Ziarah PW ISMI Sumut, Bangun Kesadaran Tradisi Kepemimpinan dan Keilmuan Melayu

redaksi
15 Agu 2026 15:23
Medan News 0 6
4 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id — Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Sumatera Utara melakukan ziarah dan doa bersama ke sejumlah makam tokoh ulama, Kesultanan Deli dan intelektual Melayu Sumatera Utara, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).

Ketua PW ISMI Sumut, Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari napak tilas sejarah untuk mengenang jasa para tokoh Melayu yang berkontribusi dalam bidang keagamaan, pendidikan, kebudayaan, hingga pemerintahan di Sumatera Utara.

“Ziarah ini penguatan kesadaran sejarah bahwa Melayu memiliki tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian yang kuat,” ujar Nispul Khoiri.

Dia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para sarjana Melayu untuk membaca kembali peran tokoh-tokoh terdahulu dalam membangun peradaban daerah.

“ISMI ingin memastikan bahwa warisan intelektual dan sejarah ini tidak berhenti sebagai cerita, tetapi menjadi inspirasi gerakan keilmuan hari ini,” kata Nispul.

Rangkaian ziarah diawali di kompleks pemakaman Masjid Raya Al-Mashun, Medan. Di lokasi tersebut, rombongan PW ISMI Sumut berziarah ke makam Syekh Hasan Maksum, ulama besar Kesultanan Deli yang juga dikenal sebagai Mufti dan Qadhi pada masa Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.

Syekh Hasan Maksum dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan pendidikan dan keislaman di Sumatera Timur. Ia wafat pada 7 Januari 1937 dan dimakamkan di kompleks Masjid Raya Al-Mashun.

Menurut Nispul Khoiri, keberadaan Syekh Hasan Maksum menunjukkan kuatnya hubungan antara otoritas keagamaan dan kekuasaan Kesultanan Deli dalam membangun masyarakat. “Ini bukti bahwa tradisi keilmuan dan kekuasaan pada masa itu berjalan beriringan dalam membentuk peradaban,” ujarnya.

*Ziarah ke Makam Sultan Deli dan Rizal Nurdin*

Dari lokasi tersebut, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Sultan IX – XIII Kesultanan Deli mulai dari makam Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah; Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah; Sultan Osman Al Sani Perkasa Alamsyah; Sultan Azmy Perkasa Alam dan makam Sultan Otteman Mahmud Perkasa Alam, yang berada di satu kompleks. Selanjutnya juga ke makam mantan Gubernur Sumatera Utara Haji Tengku Rizal Nurdin beserta orang tuanya, Tengku Nurdin dan Tengku Rafiah, yang juga berada di kawasan Masjid Raya Al-Mashun.

PW ISMI Sumut menilai keluarga tersebut memiliki peran penting dalam sejarah kepemimpinan Sumatera Utara, terutama dalam konteks keterhubungan antara tradisi Melayu dan pemerintahan modern.

Sekretaris PW ISMI Sumut Ismail Marzuki menyebut, nilai keteladanan dari para tokoh tersebut menjadi bagian penting yang perlu diwariskan kepada generasi muda. “Pengabdian dan kepemimpinan mereka adalah bagian dari sejarah yang harus terus diingat,” katanya.

Rangkaian napak tilas kemudian dilanjutkan ke Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, untuk berziarah ke makam Tengku Luckman Sinar, sejarawan dan budayawan Melayu Sumatera Timur.

Tengku Luckman Sinar dikenal sebagai penulis dan peneliti sejarah Melayu, termasuk Kesultanan Deli dan Kesultanan Serdang. Karya-karyanya menjadi rujukan penting dalam kajian sejarah dan kebudayaan Melayu di Sumatera Utara.

Wakil Ketua PW ISMI Sumut, Dr. Irwansyah, SH, MH, menegaskan bahwa warisan intelektual Tengku Luckman Sinar menunjukkan pentingnya dokumentasi sejarah dalam menjaga identitas Melayu. “Beliau bukan hanya bangsawan, tetapi juga intelektual yang mewariskan pengetahuan sejarah yang sangat berharga,” ujarnya.

Kegiatan ziarah tersebut juga diikuti sejumlah pengurus PW ISMI Sumut, di antaranya Dr. Irwansyah, SH, MH, Dr. Taufik Hidayah Tanjung, Dr. Ismahani, Tengku M. Iqbal Bustamam, dan Khairul Hafas, Fakhrur Rozi dan Azizah Hanum.

PW ISMI Sumut menilai rangkaian ziarah ini memperlihatkan kesinambungan peran tokoh Melayu dalam berbagai bidang, mulai dari ulama, sultan, sejarawan, hingga pejabat pemerintahan. Nispul Khoiri menyebut, tokoh-tokoh tersebut merepresentasikan tiga pilar penting Melayu Sumatera Utara, yakni keilmuan, kepemimpinan, dan kebudayaan.

“Ini adalah warisan besar yang harus kita teruskan dalam bentuk kontribusi intelektual untuk bangsa. PW ISMI Sumut berharap nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan pengabdian para tokoh Melayu dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” pungkas Nispul yang juga Guru Besar UINSU Medan ini. (*)