China konfirmasi soal penyebaran Coronavirus (kaldera/yahoonewssg)
China konfirmasi soal penyebaran Coronavirus (kaldera/yahoonewssg)

CHINA, kaldera.id – Virus pernafasan misterius, Coronavirus mirip SARS, yang telah menewaskan sedikitnya tiga orang dan membuat lebih dari 200 orang jatuh sakit di China dapat ditularkan di antara manusia.

Dilansir CNN, Selasa (21/1/2020), seorang pakar yang ditunjuk pemerintah China, yang memicu kekhawatiran tentang kemungkinan epidemi mematikan. Zhong Nanshan, kepala tim yang dibentuk oleh Komisi Kesehatan Nasional China untuk menyelidiki virus seperti pneumonia, mengkonfirmasi bahwa setidaknya dua kasus telah menyebar dari orang ke orang dan staf medis juga telah terinfeksi.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan bahwa jenis baru coronavirus, yang ditelusuri oleh petugas kesehatan ke pasar makanan laut di kota Wuhan di Cina tengah, terutama ditularkan dari hewan ke manusia. Tetapi setidaknya dua orang telah terinfeksi dalam beberapa hari terakhir, meskipun tinggal ratusan mil dari Wuhan.

“Kasus-kasus saat ini menunjukkan pasti ada penularan dari manusia ke manusia,” katanya.

Zhong kepada CCTV milik pemerintah China, menjelaskan bahwa dua orang di provinsi Guangdong China terinfeksi oleh anggota keluarga yang baru saja kembali dari Wuhan. Zhong, yang membantu menemukan coronavirus terkait sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) pada tahun 2003, mengatakan bahwa infeksi virus ini tidak sekuat SARS, tetapi penyakit itu “naik” dan menyarankan bahwa “tingkat kematian saat ini” tidak begitu representatif.

Infeksi Coronavirus Sampai ke Thailand

SARS menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan membunuh 774 dalam pandemi yang melanda Asia pada tahun 2002 dan 2003.
Sebelumnya pada hari Senin, otoritas Cina melaporkan bahwa jumlah kasus telah meningkat tiga kali lipat pada akhir pekan menjadi 218.

Wabah telah menyebar ke Beijing, Shanghai dan Shenzen, ratusan mil dari Wuhan, tempat virus pertama kali muncul bulan lalu. Thailand juga telah melaporkan dua kasus, sementara Jepang dan Korea Selatan melaporkan masing-masing, menjadikan total global menjadi 222.

Korea Selatan mengonfirmasi adanya kasus pertama virus korona mirip SARS yang menyebar di China. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengungkapkan seorang wanita China berusia 35 tahun yang terbang dari Wuhan dipastikan memiliki jenis coronavirus terbaru.(f rozi)