Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 08 Feb 2026
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Wagub Sumut Dorong Lari Trail Jadi Mesin Prestasi Atlet dan Pariwisata Daerah
Bobby Nasution Tekankan Adaptasi dan Hilirisasi untuk Masa Depan Generasi Muda
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Wagub Sumut Dorong Lari Trail Jadi Mesin Prestasi Atlet dan Pariwisata Daerah
Bobby Nasution Tekankan Adaptasi dan Hilirisasi untuk Masa Depan Generasi Muda
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 519
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Sebanyak 174 jamaah haji asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang tergabung dalam Kloter 20 tiba kembali di tanah air dengan selamat, Minggu (6/7/2025).
Baca Juga
Bupati Tapsel Sambut Kedatangan 174 Jamaah Haji di Masjid Agung Syahrun Nur
07 Jul 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Terhitung 15 Juli sampai 9 Agustus 2021, sebanyak 52 orang pelaku usaha pelanggar protokol kesehatan PPKM darurat dan PPKM level IV menjalani sidang tipiring.
Baca Juga
Per 9 Agustus, 52 Pelanggar Prokes Jalani Sidang Tipiring
11 Agu 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pj. Bupati Sebut Kemiskinan Masih Menjadi Persoalan Utama di Langkat
Lawan Wolves, MU Patut Waspada
Belawan Masuk Kota Tujuan Tim Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021
Atasi Persoalan Sampah, Camat Diminta Ikut Monitoring Wilayah
Bobby: Lurah Harus Hafal Lima Program Prioritas Walikota, Jangan Hanya Sekadar Memasang Spanduk
Bupati Tapsel Gus Irawan Perdana Jadi Inspektur Upacara HUT ke-80 RI

Pos Terkait

Wali Kota Medan, Sumatera Utara Bobby Nasution menargetkan investasi Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo dimulai oleh investor pada Juni 2024.
1 tahun  lalu
Walikota Medan, Bobby Nasution Targetkan Investasi Medan Zoo Dimulai Juni 2024
Puluhan pemuda mengusir para kader DPD Partai Demokrat Sumut yang ingin membubarkan acara Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/3/2021).
4 tahun  lalu
Kader Demokrat Mau Bubarkan KLB Diusir Massa Berkaos Moeldoko
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution
5 tahun  lalu
IKAPTK Berikan Bantuan Alat Pompa dan Disinfektan Untuk Kecamatan
Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis
3 tahun  lalu
Bayar e-Parkir Sudah Bisa Pakai ATM, Pembayaran Tunai Bisa Diminimalisir
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya peran strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
6 bulan  lalu
Bobby Nasution: Peralihan Tanah Digital Bisa Cegah Konflik Antarwarga, ATR/BPN Harus Jadi Garda Terdepan
Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman
1 tahun  lalu
Meski Beda Pilihan, Kerukunan Warga Tetap Terjaga

Trending

01.
4 hari  lalu
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
02.
3 hari  lalu
Bobby Nasution Instruksikan Dirut Baru Bikin Bank Sumut Lebih Progresif
03.
6 hari  lalu
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
04.
2 hari  lalu
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
05.
5 hari  lalu
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
Home Trending Cari Bagikan Lainnya