Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan
DELISERDANG, kaldera.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mempercepat penanganan banjir dan genangan air di Kecamatan Sunggal melalui normalisasi waduk, pengerukan drainase, dan pembersihan saluran air di sejumlah desa.
Salah satu pekerjaan utama difokuskan di Waduk Bangun Mulia, Desa Medan Krio. Waduk seluas sekitar 10.000 meter persegi itu sebelumnya mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan dipenuhi eceng gondok.
Setelah tiga pekan pengerjaan, progres normalisasi telah mencapai 54 persen.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mengatakan pengerukan sedimentasi ditargetkan mencapai kedalaman empat meter agar kapasitas tampung waduk meningkat dan mampu mengurangi risiko banjir saat curah hujan tinggi.
“Sedimentasi ini ditargetkan memiliki kedalaman hingga 4 meter untuk meningkatkan daya tampung air,” kata Asri Ludin saat rapat bersama perangkat daerah, camat, dan kepala desa se-Kecamatan Sunggal di Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (21/8/2026).
Selain waduk, Pemkab Deli Serdang juga mempercepat pembersihan drainase dan normalisasi saluran air di 17 desa di Kecamatan Sunggal.
Dua desa prioritas yang telah selesai dikerjakan yakni Desa Medan Krio dengan pembersihan drainase sepanjang 9,6 kilometer dan Desa Helvetia sepanjang 12,5 kilometer.
Khusus di Desa Helvetia, pekerjaan meliputi normalisasi parit sepanjang 4.181 meter serta pembabatan rumput dan perapihan bahu jalan sepanjang 1.317 meter yang tersebar di delapan dusun.
Asri Ludin meminta seluruh sumber daya yang terlibat tetap difokuskan di Kecamatan Sunggal hingga penanganan banjir tuntas.
“Saya minta penanganan dipusatkan di Sunggal hingga tuntas. Terima kasih atas dukungan dan gotong royong masyarakat serta pemerintah desa yang ikut membantu proses ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang Rio Laka Dewa menjelaskan penanganan juga berlangsung di 15 desa lainnya, antara lain Puji Mulyo, Payageli, Sei Beras Sekata, Serba Jadi, Suka Maju, Sumber Melati Diski, Telaga Sari, Sei Mencirim, Sei Semayang, Tanjung Gusta, Mulyorejo, Sei Rotan, Babura, Tanjung Selamat, dan Purwodadi.
Menurut Rio, kendala utama di lapangan adalah tebalnya endapan lumpur dan sedimentasi yang menyumbat aliran air. Untuk mengatasinya, pengerjaan dilakukan dengan kombinasi tenaga buruh harian lepas, alat berat, dan pengangkutan material secara berkala.
Pemkab Deli Serdang menargetkan normalisasi waduk dan saluran drainase dapat menekan titik-titik genangan yang selama ini menjadi keluhan warga di Kecamatan Sunggal. (Reza)