Doa Lintas Agama Sambut Tahun Baru 2026, Wagub Sumut Harap Masa Transisi Bencana Berjalan Lancar

redaksi
1 Jan 2026 11:36
Medan News 0 3
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menggelar doa lintas agama menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Rabu malam (31/12/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dan kemanusiaan untuk mendukung pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan, Provinsi Sumatera Utara akan memasuki masa transisi bencana seiring berakhirnya Status Tanggap Darurat Bencana pada 31 Desember 2025. Ia berharap proses transisi menuju pemulihan dapat berlangsung lancar, cepat, dan terkoordinasi.

“Penanganan bencana terus kita lakukan. Tanggap darurat ini berakhir pada 31 Desember 2025 dan kita memasuki masa transisi. Kita doakan agar masa transisi ini berjalan lancar dan cepat,” ujar Surya usai acara doa lintas agama di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan.

Menurut Surya, peran tokoh agama memiliki posisi strategis dalam situasi pascabencana. Tidak hanya sebagai pemimpin umat, tokoh agama juga diharapkan menjadi penyejuk sosial, penguat mental masyarakat, serta penjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah duka dan cobaan.

“Tokoh agama bukan hanya memimpin umat, tetapi juga menjadi penyejuk, penguat harapan, serta penjaga nilai kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.

Pada momentum pergantian tahun, Surya juga mengimbau masyarakat agar merayakan Tahun Baru 2026 secara sederhana, sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap para korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara.

“Kami berharap perayaan tahun baru dilakukan secara sederhana, tidak berlebihan dan tidak hura-hura. Seperti yang kita lakukan hari ini, dengan doa lintas agama,” ujar Surya.

Acara doa lintas agama tersebut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda Sumut, anggota DPRD Sumut, serta para tokoh dan pemuka agama lintas iman.

Turut hadir Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, jajaran OPD Pemprov Sumut, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Melalui doa lintas agama ini, Pemprov Sumut berharap semangat kebersamaan dan toleransi dapat menjadi kekuatan sosial dalam mendukung proses pemulihan daerah dan masyarakat pascabencana menuju tahun yang lebih baik. (Reza)