Liga Italia Resmi Dihentikan, Juventus Juara Lazio Kedua

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte
Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte

TURIN, kaldera.id – Setelah sempat tarik ulur, pemerintah Italia akhirnya memutuskan untuk menghentikan semua kompetisi olahraga. Salah satunya, Liga Serie A Italia. Dengan kondisi ini, Juventus menjadi juara, disusul Lazio di posisi kedua, klasemen sementara.

“Tidak ada lagi waktu, jumlahnya memberi tahu kami ada peningkatan tajam dalam penyebaran (virus), dalam perawatan intensif dan kematian,” kata Perdana Menteri Italia ,Giuseppe Conte dalam sebuah konferensi pers yang dikutip Goal.com pada Selasa (10/3/2020).

Jumlah orang yang meninggal terbaru akibat kasus virus corona di Italia kini mencapai 463 orang dari total 9.172 yang terinfeksi. Pemerintah Italia sudah mengambil sejumlah langkah demi mengantisipasi penyebaran lebih jauh, termasuk melarang pertemuan publik dan membatasi semua aktivitas selain untuk pekerjaan serta layanan darurat.

“Kebiasaan kita harus berubah, kita harus mengorbankan sesuatu demi kebaikan seluruh Italia. Inilah sebabnya kita akan mengambil tindakan lebih keras,” kata Conte. “Saya akan menandatangani dekrit baru, yang dapat disimpulkan dengan kalimat ‘Saya tinggal di rumah.’ Tidak ada lagi zona merah, hanya ada Italia yang dilindungi.”

BACA JUGA :  Kalahkan Swiss 3-0,Italia Tim Pertama Lolos ke Babak Knock Out

“Kami juga memiliki langkah-langkah yang lebih ketat untuk acara-acara olahraga. Serie A dan semua turnamen olahraga pada umumnya dihentikan sementara. Semua suporter harus menerimanya.”

Langkah terbaru tersebut akan mulai berlaku pada Selasa pagi (waktu setempat) dan berlaku terhadap 60 juta penduduk negara itu. Larangan pertemuan publik tersebut akan mencakup seluruh acara olahraga dan acara publik, menutup teater dan bioskop, pusat kebugaran, tempat minum, pemakaman dan acara pernikahan.

Sebelumnya, ada desakan dari Asosiasi Pemain dan FIGC agar menangguhkan pertandingan Serie A dan Serie B Italia selama krisies. Karena menurut mereka tak ada cara lain untuk menjaga keselamatan pemain dan staf hanya dengan menghentikan kompetisi.(f rozi)