Dedi Jaminsyah Putra Harahap
MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akhirnya memastikan stok dan distribusi Minyakita di Sumut mulai terkendali setelah sebelumnya dikeluhkan langka dan mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta ESDM Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution untuk mempercepat distribusi Minyakita agar harga kembali stabil di pasaran.
“Pemerintah berkomitmen hadir dan mengambil langkah cepat untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan tepat sasaran dan terkendali,” ujar Dedi, Selasa (19/5/2026).
Menurut Dedi, Pemprov Sumut telah menggelar koordinasi bersama Satgas Pangan Polda Sumut, Bulog, ID Food, produsen, hingga distributor Minyakita guna mengantisipasi potensi kelangkaan dan lonjakan harga di lapangan.
Ia mengakui distribusi Minyakita ke sejumlah wilayah, khususnya daerah kepulauan seperti Nias dan Gunungsitoli, masih terkendala faktor logistik dan biaya distribusi yang cukup tinggi.
“Kalau ada potensi kelangkaan atau kenaikan harga, semua pihak harus bergerak bersama. Distribusi jangan sampai tersendat,” katanya.
Pemprov Sumut memastikan stok Minyakita di gudang Bulog saat ini mencapai 100 ribu liter dengan harga suplai Rp14.500 per liter untuk wilayah Sumut. Pemerintah juga meminta produsen mempercepat pasokan ke Bulog agar distribusi ke pasar tidak terganggu.
Dedi menegaskan pihaknya tidak ingin distribusi Minyakita berhenti di tingkat distributor ataupun penyalur tertentu. Sebab, kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab barang sulit ditemukan masyarakat di pasar.
“Distribusi harus benar-benar sampai ke pasar pantauan supaya masyarakat bisa merasakan langsung ketersediaannya dan harga tetap terkontrol,” tegasnya.
Selain itu, pengawasan terhadap distributor dan pola penyaluran juga akan diperketat untuk mencegah adanya penumpukan barang di wilayah tertentu.
Pemprov Sumut juga akan melakukan sinkronisasi data pasokan Minyakita yang masuk ke Bulog dengan jumlah yang disalurkan ke pasar guna memastikan distribusi berjalan merata.
“Ketersediaan Minyakita bukan hanya soal stok, tapi juga pemerataan distribusi. Jangan sampai ada daerah yang kelebihan stok sementara daerah lain kosong,” ujar Dedi.
Pemprov Sumut berharap stabilitas harga dan distribusi Minyakita tetap terjaga sehingga masyarakat bisa memperoleh minyak goreng subsidi dengan harga yang wajar dan mudah ditemukan di pasaran. (Reza)