Petani Ramunia Keluhkan Biaya Produksi, Bupati Langsung Respons

redaksi
17 Jul 2026 21:53
Medan News 0 3
3 menit membaca

 

DELI SERDANG, kaldera.id – Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan langsung merespons sejumlah keluhan petani di Desa Sidoarjo II Ramunia, Kecamatan Beringin, saat menghadiri panen padi bersama Kelompok Tani Banjar Samosir, Jumat (17/7/2026).

Mulai dari kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan), normalisasi irigasi, pembangunan jembatan, perbaikan jalan usaha tani hingga penyediaan sarana produksi pertanian menjadi perhatian pemerintah daerah dalam kunjungan tersebut.

Dalam dialog dengan petani, sejumlah persoalan mengemuka. Petani mengeluhkan tingginya harga pestisida dan insektisida, keterbatasan alsintan, belum tersedianya alat pascapanen, hingga kondisi jalan dan saluran irigasi yang membutuhkan perbaikan.
Desa Sidoarjo II Ramunia memiliki sekitar 636 hektare lahan pertanian yang dikelola 16 kelompok tani. Sebagian besar warga di desa tersebut menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.

Menanggapi aspirasi tersebut, Asri yang didampingi Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo memastikan penambahan alsintan akan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian.

Menurutnya, alsintan yang tersedia nantinya dapat digunakan petani secara gratis dengan sistem pinjam pakai sehingga mampu mengurangi biaya produksi.

“Alat yang masuk ke UPT tahun ini akan kita tambah sesuai kebutuhan petani. Silakan dipakai secara bergantian, tidak dipungut biaya. Petani hanya menanggung bahan bakarnya,” kata Asri.

Selain itu, Pemkab Deli Serdang juga menyiapkan langkah untuk membantu petani memperoleh sarana produksi dengan harga lebih terjangkau. Salah satunya dengan mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi penyalur pestisida dan kebutuhan pertanian lainnya.

Sementara bangunan Koperasi Unit Desa (KUD) yang tidak lagi beroperasi direncanakan dialihfungsikan menjadi lumbung atau gudang penyimpanan padi.

“KUD yang sudah tidak beroperasi akan kita manfaatkan menjadi gudang padi. Nanti KDMP kita dorong menjadi penyedia pestisida agar petani lebih mudah mendapatkannya,” ujarnya.
Di sektor infrastruktur, Asri juga merespons usulan pembangunan jembatan, perbaikan jalan menuju areal persawahan, serta peningkatan ruas jalan di Dusun III dan Dusun IV.
Menurutnya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
“Kalau memang jembatan dibutuhkan, tahun ini kita bangun. Jalan yang rusak kita perbaiki, sementara ruas di Dusun III dan Dusun IV akan kita lakukan pengerasan terlebih dahulu sebelum pengaspalan,” katanya.

Tak hanya itu, permintaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) terkait normalisasi irigasi juga mendapat respons. Pemkab Deli Serdang memastikan alat berat akan kembali diturunkan pada Agustus mendatang untuk melanjutkan normalisasi saluran irigasi.

Program tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian normalisasi jaringan irigasi sepanjang 10 kilometer sehingga distribusi air ke lahan pertanian lebih lancar dan risiko banjir dapat ditekan menjelang musim tanam September.

Asri menegaskan berbagai langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Apa yang kami lakukan ini semata untuk meyakinkan petani bahwa pemerintah itu hadir dan berupaya agar kesejahteraan petani terus meningkat,” pungkasnya. (Reza)