Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SUPORTER
  • EDUKASI
  • TRAVELING
  • OPINI
  • Advertorial
  • KABAR DAERAH
Jumat, 25 Sep 2026
KADIN Sumut Bongkar 5 Penyakit Ekonomi Daerah, Firsal: Pertumbuhan Belum Dinikmati Merata
Bapenda Medan Genjot Pajak Digital, Medan QRESTO Jadi Senjata Kejar Penerimaan
Wagub Surya Kukuhkan Kepala Perwakilan BPKP, Pengawasan Pemprov Sumut Diperkuat
Sidak ke Puskesmas dan SMP Negeri 1, Plt Bupati Langkat Temukan Pegawai Tak Tertib Absensi
MUI Langkat Tegaskan Dukungan ke Tiorita, Soroti Perlindungan Perempuan dan Anak
Dewan Dorong KNMP Medan Labuhan Segera Dibangun, Nelayan Jangan Terus Jadi Penonton
Zakiyuddin Minta Kontraktor Rawat Medan Islamic Centre hingga Maret 2027
Bangun Dua Alun-Alun Sekaligus, Bupati Siapkan Pagar Merbau Jadi Pusat Ekonomi Baru
Kepala Bapenda Uji eLoket Pajak, Integrasi Data Jadi Senjata Baru Kejar PAD Medan
Rico Waas Salurkan PKH Medan Makmur, 10.000 Lansia dan Disabilitas Terima Rp800 Ribu
KADIN Sumut Bongkar 5 Penyakit Ekonomi Daerah, Firsal: Pertumbuhan Belum Dinikmati Merata
Bapenda Medan Genjot Pajak Digital, Medan QRESTO Jadi Senjata Kejar Penerimaan
Wagub Surya Kukuhkan Kepala Perwakilan BPKP, Pengawasan Pemprov Sumut Diperkuat
Sidak ke Puskesmas dan SMP Negeri 1, Plt Bupati Langkat Temukan Pegawai Tak Tertib Absensi
MUI Langkat Tegaskan Dukungan ke Tiorita, Soroti Perlindungan Perempuan dan Anak
Dewan Dorong KNMP Medan Labuhan Segera Dibangun, Nelayan Jangan Terus Jadi Penonton
Zakiyuddin Minta Kontraktor Rawat Medan Islamic Centre hingga Maret 2027
Bangun Dua Alun-Alun Sekaligus, Bupati Siapkan Pagar Merbau Jadi Pusat Ekonomi Baru
Kepala Bapenda Uji eLoket Pajak, Integrasi Data Jadi Senjata Baru Kejar PAD Medan
Rico Waas Salurkan PKH Medan Makmur, 10.000 Lansia dan Disabilitas Terima Rp800 Ribu
New SUMUT.mobile - New Look, New Features | Bank Sumut

Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 832
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat MTQ ke-53 tingkat Kota Medan di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu malam (15/2/2020).
Baca Juga
Akhyar Ingatkan Pelaksanaan MTQ Ke-53 Harus Lebih Berkesan
16 Feb 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

HUT RI TAPSEL

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Lailatul Badri
Baca Juga
DPRD Medan Semprot Dishub, Bongkar Muat di Jalan Picu Macet Harus Ditertibkan
31 Mar 2026

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Gus Irawan: PDRB Tinggi Tak Cerminkan Kondisi Riil Penduduk
Masuk Grup Neraka, Gubsu Targetkan PSMS Medan Juarai Liga 2
Terduga Virus Corona, Pekerja Kereta Api Cepat China Diisolasi di Bandung
Rico Waas: Pengelolaan Keuangan yang Baik Fondasi Utama Kesuksesan Kota Medan
Suap Penyidik KPK Rp1,6 Miliar, Walikota Tanjungbalai Didakwa Pasal Berlapis
Segera Beroperasi, Pengguna BTS Digratiskan Setahun

Pos Terkait

Plt Bupati Langkat, Syah Afandin
2 tahun  lalu
Syah Afandin Buka Turnamen Volly Antar Pelajar SMA/Sederajat Tingkat Kabupaten Langkat
Sri Rejeki resmi dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Medan masa jabatan 2024-2029 menggantikan Rajudin Sagala dalam rapat paripurna DPRD Medan, Selasa (1/9/2026).
3 minggu  lalu
Sri Rezeki: DPRD Medan Harus Kawal Aspirasi hingga Jadi Kebijakan
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara beserta jajaran mengamankan 172 orang tersangka dari 146 kasus yang terjadi dalam kurun waktu 6 hari pelaksanaan Operasi Sikat Toba 2021.
5 tahun  lalu
6 Hari Operasi Sikat Toba, Polda Sumut Amankan 172 Tersangka dari 146 Kasus
Ketua DPRD Medan, Hasyim
2 tahun  lalu
Titi Bambu Rusak Akibat Besi Penyangga Dicuri, Dewan Minta Segera Diatasi
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumut mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Persiapan Pengamanan Idulfitri 1443 H di Aula Tribrata, Markas Kepolisian Daerah Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (19/4/2022). Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan simulasi pelayanan mudik lebaran. (kaldera/kominfo)
4 tahun  lalu
Kelonggaran Mudik Diharap Picu Perekonomian, 10.400 Personel Disiagakan Kawal Idul Fitri
Faisal Arbie
5 bulan  lalu
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan


Trending

01.
6 hari  lalu
DPRD Deli Serdang Setujui Pemekaran, Kecamatan Percut Deli Segera Dibentuk
02.
6 hari  lalu
Bendungan Lau Simeme Mulai Diisi Air, Deli Serdang dan Medan Dapat Tameng Baru Pengendali Banjir
03.
4 hari  lalu
Pesta Gol PSMS, Persiku Kudus Dibantai Setengah Lusin Tanpa Balas
04.
5 hari  lalu
Wakil Wali Kota “Sentil” OPD, Pekerjaan Mangkrak Segera Dituntaskan
05.
6 hari  lalu
Udara Medan Tak Sehat, DPRD Desak Dinkes Tingkatkan Pelayanan dan Siswa Pakai Masker

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dewan Dorong KNMP Medan Labuhan Segera Dibangun, Nelayan Jangan Terus Jadi Penonton
Zakiyuddin Minta Kontraktor Rawat Medan Islamic Centre hingga Maret 2027
MUI Langkat Tegaskan Dukungan ke Tiorita, Soroti Perlindungan Perempuan dan Anak
Sidak ke Puskesmas dan SMP Negeri 1, Plt Bupati Langkat Temukan Pegawai Tak Tertib Absensi
Rico Waas Salurkan PKH Medan Makmur, 10.000 Lansia dan Disabilitas Terima Rp800 Ribu
Home Trending Cari Bagikan Lainnya