PSSI Sumut Tegaskan Akomodasi Peserta AFF U-19 Tetap Aman, Siap Ambil Alih Tanggung Jawab Panitia Lokal

redaksi
3 Jun 2026 10:51
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – PSSI Sumatera Utara memastikan persoalan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship U-19 2026 tidak akan mengganggu jalannya turnamen. Organisasi sepak bola tersebut menegaskan telah mengambil alih tanggung jawab bersama panitia lokal untuk memastikan seluruh kebutuhan peserta tetap terpenuhi.

Pernyataan itu disampaikan PSSI Sumut menyusul polemik yang berkembang terkait pembiayaan hotel dan penginapan peserta turnamen internasional yang berlangsung di Sumatera Utara.

Sekretaris PSSI Sumut, Yosephine Sembiring, mengatakan pihaknya menghormati penjelasan Pemerintah Kota Medan yang menyatakan tidak pernah memiliki komitmen terkait pembiayaan akomodasi peserta.

Namun berdasarkan informasi yang diterima PSSI Sumut, komitmen tersebut merupakan kesepakatan yang terjadi antara panitia lokal dan Pemerintah Kota Medan.

“Setahu kami, komitmen tersebut adalah antara Panitia Lokal dan Wali Kota Medan. Jika komitmen tersebut tidak bisa ditanggungjawabi oleh Wali Kota Medan, maka kami bersama Panitia Lokal sudah mengambil alih tanggung jawab tersebut,” ujar Yosephine dalam pernyataan resmi yang diterima, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, fokus utama PSSI saat ini adalah memastikan penyelenggaraan ASEAN Boys Championship U-19 berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan peserta maupun jalannya kompetisi.

Bagi PSSI dan panitia lokal, kata Yosephine, keberhasilan penyelenggaraan turnamen menjadi prioritas karena menyangkut nama baik Indonesia di mata internasional.

“Bagi PSSI dan Panitia Lokal, penyelenggaraan harus berjalan dengan baik apalagi ini menyangkut nama baik bangsa,” katanya.

Meski demikian, PSSI Sumut mengaku menyayangkan munculnya polemik terkait akomodasi peserta di tengah berlangsungnya kejuaraan.

Apalagi Sumatera Utara dinilai memiliki peluang besar menjadi tuan rumah berbagai agenda sepak bola internasional pada masa mendatang.

“Kami dari PSSI menyayangkan hal ini terjadi, apalagi ke depan kami akan membawa pertandingan-pertandingan internasional ke daerah ini,” ujarnya.

Yosephine berharap seluruh pihak dapat kembali fokus mendukung pelaksanaan ASEAN Boys Championship U-19 2026 yang sedang berlangsung. Menurutnya, turnamen tersebut bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga kesempatan memperkenalkan Sumatera Utara sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah event internasional.

“Demi masa depan sepak bola Sumut, demi masyarakat Sumut, kami memastikan semua pihak dapat kembali berkonsentrasi pada ajang olahraga yang membawa nama bangsa kita,” tegasnya.

Sebelumnya, polemik akomodasi peserta mencuat setelah adanya perbedaan pandangan terkait komitmen pembiayaan hotel peserta turnamen.

Pemerintah Kota Medan melalui Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman menegaskan tidak pernah memiliki komitmen untuk menanggung biaya akomodasi peserta dan hanya diminta mendukung penyediaan fasilitas stadion serta lapangan latihan. (Reza)