Argentina Bidik Tiket Gugur, Austria Tak Mau Menepi

redaksi
22 Jun 2026 12:19
3 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Persaingan Grup J Piala Dunia 2026 memasuki babak krusial saat Argentina menghadapi Austria di Stadion Dallas, sementara Yordania bertemu Aljazair di Stadion San Francisco Bay Arena, Selasa (23/6/2026). Dua pertandingan ini berpotensi mengubah peta persaingan grup sekaligus menentukan tim yang lebih dekat menuju fase gugur.
Argentina datang dengan modal sempurna usai menundukkan Aljazair 3-0 pada laga pembuka. Kemenangan tersebut membuat tim asuhan Lionel Scaloni memimpin klasemen sementara dengan tiga poin dan peluang besar mengamankan tiket ke babak berikutnya lebih cepat.

Kepercayaan diri La Albiceleste sedang tinggi. Selain tampil efektif saat menghadapi Aljazair, Argentina juga menunjukkan kedalaman skuad yang tetap kompetitif meski tidak lagi sepenuhnya bergantung pada satu pemain. Kapten Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan, didukung generasi baru yang semakin matang di level internasional.
Namun Austria bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asuhan Ralf Rangnick juga mengoleksi tiga poin setelah mengalahkan Yordania 3-1 pada laga pertama. Hasil tersebut membuat duel di Dallas menjadi pertarungan langsung perebutan posisi puncak klasemen Grup J.

Rangnick diperkirakan tetap mengandalkan permainan agresif dengan pressing tinggi yang menjadi ciri khas Austria dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran pemain seperti Marcel Sabitzer, Christoph Baumgartner dan Michael Gregoritsch menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Argentina.
Secara kualitas individu dan pengalaman di turnamen besar, Argentina masih sedikit lebih diunggulkan. Namun Austria memiliki organisasi permainan yang solid dan kemampuan transisi cepat yang berpotensi menyulitkan juara dunia tersebut.

Jika mampu meraih kemenangan, Argentina akan mengoleksi enam poin dan hampir pasti mengamankan tempat di fase gugur. Sebaliknya, kemenangan Austria akan membuat persaingan juara grup semakin terbuka hingga pertandingan terakhir.
Di pertandingan lainnya, Yordania dan Aljazair sama-sama mengusung misi bangkit setelah menelan kekalahan pada laga perdana. Yordania kalah 1-3 dari Austria, sedangkan Aljazair harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 0-3.

Kondisi tersebut membuat pertandingan di San Francisco Bay Arena menjadi laga hidup-mati bagi kedua tim. Kekalahan berpotensi menutup peluang lolos secara otomatis ke fase gugur.
Pelatih Yordania Jamal Sellami diperkirakan akan menurunkan pendekatan lebih agresif dibanding laga pertama. Kehadiran Musa Al-Taamari masih menjadi tumpuan utama untuk membongkar pertahanan lawan melalui kecepatan dan kemampuan individu.
Sementara itu, Aljazair besutan Vladimir Petkovic diyakini mencoba memanfaatkan pengalaman pemain-pemain senior seperti Riyad Mahrez, Ismael Bennacer dan Baghdad Bounedjah untuk mengamankan kemenangan pertama mereka di turnamen ini.

Di atas kertas, Aljazair sedikit lebih unggul berkat pengalaman dan kualitas individu yang lebih merata. Namun Yordania memiliki motivasi tinggi untuk menjaga peluang lolos tetap terbuka hingga laga terakhir.

Argentina diprediksi akan menghadapi perlawanan ketat sebelum akhirnya mampu mengatasi Austria. Sementara duel Yordania kontra Aljazair diperkirakan berlangsung lebih terbuka karena kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan. (Reza)