Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SUPORTER
  • EDUKASI
  • TRAVELING
  • OPINI
  • Advertorial
  • KABAR DAERAH
Senin, 10 Agu 2026
Bobby Nasution Siapkan Beasiswa Perkuat SDM Kesehatan Kepulauan Nias
Permainan Tradisional Kembali Ramai di Deli Serdang, Bupati Dorong Jadi Agenda Tahunan Daerah
Warga Medan Tembung Keluhkan Drainase hingga Lampu Jalan, Wali Kota Janji Tahun Ini Diperbaiki
Bobby Nasution Minta Kepala Daerah di Nias Percepat Usulan BKP 2027
Simalingkar B Tertinggal Jauh, DPRD Medan Desak Rico Waas Turun Tangan
Jalan Sicanang Mangkrak Sejak 2025, Dewan Desak Pemko Medan Segera Tuntaskan
Pustu Rusak Parah, Dewan Minta Wali Kota Jangan Diam
Siswa Belajar Dipisah Tirai, Bobby Siapkan Pembangunan SD Negeri Lasara
Dorong Hilirisasi Kelapa, Bobby Siapkan Rumah Produksi di Nias Utara
INALUM Siapkan Program Konservasi DTA Danau Toba, Pemprov Sumut Beri Apresiasi
Bobby Nasution Siapkan Beasiswa Perkuat SDM Kesehatan Kepulauan Nias
Permainan Tradisional Kembali Ramai di Deli Serdang, Bupati Dorong Jadi Agenda Tahunan Daerah
Warga Medan Tembung Keluhkan Drainase hingga Lampu Jalan, Wali Kota Janji Tahun Ini Diperbaiki
Bobby Nasution Minta Kepala Daerah di Nias Percepat Usulan BKP 2027
Simalingkar B Tertinggal Jauh, DPRD Medan Desak Rico Waas Turun Tangan
Jalan Sicanang Mangkrak Sejak 2025, Dewan Desak Pemko Medan Segera Tuntaskan
Pustu Rusak Parah, Dewan Minta Wali Kota Jangan Diam
Siswa Belajar Dipisah Tirai, Bobby Siapkan Pembangunan SD Negeri Lasara
Dorong Hilirisasi Kelapa, Bobby Siapkan Rumah Produksi di Nias Utara
INALUM Siapkan Program Konservasi DTA Danau Toba, Pemprov Sumut Beri Apresiasi
New SUMUT.mobile - New Look, New Features | Bank Sumut

Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 782
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara Zulfikar Tanjung, menjadi pembicara dalam webinar Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumut, Kamis (4/3/2021).
Baca Juga
Dari Webinar FIS UINSU: Pers Masa Depan butuh Kompetensi Komunikasi
04 Mar 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Politisi senior Demokrat asal Sumut, Abdul Wahab Dalimunthe saat memberikan pesan kepada Calon Walikota Medan Nomor urut 1, Akhyar Nasution
Baca Juga
Ini Pesan Abdul Wahab Dalimunthe ke Akhyar
01 Okt 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Bawa 3 Ton Jeruk untuk Jokowi, Warga Karo Minta Jalan Desanya Diperbaiki
Bantu Pemulihan Aceh Tamiang, Pemko Medan Kirim Bantuan Alat Berat
Hadapi Jepang, Ujian Pertama Belanda di Piala Dunia 2026
Rentan Corona, Sudah Tiga Bank Nyatakan Karyawan Terinfeksi
DPRD Medan Perpanjang Masa Kerja Pansus PAD, Dugaan Kebocoran Retribusi Jadi Sorotan
Pemko Medan Genjot Inovasi Pelestarian Budaya Melayu

Pos Terkait

Garuda Plaza Hotel, Jl. Sisingamangaraja No. 18 Medan.
6 tahun  lalu
Garuda Plaza Hotel Pastikan Tutup per 1 April
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menjalin kolaborasi membangun budaya siaga dan aman bencana pada remaja di sekolah menengah pertama (SMP) di Medan, Selasa (23/5/2023).
3 tahun  lalu
Tagana SPAB Dikukuhkan, Bangun Budaya Siaga Bencana ke Siswa di Medan
Air yang diduga limbah rumah tangga dari Perumahan Bisnis Bromo Center di Jalan Bromo Medan, mencemari kawasan pemukiman warga di Gang Mesjid Alhidayah, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.
5 tahun  lalu
Limbah Perumahan Bisnis Bromo Center Cemari Pemukiman Warga
Pemain Nottingham menyundul bola ke arah gawang Manchester United ketika keduanya bertemu di Stadion Old Trafford, Sabtu (26/8/2023). Dalam laga itu MU menang 3-2.Foto:reuters
2 tahun  lalu
MU dan Tottenham Raih Poin Positif, Arsenal Ditahan Imbang Fulham
Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan, dari 96 ribu vial vaksin Covid-19 yang dimiliki Kota Medan, sebanyak 78 ribu vial sudah digunakan.
5 tahun  lalu
Dari 96 Ribu Vial Vaksin, 78 Ribu Sudah Digunakan Pemko Medan
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat meninjau kondisi Tapanuli Selatan pasca banjir. Foto ; dokumen Dinas Kominfo Sumut
7 bulan  lalu
Bangunkan 1.006 Rumah untuk Korban Banjir dan Longsor Sumut, Bobby Prioritaskan yang Kehilangan Rumah

Trending

01.
6 hari  lalu
Said Aldi Al Idrus Dorong DPP AMPI Segerakan Rapim dan Munas
02.
6 hari  lalu
TPP ASN Tak Terserap Rp8 Miliar, Bupati Deli Serdang Alihkan untuk Atasi Banjir
03.
4 hari  lalu
Kawasan Kumuh Desa Percut Disulap Jadi Kampung Stunting
04.
6 hari  lalu
CFD Perdana di Belawan Diserbu Ribuan Warga, Rico Waas: Harus Berlanjut
05.
5 hari  lalu
Bapenda Medan Kantongi Rp1,4 Miliar dari Tunggakan 29 Wajib Pajak

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Warga Medan Tembung Keluhkan Drainase hingga Lampu Jalan, Wali Kota Janji Tahun Ini Diperbaiki
Permainan Tradisional Kembali Ramai di Deli Serdang, Bupati Dorong Jadi Agenda Tahunan Daerah
Bobby Nasution Siapkan Beasiswa Perkuat SDM Kesehatan Kepulauan Nias
Home Trending Cari Bagikan Lainnya