Pemprov Sumut Tingkatkan 20 Puskesmas Jadi Rawat Inap, Mandrehe Masuk Prioritas

redaksi
16 Jul 2026 23:14
News Sumut 0 2
3 menit membaca

 

NIAS BARAT, kaldera.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan meningkatkan layanan 20 puskesmas menjadi fasilitas rawat inap pada tahun 2026. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan dasar dan mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan hal itu usai meninjau Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat, Kamis (16/7/2026). Puskesmas Mandrehe menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang akan ditingkatkan tahun ini.

“Ada 20 puskesmas tahun ini yang akan kami perbaiki. Tergantung usulan dari bupati dan wali kota. Untuk Nias Barat, Pak Bupati mengusulkan Puskesmas Mandrehe dan mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Bobby.

Menurut Bobby, Puskesmas Mandrehe memiliki peran penting karena melayani sekitar 20 desa dengan jumlah penduduk mencapai 23 ribu jiwa. Sementara jarak menuju rumah sakit daerah terdekat mencapai sekitar 60 kilometer.

“Puskesmas ini secara letak sangat dekat dengan masyarakat. Ada 20 desa dengan sekitar 23 ribu penduduk yang bergantung pada layanan di sini. Jarak ke rumah sakit sekitar 60 kilometer,” ujarnya.

Bobby mengatakan peningkatan fasilitas puskesmas sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat layanan kesehatan. Menurutnya, setelah pembangunan RSUD di Nias Barat oleh Presiden Prabowo Subianto, pemerintah provinsi berupaya memperkuat layanan kesehatan tingkat pertama agar masyarakat tidak harus selalu dirujuk ke rumah sakit.

“Kemarin Bapak Presiden sudah membangun rumah sakit daerah di sini. Kami dari pemerintah provinsi menindaklanjuti program tersebut dengan membenahi puskesmas-puskesmas, sehingga tidak semua masyarakat harus ke rumah sakit, apalagi salah satu kendalanya adalah akses,” katanya.

Dalam program revitalisasi tersebut, kapasitas Puskesmas Mandrehe akan ditingkatkan menjadi fasilitas rawat inap dengan daya tampung hingga 10 tempat tidur. Selain itu, pemerintah juga akan menambah peralatan kesehatan dan layanan persalinan.

“Saat ini hanya ada dua tempat tidur dan fasilitasnya masih sangat minim. Nantinya akan kita tingkatkan menjadi 10 tempat tidur, bisa melayani rawat inap, persalinan, serta didukung tenaga dokter dan fasilitas yang lebih baik,” ungkap Bobby.

Selain pembenahan sarana dan prasarana, Pemprov Sumut juga memperkuat sumber daya manusia di sektor kesehatan melalui program beasiswa dokter spesialis.

“Pemprov Sumut memberikan beasiswa dokter spesialis di USU dan UGM. Tahun lalu ada 16 orang dan tahun ini ada lima lagi peserta khusus dari Kepulauan Nias. Jadi dari sisi SDM kita tingkatkan, dari sisi fasilitas juga kita perbaiki,” ujarnya.

Bobby menambahkan, untuk mengantisipasi kekurangan tenaga dokter selama menjalani pendidikan spesialis, Pemprov Sumut telah menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota agar dilakukan sistem rotasi tenaga kesehatan sesuai kebutuhan layanan di daerah.

Dengan program tersebut, Pemprov Sumut berharap kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah yang jauh dari rumah sakit, dapat semakin meningkat. (Reza)