Datuk Iskandar Muda: Jangan Biarkan Warga Medan Jadi Korban Kisruh Distribusi BBM

redaksi
16 Jul 2026 00:14
Medan News 0 3
2 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, Datuk Iskandar Muda, menyoroti dampak luas antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya mengganggu distribusi energi, tetapi juga telah membebani masyarakat secara sosial, ekonomi, dan psikologis.
Datuk Iskandar Muda menilai warga Medan menjadi pihak yang paling dirugikan akibat belum normalnya distribusi BBM. Masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantre, bahkan hingga larut malam, hanya untuk mendapatkan BBM yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Yang paling memprihatinkan adalah kondisi psikologis masyarakat Medan yang terus disusahkan. Mereka harus mengantre hingga malam, kehilangan waktu bersama keluarga, kelelahan, dan pada akhirnya aktivitas ekonomi maupun pekerjaan ikut terganggu. Ini tentu tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, dampak antrean panjang tidak hanya dirasakan oleh pengendara yang mencari BBM. Kemacetan yang ditimbulkan di sekitar SPBU juga mengganggu mobilitas masyarakat luas dan menurunkan produktivitas warga.
Ia menyebut kondisi tersebut telah menciptakan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di Kota Medan.

“Ketika antrean meluber ke badan jalan, masyarakat lain yang tidak ikut mengisi BBM juga ikut terdampak. Kemacetan terjadi di berbagai titik dan ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat secara keseluruhan,” katanya.

Datuk Iskandar Muda menduga persoalan yang terjadi berkaitan dengan tata kelola distribusi BBM yang belum berjalan optimal. Karena itu, ia meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian dan langkah konkret untuk mengakhiri antrean panjang yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

“Kalau memang penyebabnya adalah salah kelola distribusi, maka itu harus segera dibenahi. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya manajemen distribusi. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan alasan, tetapi solusi yang cepat dan nyata,” tegasnya.

Selain meminta Pertamina mempercepat normalisasi distribusi, Datuk Iskandar Muda juga mendorong Pemerintah Kota Medan untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan pelayanan BBM kembali normal.

Ia berharap langkah-langkah penanganan yang sedang dilakukan dapat segera mengurai antrean di SPBU dan mengembalikan aktivitas masyarakat seperti biasa.
“Jangan biarkan warga terus menanggung kerugian. Distribusi BBM harus segera dipulihkan agar antrean hilang, kemacetan berkurang, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” pungkasnya. (Reza)