PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk tiga gereja yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Bantuan tersebut diserahkan pada Kamis (5/3/2026) melalui Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.HUMBANG HASUNDUTAN, kaldera.id – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk tiga gereja yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Bantuan tersebut diserahkan pada Kamis (5/3/2026) melalui Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.
Bantuan diserahkan kepada Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan untuk kemudian diteruskan kepada gereja-gereja penerima manfaat, yakni HKBP Panggunggungan, HKI Jagapayung, dan GKLI Bantoon.
Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada INALUM atas kepedulian dan dukungannya,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut menunjukkan solidaritas berbagai pihak dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Sementara itu, Pendeta HKI Jagapayung Pdt. Timbul Barita Sitorus yang mewakili penerima bantuan mengatakan bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas gereja yang rusak akibat banjir.
“Kami berterima kasih kepada INALUM yang telah memberikan perhatian kepada gereja-gereja yang terdampak bencana. Bantuan ini akan kami manfaatkan untuk memperbaiki gereja dan mendukung kenyamanan jemaat dalam beribadah,” katanya.
Kepala Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) INALUM Zainuddin Iqbal Sidabutar mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat setelah bencana.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat di Humbang Hasundutan. INALUM berkomitmen mendampingi masyarakat tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga pada tahap rehabilitasi pascabencana,” ujarnya.
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan pada akhir November 2025 dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan memicu longsor di beberapa titik.
Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, merusak rumah warga, serta menghancurkan sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah ibadah yang selama ini menjadi pusat aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat. (Reza)