hari  lalu
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
02.
5 hari  lalu
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
03.
5 hari  lalu
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
04.
5 hari  lalu
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
05.
5 hari  lalu
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
400 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Rico Waas: Semua Harus Bahagia
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya