Manado Belajar QRESTO ke Medan, Inovasi Pajak Daerah Jadi Sorotan

redaksi
29 Jun 2026 17:38
Medan News 0 6
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menerima kunjungan studi komparasi dari Bapenda Kota Manado terkait implementasi aplikasi QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization), Senin (29/6/2026).

Rombongan Bapenda Kota Manado dipimpin Kepala Bapenda Kota Manado Jefry F.R. Mongdong didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pajak dan Retribusi Richard Sem Rorong serta Stevani Kahea dari PT Bank SulutGo. Kedatangan mereka diterima Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian yang diwakili Kasubbid Teknis Bidang Hotel, Restoran dan Hiburan (HRH) Darwin Marpaung.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari penerapan QRESTO yang telah dikembangkan Bapenda Kota Medan sebagai sistem pemisahan pembayaran elektronik (split payment) guna mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

Jefry Mongdong mengatakan Kota Medan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menerapkan sistem split payment melalui aplikasi QRESTO. Karena itu, pihaknya ingin mempelajari lebih dalam proses pengembangan, regulasi pendukung hingga dampaknya terhadap peningkatan pendapatan daerah.

“Medan menjadi kota pertama yang menerapkan split payment. Kami ingin mengetahui secara langsung bagaimana implementasi QRESTO berjalan dan manfaat yang diperoleh daerah,” ujarnya.

Menurut Jefry, Pemerintah Kota Manado saat ini terus mencari berbagai terobosan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah mencapai lebih dari Rp500 miliar, optimalisasi potensi pajak dan retribusi menjadi salah satu fokus pemerintah daerah.

Selain melakukan studi komparasi, kunjungan ke Medan juga bertepatan dengan agenda Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Kota Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Tim IT Bapenda Kota Medan memaparkan mekanisme kerja QRESTO, mulai dari integrasi dengan pelaku usaha, sistem pemantauan transaksi secara real time hingga manfaat yang diperoleh dalam meningkatkan transparansi dan optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Jefry menilai QRESTO memiliki potensi besar untuk diterapkan di Kota Manado. Hasil studi komparasi ini akan menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem serupa guna mendukung peningkatan PAD.

Melalui kunjungan tersebut, kedua daerah juga bertukar pengalaman terkait pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah yang lebih transparan, efektif, dan berkelanjutan. (Reza)