Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya membuka Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/7/2026).
DELISERDANG, kaldera.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya membuka Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang diikuti ribuan Pramuka Penggalang itu diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat gotong royong generasi muda.
Dalam sambutannya, Surya mengajak seluruh peserta memanfaatkan jambore sebagai sarana menempa diri agar menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus membawa solusi bagi masyarakat.
“Jadilah teladan di sekolah, keluarga dan masyarakat. Jadilah generasi yang membawa solusi, bukan sekadar menjadi penonton perubahan zaman,” kata Surya.
Menurutnya, jambore bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi ruang pembelajaran untuk membentuk karakter generasi muda yang cerdas, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
Surya yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumut menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus mendukung program pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Ia menilai investasi terbaik bagi daerah adalah membangun sumber daya manusia yang berkarakter, sehat, cerdas, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
“Kepada seluruh peserta agar menjaga kesehatan, disiplin mengikuti kegiatan, menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, serta menjadikan jambore ini sebagai pengalaman berharga untuk membentuk pribadi yang semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Bachtiar Utomo, menyebut jambore merupakan ruang pembelajaran kehidupan bagi anggota Pramuka Penggalang berusia 11 hingga 15 tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi tempat membangun persahabatan, melatih kepemimpinan, membentuk karakter, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Bachtiar juga mengapresiasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara yang dinilai sukses menyelenggarakan jambore terbesar di daerah dengan kebijakan tanpa pungutan biaya kepada peserta.
“Pelaksanaan Jambore Sumut 2026 sangat luar biasa karena pertama kali di Indonesia dilaksanakan tanpa memungut biaya kepada peserta,” katanya.
Ia mengingatkan generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari derasnya arus informasi, degradasi nilai, polarisasi sosial, hingga ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat memengaruhi karakter dan daya juang generasi muda.
Dalam laporannya, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumut Dikky Anugerah Panjaitan mengatakan Jambore Daerah XI Sumut 2026 diikuti 5.575 peserta yang terdiri dari Pramuka Penggalang, pembina pendamping, pimpinan kontingen, panitia, serta peserta pendukung.
“Ini merupakan kegiatan kepramukaan terbesar di Sumatera Utara dan pertama kalinya jambore daerah dilaksanakan tanpa membebankan biaya kepada peserta,” ujarnya.
Jambore Daerah XI Sumut 2026 berlangsung pada 8 hingga 12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit. Selama lima hari, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, pelatihan kepemimpinan, pengembangan karakter, serta pertunjukan seni dan kreativitas. (Reza)