Tahun Baru, Trafik XL Axiata di Kualanamu dan Sidebuk-debuk Melonjak

0
113
Teknisi XL Axiata melakukan pemeliharaan perangkat BTS di atas tower di sekitar Kawasan Wisata Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara. Lokasi-lokasi tujuan wisata mendapatkan perhatian khusus untuk penguatan jaringan,
Teknisi XL Axiata melakukan pemeliharaan perangkat BTS di atas tower di sekitar Kawasan Wisata Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara. Lokasi-lokasi tujuan wisata mendapatkan perhatian khusus untuk penguatan jaringan,

MEDAN, kaldera.id – Jaringan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui masa libur panjang Natal hingga Tahun Baru 2021 dengan baik. Pengguna XL di Bandara Kualanamu, Sidebuk-debuk dan Danau Toba mencatatkan trafik tertinggi selama periode 24 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021.

“Secara nasional, rata-rata trafik pemakaian layanan data XL Axiata oleh pelanggan meningkat hingga 15%, dengan kenaikan tertinggi mencapai 70%. Seperti yang telah diprediksi, layanan streaming mendominasi kenaikan trafik layanan,” kata Direktur Teknologi XL Axiata, I Gede Darmayusa dalam siaran persnya, Selasa (5/1/2021).

Untuk di kab/kota Sumatera Utara sendiri, kenaikan terjadi di Simalungun sebesar 15%.
Dia mengatakan, bagi sebagian masyarakat, pandemi juga tak menghalangi mereka untuk melakukan perjalanan antarkota, bahkan antarprovinsi, termasuk antarpulau. Hal itu terlihat dari kenaikan trafik yang terjadi di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi tujuan rutin perjalanan masyarakat saat libur Panjang, baik Natal dan Tahun Baru maupun Lebaran.

Kenaikan trafik XL Axiata secara rata-rata di wilayah Sumatera selama periode Natal dan Tahun Baru 2021 terjadi di Bangka Belitung sebesar 10%, Lampung 8%, Sumatera Barat 6% dan Sumatera Selatan 4%. Wilayah tujuan wisata popular Sumatera Barat dan Bangka Belitung yang biasanya mengalami kenaikan trafik signifikan, tahun ini kenaikan sebesar 6% dan 10% di banding hari biasa.

Simalungun, Bandara dan Sidebuk-debuk

Berdasarkan kota/kabupaten, kenaikan trafik tertinggi terjadi di Kab. Tanggamus, Lampung 52%, Kab. Bangka Selatan 25%, Kab. Simalungun, Sumatera Utara, 15%, menyusul kemudian Kab. Lampung Timur 12%, dan Kab. Bangka 12%.

Sementara itu jika dilihat berdasarkan lokasi-lokasi yang identik dengan keramaian, kenaikan trafik yang terjadi di tahun ini tidak setinggi di tahun-tahun sebelumnya. “Adanya pembatasan pengunjung dan himbauan untuk tidak bepergian kemungkinan telah berdampak pada tidak terjadinya keramaian di lokasi-lokasi tersebut,” katanya.

Kenaikan trafik di area bandara yang tertinggi terjadi di Bandara Kualanamu, Medan 82%, Bandara Pinang Sori, Sibolga 52%, Bandara Radin Inten, Bandar Lampung 22%, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang 13% dan Bandara Hang Nadim, Batam 11%. Lokasi pelabuhan denga trafik tertinggi terjadi di Pelabuhan Sekupang Batam 5%.

Pusat keramaian di malam tahun baru dengan trafik tertinggi terjadi Jam Gadang, Bukit Tinggi sebesar 54%. “Untuk area lokasi wisata, trafik tertinggi terjadi di Pariban Sidebu-debu Sumatera Utara sebesar 152%, menyusul kemudian Puncak Lawang Sumatera Barat naik 70%, Pulau Pahawang Lampung 32%, dan Danau Toba, Sumatera Utara 29%,” terang Darmayusa.(rel/f rozi)