PSMS Medan Kalah 1-2 dari FC Bekasi City, Eko Purdjianto Soroti Kepemimpinan Wasit

redaksi
1 Mar 2026 08:36
2 menit membaca

 

BEKASI, kaldera.id – PSMS Medan menelan kekalahan 1-2 dari FC Bekasi City pada pekan ke-21 Pegadaian Championship di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (28/2/2026) malam WIB.

Hasil ini membuat Ayam Kinantan gagal membawa pulang poin dalam laga tandang yang diwarnai kartu merah dan sorotan terhadap keputusan wasit.
PSMS tampil menekan sejak awal pertandingan.

Sejumlah peluang tercipta melalui Felipe Cadenazzi, dua sundulan Erwin Gutawa, serta sepakan keras Clayton da Silva. Namun, penampilan solid kiper tuan rumah Ikram Algiffari membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSMS langsung kebobolan. Gol Ramadhan pada menit awal membuat tuan rumah unggul 1-0. Situasi semakin sulit setelah Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan, membuat PSMS bermain dengan 10 orang.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Bekasi City. Ikhsan Chan, mantan pemain PSMS, mencetak gol kedua dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

PSMS sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol penalti Felipe Cadenazzi. Skor berubah menjadi 2-1, namun hingga peluit panjang dibunyikan tidak ada tambahan gol.

Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengaku kecewa dengan hasil tersebut dan menyoroti kepemimpinan wasit.

“Di babak kedua, Bekasi mengambil inisiatif untuk agresif dan pemain kita lengah dengan satu gol cepat yang membuat semangat turun. Dari awal saya sudah bilang ke pemain untuk respect kepada wasit. Tapi ada beberapa keputusan yang membuyarkan konsentrasi pemain kita. Respect terhadap kepemimpinan wasit, tapi ini jadi catatan buat kita. Kita akan membuat report ke komisi wasit,” ujar Eko.

Ia juga mempertanyakan pemberian kartu kepada pemainnya.

“Kita sangat kecewa. Kita main bagus tapi nggak bisa bikin gol. Dengan kelengahan kita, mereka bisa mencetak gol. Kenapa kartu kuning begitu mudah diberikan untuk PSMS, ini jadi catatan untuk komisi wasit,” katanya.

Pemain PSMS, Nazar Nurzaidin, turut menyampaikan kekecewaan.

“Kecewa dengan hasil pasti. Pemain dan penonton mungkin tahu apa yang dilakukan wasit. Ada banyak keputusan yang mengganggu. Pertandingan seru, tapi menurut saya banyak keputusan yang kurang tepat,” ujarnya.

Kekalahan ini menjadi penutup laga PSMS sebelum kompetisi memasuki jeda Ramadan dan Idulfitri sekitar satu bulan.

Setelah jeda, PSMS dijadwalkan menghadapi PSPS Pekanbaru pada 28 Maret 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara. (Reza)