IlustrasiNIAS SELATAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution kembali menyoroti belum tuntasnya persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Sumut. Bobby meminta PT Pertamina Patra Niaga segera menyelesaikan masalah tersebut tanpa banyak alasan.
Pernyataan itu disampaikan Bobby kepada wartawan usai mengunjungi Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (17/7/2026) malam.
“Sudahlah Pertamina, masyarakat butuh minyak itu saja. Jangan bertele-tele, tidak usah banyak narasi dan alasan,” kata Bobby.
Menurut Bobby, masyarakat tidak membutuhkan penjelasan panjang terkait persoalan internal yang terjadi di Pertamina. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah ketersediaan BBM di SPBU agar aktivitas ekonomi dan transportasi dapat berjalan normal.
“Penuhi saja minyaknya. Mau alasan apa pun masyarakat tidak mau tahu, yang penting minyaknya ada,” ujarnya.
Pernyataan Bobby tersebut menanggapi penjelasan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terkait gangguan distribusi BBM yang terjadi beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi membantah adanya mogok massal sopir mobil tangki yang disebut menjadi penyebab terganggunya distribusi BBM. Pertamina menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan pembenahan manajemen transportasi dan menargetkan kondisi SPBU kembali normal pada Sabtu (18/7/2026).
Menanggapi penjelasan itu, Bobby mengaku memperoleh informasi yang berbeda dari komunikasi yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi Sumut dan Pertamina.
“Saya baca juga ada yang bilang berbeda pendapat. Nanti saya buka chatnya. Kita pemerintah punya komunikasi yang bisa dilakukan. Kalau mereka bilang berbeda dan tidak sesuai dengan yang disampaikan, nanti kita buka chatnya,” kata Bobby.
Ia menegaskan, informasi yang diterima Pemprov Sumut sejak awal menyebut stok BBM dalam kondisi aman. Persoalan yang terjadi, kata Bobby, berada pada aspek distribusi sehingga pasokan BBM tidak sampai ke SPBU sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kalau stok BBM-nya aman dan tidak ada kekurangan, berarti masalahnya distribusi. Dan masalahnya apa, yaitu yang mengantar atau sopirnya,” ujarnya.
Meski demikian, Bobby menegaskan dirinya tidak ingin mencampuri persoalan internal yang terjadi antara Pertamina dengan pihak pengangkut BBM. Fokus pemerintah, kata dia, adalah memastikan distribusi berjalan normal sehingga antrean di SPBU segera berakhir.
“Mau mereka bilang ada yang diberhentikan, dipecat atau masalah administrasi internal, itu urusan mereka. Yang penting masyarakat perlu BBM dan BBM harus sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, Bobby menyebut antrean panjang di sejumlah SPBU terjadi karena terganggunya distribusi BBM akibat kendaraan pengangkut tidak beroperasi secara normal. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan Pertamina serta melibatkan TNI dan Polri guna membantu kelancaran distribusi BBM ke berbagai daerah di Sumatera Utara. (Reza)