Julian Nagelsmann
MEDAN, kaldera.id – Jerman memang lebih diunggulkan, tetapi Paraguay datang ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan modal yang tidak bisa dianggap remeh. Kedua tim akan bentrok pada Selasa (30/6/2026) di Stadion Houston dalam perebutan tiket menuju babak 16 besar. Pertandingan ini diprediksi menghadirkan duel menarik antara dominasi permainan ala Eropa dan semangat juang khas Amerika Selatan.
Timnas Jerman asuhan Julian Nagelsmann lolos sebagai juara Grup E. Die Mannschaft mengawali turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao, kemudian menundukkan Pantai Gading 2-1 sebelum menelan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir grup. Meski demikian, Jerman tetap finis di puncak klasemen dan memastikan tiket ke fase gugur.
Di kubu lawan, Paraguay yang dilatih Gustavo Alfaro lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Setelah dihajar Amerika Serikat 1-4 pada laga pembuka Grup D, Paraguay bangkit dengan mengalahkan Turki 1-0 dan bermain imbang tanpa gol melawan Australia. Hasil itu cukup mengantarkan mereka ke babak 32 besar.
Secara mental, Jerman datang dengan tekanan lebih besar. Status empat kali juara dunia membuat publik Jerman menuntut tim melangkah jauh. Kekalahan dari Ekuador pada laga terakhir grup juga memunculkan kritik terhadap performa sejumlah pemain bintang seperti Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Kai Havertz yang dinilai belum mencapai performa terbaiknya.
Sebaliknya, Paraguay justru bermain tanpa beban. Alfaro berkali-kali menegaskan timnya sudah terbiasa menghadapi lawan besar. Dalam kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL, Paraguay bahkan sempat mengalahkan Brasil dan Argentina. Pengalaman itu menjadi sumber kepercayaan diri menghadapi Jerman.
Dari sisi taktik, Nagelsmann diperkirakan tetap mengandalkan permainan menyerang dengan penguasaan bola tinggi. Kreativitas Musiala dan Wirtz akan menjadi kunci untuk membongkar pertahanan rapat Paraguay. Kehadiran kapten Joshua Kimmich di lini tengah juga akan menjadi motor distribusi bola Jerman.
Paraguay kemungkinan memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Alfaro diprediksi memasang blok pertahanan rendah sambil mengandalkan serangan balik cepat melalui Miguel Almirón dan Julio Enciso. Strategi bertahan disiplin dan duel fisik menjadi senjata utama Los Guaranies untuk merusak ritme permainan Jerman.
Jika melihat sejarah pertemuan, Jerman lebih dominan. Salah satu duel paling dikenang terjadi pada Piala Dunia 2002 ketika Jerman menang 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar melalui gol Oliver Neuville. Namun sejak saat itu kedua tim sangat jarang bertemu dalam pertandingan kompetitif. Paraguay kini datang dengan generasi baru yang lebih berani dan agresif.
Di atas kertas, kualitas skuad membuat Jerman tetap menjadi favorit. Namun performa naik turun Die Mannschaft sepanjang fase grup menunjukkan mereka masih memiliki celah yang bisa dimanfaatkan. Paraguay dipastikan tidak akan bermain terbuka dan siap memaksa Jerman bekerja keras hingga menit terakhir.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Jerman diperkirakan langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga dengan penguasaan bola di atas 60 persen. Paraguay akan fokus bertahan dan menunggu kesempatan melalui serangan balik cepat.
Jika Jerman gagal mencetak gol cepat, pertandingan berpotensi berlangsung alot dan menegangkan hingga babak kedua. (Reza)